Breaking News
light_mode

Kampung Budaya Piji Wetan Raih Penghargaan dari Kemendikbud

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 7 Okt 2020
  • visibility 964

Kegiatan rebbana di Kampung Budaya Piji Wetan 


KUDUS – Senyum mengembang dari
bibir Muhammad Zaini. Salah seorang inisiator Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW)
itu baru saja menerima kabar. Kerja kerasnya bersama masyarakat Piji Wetan
diganjar penghargaan.

Tidak main-main. Dapat dua
penghargaan sekaligus. Kampung Budaya Piji Wetan menjadi pemenang kedua
kategori naskah terbaik dan masuk daftar 30 peserta terbaik dari 486 desa yang
mendaftar dalam Lomba Cerita Budaya Desaku tingkat Nasional yang digagas Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Muhammad Zaini, merasa bersyukur
bisa meraih penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan anugerah
sekaligus amanah untuk melanjutkan kerja budaya bersama masyarakat Piji Wetan,
Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

“Tentu senang, tapi juga berat,
karena ke depan kita harus lebih semangat dalam merawat kampung budaya yang
kita usung ini,” ujar Zaini di rumahnya, Senin (05/10/20).

Kendati demikian, ia tetap yakin
kampung budaya ini bisa maju dan berkembang bermodalkan semangat guyub rukun
warga Piji Wetan. Saat ini, kata dia, warga secara gotong royong tengah
menyiapkan kegiatan peluncuran kampung budaya. Mulai dari tata rias lokasi
(makeup area), pentas seni tradisi, gelaran budaya, dan juga pasar ampiran.

“Rencananya ini akan kami adakan
kegiatan peluncuran kampung budaya dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan
di masa pandemi Covid-19,” jelas Wakil Ketua Lesbumi Kudus ini.

Sebagai informasi, konsep KBPW ini
mengusung ajaran Tapangeli dan Pager Mangkuk Sunan Muria. Keduanya merupakan
nilai dan laku filosofis yang dianut oleh masyarakat kaki gunung Muria dan
sekitarnya. Salah satu penerapan nilainya yakni dengan gemar bersedekah, gemar
menolong antarsesama dan tetap guyub rukun meski berbeda-beda.

Sementara itu, Kepala Desa Lau H.
Rawuh Hadiyanto mengaku bangga dan mengapresiasi keberhasilan warganya
tersebut. Ia juga mengajak kepada seluruh elemen agar bisa mencontoh semangat
warga Piji Wetan dalam memajukan desa.

“Alhamdulillah, bisa menjadi yang
terbaik se-Indonesia, semoga bisa dicontoh yang lainnya, untuk sama-sama
membangun dan memajukan Desa Lau tercinta,” sebutnya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suporter Persijap Minta Panpel Dievaluasi

    Suporter Persijap Minta Panpel Dievaluasi

    • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Suporter Persijap Jepara dari kelompok CNS/ @ultraspersijap JEPARA – Pertandingan home perdana menghadapi Persekat Tegal Minggu (4/9/2022) mendapat sorotan netizen dan Persijap fans. Sebab dalam laporan resmi jumlah penontom yang tercatat hanya 8.500 penonton, padahal stadion berkapasitas sekitar 15.000 penonton itu hampir dipenuhi penonton.  Karena itu mencuat dugaan ada yang mengarah pada upaya memperoleh keuntungan […]

  • Wakil Bupati Kudus Belinda saat mengunjungi pengungsi di Gulang.

    Jumlah Pengungsi di Kudus Capai 2.158 Jiwa, Terbanyak di Aula DPRD

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 1.667
    • 0Komentar

    KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus merilis pembaruan data pengungsi yang terdampak bencana. Berdasarkan update terbaru, total jumlah pengungsi mencapai 2.158 jiwa yang tersebar di sejumlah posko dan balai desa. Dari data yang dirilis per 17 Januari 2026, lokasi dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Aula DPRD Kudus dengan 905 jiwa dari 360 kepala keluarga. Di […]

  • Kostum Garuda Jepara Raih The Best di Malang Culture Carnival

    Kostum Garuda Jepara Raih The Best di Malang Culture Carnival

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 439
    • 0Komentar

    JEPARA – Bayu Supriyono, lelaki asal Jepara yang juga seniman kondang berhasil menjuarai kontes kostum etnik dalam gelaran Malang Culture Carnival akhir pekan lalu. Gelaran busana carnival tersebut merupakan even nasional yang memang menjadi sarana untuk memunculkan seniman-seniman kostum etnik. Dalam gelaran tersebut, Bayu dengan Luna Art Carnival-nya mengikutsertakan lima busana carnival bertemakan nusantara. Kostum […]

  • Kunjungan ke Kudus, Menteri PKP Tekankan Pentingnya Pemerataan Ekonomi Melalui Program Perumahan

    Kunjungan ke Kudus, Menteri PKP Tekankan Pentingnya Pemerataan Ekonomi Melalui Program Perumahan

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 664
    • 0Komentar

    KUDUS – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Menteri Ara, mengajak para pengusaha untuk meneladani sikap Presiden Prabowo Subianto yang mendorong dunia usaha agar tidak hanya mengejar keuntungan pribadi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil. Pesan tersebut disampaikan Maruarar saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kudus, Kamis […]

  • Petani Lesu, Cabai Merah Cuma 5 Ribu

    Petani Lesu, Cabai Merah Cuma 5 Ribu

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 358
    • 0Komentar

      Salah seorang petani cabai dari Desa Sidoarjo Kecamatan Wedarijaksa, Pati. PATI – Harga cabai anjlok di tingkat petani. Dari yang pernah 30 ribu perkilogram menjadi 5 ribu. Hal ini seperti yang dialami petani cabai di Desa Sidoarjo Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Salah seorang petabi cabai, Wario mengatakan, petani merugi pada masa panen kali ini. […]

  • Pelajar NU Jawa Tengah Tegas Lawan Hoaks

    Pelajar NU Jawa Tengah Tegas Lawan Hoaks

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Peserta serius memerhatikan materi seminar Lingkar Muria, SOLO – Fenomena hoaks menjadi isu seksi nasional yang diperbincangkan banyak orang hari ini,  mulai dari politisi di gedung parlemen hingga tukang becak di pinggiran jalan. Hoaks tumbuh subur bak jamur di musim penghujan. Penyebarannya begitu masif melalui sosial media yang hari ini keberadaannya tak terpisahkan dengan kehidupan […]

expand_less