Breaking News
light_mode

Gus Miftah Berceramah di Hadapan Ratusan Pekerja Karaoke Pati

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
  • visibility 62

PATI – Dai kondang Gus Miftah memberikan ceramah di hadapan ratusan Lady Companion (LC) atau pemandu karaoke di Kabupaten Pati, Selasa (29/4/2025).

Acara yang bertajuk “Pengajian Tombo Ati bersama Gus Miftah” ini digelar di Cafe & Karaoke Permata, Puri, Kecamatan Pati, dan dihadiri oleh ratusan LC dan pekerja karaoke lainnya. Suasana pengajian semakin meriah dengan kehadiran pelawak Cak Percil yang turut meramaikan acara dengan guyonan khasnya.

Gus Miftah, dalam ceramahnya, menyatakan bahwa “dunia malam” telah menjadi medan dakwahnya sejak awal. Ia bahkan berkelakar menyebut tempat hiburan malam sebagai “Pusat Kesenangan Mas-Mas” (Puskesmas).

“Karakter dakwah kami. Pertama, kebangsaan. Kedua, basic saya sejak awal ketika terjun ke dunia dakwah adalah di wilayah yang dianggap marjinal. Alhamdulillah saya kembali ada waktu untuk menjumpai sahabat-sahabat kita di tempat seperti ini. Kebetulan hari ini rezekinya di Pati,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, Gus Miftah mengambil hikmah dari kisah sahabat Nabi, Nu’aiman, seorang sahabat yang dekat dengan Nabi namun gemar bermaksiat.

“Nu’aiman adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi, tapi dia suka mabuk. Dia ahli maksiat, tapi mencintai Allah dan Nabi Muhammad. Para sahabat Nabi yang lain melaknat Nu’aiman karena menganggap dia fasik, orang yang rusak agamanya. Kepada para sahabat Nabi justru berkata, janganlah kalian melaknat Nu’aiman. Karena hatinya sangat mencintai Allah dan Rasulullah,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa maksiat memang salah, namun hal itu tidak seharusnya mengurangi rasa cinta kepada Allah dan Nabi.

“Iman seseorang itu hilang bukan karena maksiat, melainkan karena kesombongan. Maka kalau hari ini kamu masih suka mabuk, jangan pernah menjadikan hatimu jauh dari Allah dan Rasulullah,” tegasnya.

Gus Miftah juga mengungkapkan ungkapannya, “cukuplah bodimu yang bermaksiat, hatimu jangan,” yang menurutnya sering disalahpahami. Intinya, meski bermaksiat, seseorang tidak boleh kehilangan Allah di dalam hatinya.

Sebagai analogi, Gus Miftah menceritakan pengalamannya melihat pelelangan batu bacan bertuliskan lafaz Allah seharga Rp 3 miliar di TMII.

“Ketika itu ada batu bacan, di dalamnya ada lafaz Allah. Waktu itu dilelang, kalau tidak salah laku Rp 3 miliar. Padahal batu itu benda mati. Ketika di dalamnya ada kalimat Allah, laku semahal itu. Coba Anda bayangkan ketika dalam hatimu ada Allah. Berapa nilainya? Tak terhingga!” tuturnya.

Usai pengajian, Gus Miftah menjelaskan bahwa dakwahnya di tempat hiburan malam seperti rem kendaraan.

“Yang sering kita lupa, ketika berada di dunia seperti ini, yang orang bilang dugem, dunia gemerlap, kita biasanya lepas kontrol. Ini yang saya bilang terlena. Bahwa dunia malam ketika tidak ada rem, orang akan terlena. Kewajiban kita mengingatkan kembali agar mereka tidak terlena,” katanya.

Ia juga mencontohkan kasus mahasiswi di Jogja yang bekerja di dunia malam untuk membiayai kuliah namun lupa dengan kuliahnya setelah mendapatkan uang.

“Ada banyak mbak-mbak yang bekerja di tempat seperti ini alasannya untuk mencukupi kebutuhan anak, tapi begitu punya uang, lupa dengan anaknya. Begitu juga yang punya alasan untuk menafkahi orang tuanya. Maka fungsi pengajian itu tidak hanya meningkatkan keimanan, melainkan juga manajemen keuangan, bagaimana agar mereka tidak meninggalkan niat awalnya,” jelasnya.

Gus Miftah menegaskan komitmennya untuk terus berdakwah di dunia malam dan mempertahankan gaya dakwahnya yang khas.

