Breaking News
light_mode

Kampung Budaya Piji Wetan Raih Penghargaan dari Kemendikbud

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 7 Okt 2020
  • visibility 1.060

Kegiatan rebbana di Kampung Budaya Piji Wetan 


KUDUS – Senyum mengembang dari
bibir Muhammad Zaini. Salah seorang inisiator Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW)
itu baru saja menerima kabar. Kerja kerasnya bersama masyarakat Piji Wetan
diganjar penghargaan.

Tidak main-main. Dapat dua
penghargaan sekaligus. Kampung Budaya Piji Wetan menjadi pemenang kedua
kategori naskah terbaik dan masuk daftar 30 peserta terbaik dari 486 desa yang
mendaftar dalam Lomba Cerita Budaya Desaku tingkat Nasional yang digagas Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Muhammad Zaini, merasa bersyukur
bisa meraih penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan anugerah
sekaligus amanah untuk melanjutkan kerja budaya bersama masyarakat Piji Wetan,
Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

“Tentu senang, tapi juga berat,
karena ke depan kita harus lebih semangat dalam merawat kampung budaya yang
kita usung ini,” ujar Zaini di rumahnya, Senin (05/10/20).

Kendati demikian, ia tetap yakin
kampung budaya ini bisa maju dan berkembang bermodalkan semangat guyub rukun
warga Piji Wetan. Saat ini, kata dia, warga secara gotong royong tengah
menyiapkan kegiatan peluncuran kampung budaya. Mulai dari tata rias lokasi
(makeup area), pentas seni tradisi, gelaran budaya, dan juga pasar ampiran.

“Rencananya ini akan kami adakan
kegiatan peluncuran kampung budaya dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan
di masa pandemi Covid-19,” jelas Wakil Ketua Lesbumi Kudus ini.

Sebagai informasi, konsep KBPW ini
mengusung ajaran Tapangeli dan Pager Mangkuk Sunan Muria. Keduanya merupakan
nilai dan laku filosofis yang dianut oleh masyarakat kaki gunung Muria dan
sekitarnya. Salah satu penerapan nilainya yakni dengan gemar bersedekah, gemar
menolong antarsesama dan tetap guyub rukun meski berbeda-beda.

Sementara itu, Kepala Desa Lau H.
Rawuh Hadiyanto mengaku bangga dan mengapresiasi keberhasilan warganya
tersebut. Ia juga mengajak kepada seluruh elemen agar bisa mencontoh semangat
warga Piji Wetan dalam memajukan desa.

“Alhamdulillah, bisa menjadi yang
terbaik se-Indonesia, semoga bisa dicontoh yang lainnya, untuk sama-sama
membangun dan memajukan Desa Lau tercinta,” sebutnya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga SMP di Pati Ini Sabet Penghargaan Adiwiyata Nasional

    Tiga SMP di Pati Ini Sabet Penghargaan Adiwiyata Nasional

    • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    PATI – Prestasi membanggakan datang lagi dari Bumi Mina Tani. Tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Pati berhasil menyabet penghargaan sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional. Hal itu diungkapkan Kasi Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup M. Ihsan, yang sekaligus menjadi pembina sekolah adiwiyata di Kabupaten Pati. Ketiga sekolah tersebut adalah SMPN 1 Wedarijaksa, SMPN 5 […]

  • Pelajar NU Jawa Tengah Tegas Lawan Hoaks

    Pelajar NU Jawa Tengah Tegas Lawan Hoaks

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Peserta serius memerhatikan materi seminar Lingkar Muria, SOLO – Fenomena hoaks menjadi isu seksi nasional yang diperbincangkan banyak orang hari ini,  mulai dari politisi di gedung parlemen hingga tukang becak di pinggiran jalan. Hoaks tumbuh subur bak jamur di musim penghujan. Penyebarannya begitu masif melalui sosial media yang hari ini keberadaannya tak terpisahkan dengan kehidupan […]

  • Warga Pati yang Dirawat di RSUP Kariyadi Dinyatakan Negatif Difteri

    Warga Pati yang Dirawat di RSUP Kariyadi Dinyatakan Negatif Difteri

    • calendar_month Kam, 21 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Seorang pasien yang sebelumnya diduga terkena wabah penyakit difteri, kemarin sudah dinyatakan negatif. Kepastian hasil negatif ini menyusul hasil laboratorium di RS Kariyadi Semarang. Sebelumnya pasien dari Pati ini sudah beberapa hari dirawat di Semarang, sebab menunjukkan gejala-gejala penykait difteri. Sepert, mengalami pusing kepala hebat, demam, rasa kaku di tenggorokan, dan juga […]

  • DPRD Dorong Disdikbud Dirikan Museum Sejarah di Pati

    DPRD Dorong Disdikbud Dirikan Museum Sejarah di Pati

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

      Peneliti melihat situs watu payon di wilayah Pegunungan Muria Pati Kesadaran akan pentingnya kehadiran museum semakin meluas. Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB mendorong dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati untuk mendirikan museum guna menyimpan temuan bersejarah. PATI – Keberadaan museum di Kota Pati  menjadi atensi Komisi D DPRD Pati. […]

  • Ketua Komisi C DPRD Pati Minta DLH Rutin Kordinasi Soal Sampah

    Ketua Komisi C DPRD Pati Minta DLH Rutin Kordinasi Soal Sampah

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.193
    • 0Komentar

    PATI – Komisi C DPRD Kabupaten Pati meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) rutin melakukan koordinasi terkait rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik. Dewan ingin dilibatkan agar bisa memantau perkembangan program tersebut sekaligus membantu memfasilitasi kebutuhan regulasi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto. Menurutnya, sinergi yang baik antara […]

  • Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Dewi Wulandari Alam tidak hanya dapat mengusir penat serta tempat lari dari kejenuhan rutinitas, apalagi hanya latar berswafoto. Alam lebih dari itu, alam dapat memberikan banyak sekali pelajaran. Hal itu yang diyakini Dewi Wulandari. Perempuan kelahiran Jambi, 10 Februari 2000 ini medapat banyak sekali pelajaran dari alam yang pernah ia jelajahi. ”Dari alam saya dapatkan […]

expand_less