“Karakter mau diubah bagaimana? Kalau saya berperilaku lebih santun di tempat seperti ini, mungkin malah mereka tidak mau mendengarkan saya. Jangan berubah lah,” tandasnya.

Musyafak, pengusaha karaoke yang menjadi inisiator pengajian, mengungkapkan bahwa keinginan untuk mengundang Gus Miftah sudah ada sejak dua tahun lalu.

“Namun saat ini kami diprakarsai oleh staf-staf utusan khusus presiden. Sehingga beliau mau hadir di Karaoke Permata ini. Kami sudah mencoba menawarkan pengajian bersama insan karaoke ini di GOR maupun di lapangan namun beliau tetap memilih di tempat karaoke ini,” jelasnya.

Sekitar 1.200 LC di Kabupaten Pati mendaftar, namun hanya ratusan yang dapat hadir karena keterbatasan tempat. Musyafak berharap pengajian serupa dapat dilakukan secara berkala.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Kawal Penambahan Tenaga Penyuluh Pertanian di Wedarijaksa

    DPRD Pati Kawal Penambahan Tenaga Penyuluh Pertanian di Wedarijaksa

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 93
    • 0Komentar

    PATI – Minimnya jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, dikeluhkan para penyuluh kepada Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan. Setiap penyuluh saat ini harus menangani 3 hingga 4 desa, mengakibatkan beban kerja yang sangat berat dan berdampak pada kualitas pendampingan petani. Hal ini terungkap saat Muslihan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan […]

  • Fasilitas Kesenian juga Mendesak Perbaikan

    Fasilitas Kesenian juga Mendesak Perbaikan

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    PATI – Mengenai kelayakan fasilitas kesenian di Kabupaten Pati rencananya juga akan diakomodir Komisi D DPRD Kabupaten Pati, dalam rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pelestarian seni dan budaya daerah. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Musalam Mas’ul. Menurutnya, pihaknya akan berupaya total mendukung kelestarian sekaligus kemajuan seni dan budaya tradisional Pati dari […]

  • Pimpinan DPRD Pati Segera Kebut Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan

    Pimpinan DPRD Pati Segera Kebut Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 64
    • 0Komentar

    PATI – Setelah dilantik, pimpinan DPRD Pati langsung fokus pada pembentukan alat kelengkapan dewan. Ali Badrudin menyatakan bahwa pembentukan ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Alat kelengkapan dewan yang akan dibentuk meliputi badan musyawarah, badan anggaran, badan kehormatan, badan pembuatan perda, dan komisi-komisi. Pembentukan alat kelengkapan dewan merupakan langkah penting untuk menunjang kelancaran tugas dan […]

  • Truk Tabrak Pengendara Motor dan Pejalan Kaki di Jalan Pati-Gabus, Satu Orang Tewas

    Truk Tabrak Pengendara Motor dan Pejalan Kaki di Jalan Pati-Gabus, Satu Orang Tewas

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 84
    • 0Komentar

    PATI – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Umum Pati–Gabus, tepatnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati pada hari Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden ini melibatkan sebuah truk Mitsubishi dengan nomor polisi K-9397-MS, sepeda motor Yamaha Mio bernomor K-2495-GK, dan seorang pejalan kaki. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya […]

  • Geger! Kenaikan PBB Pati 250%, HMI Pati Angkat Bicara

    Geger! Kenaikan PBB Pati 250%, HMI Pati Angkat Bicara

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 80
    • 0Komentar

    PATI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Pati menyatakan sikap resmi terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250% di Kabupaten Pati. Meskipun menyetujui kenaikan tersebut, HMI Pati mengajukan beberapa catatan penting demi transparansi dan efektivitas penerapannya. Pernyataan sikap ini tertuang dalam surat nomor 008/Sek.Pan/HMI-PATI/V/1446 yang ditandatangani Ketua HMI Cabang […]

  • Persijap Oasis Water, Masa Depan Industri Sepakbola Modern Indonesia

    Persijap Oasis Water, Masa Depan Industri Sepakbola Modern Indonesia

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Persijap Oasis Water menyambut musim kompetisi 2020 Musim kompetisi 2019 menjadi titik balik klub Persijap Jepara. Pergantian kepemilikan menjadikan Laskar Kalinyamat semakin kuat. Dari segi prestasi jelas. Musim lalu komplet. Naik kasta Liga 2 dengan status juara Liga 3 Nasional. Luar biasa. Musim ini Persijap kembali membikin heboh. Antara pro dan kontra. Dalam mengarungi Liga […]

expand_less