Breaking News
light_mode

Warga Tambaharjo Keberatan KDMP Memakan Area Lapangan Sepakbola

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
  • visibility 1.528

PATI – Perselisihan seputar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, terus berkembang. Warga mengemukakan keberatan karena pembangunan dinilai menempati sebagian area Lapangan Sepakbola Tambaharjo dan berdampak pada toko serta ruko di sekitar lokasi.

Abdul Jabar, Pembina Pemuda Tambaharjo sekaligus pengguna lapangan, menyatakan bahwa warga pada dasarnya tidak menolak pendirian KDMP, namun menginginkan keadilan dan kepastian terkait penggantian serta perbaikan fasilitas olahraga yang terdampak.

“Bukannya keberatan untuk pendirian KDMP. Warga itu meminta kembalian, imbang. Ada pembangunan KDMP, juga lapangan dibangun. Kami tidak mau janji-janji saja, tapi ada kepastian kapan lapangan dibangun dan diperbaiki,” ujar Abdul Jabar, Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan, lapangan sepak bola berperan penting bagi pemuda dan anak-anak sebagai sarana latihan dan kegiatan olahraga. Menurutnya, tanpa kepastian tertulis, perbaikan lapangan khawatir hanya menjadi janji belaka.

“Kalau sepak bola sudah dibunuh, kita mau olahraga di mana? Anak-anak ini mau ke mana? Kami minta surat pernyataan resmi, hitam di atas putih, kapan lapangan dibangun, supaya kami tidak terus meminta-minta,” tegasnya.

Abdul Jabar mengungkapkan bahwa pihak pemuda dan karang taruna telah menyetujui pembangunan KDMP dengan syarat lapangan sepak bola segera dibangun dan diperbaiki, setelah melakukan rembukan dan bertemu dengan Ketua BPD serta Kepala Desa. Namun, hingga kini belum ada surat pernyataan resmi dari pemerintah desa.

“Kami minta pembangunan KDMP tidak diteruskan dulu sebelum ada surat pernyataan resmi dari pemerintah desa,” pungkasnya.

Keberatan juga datang dari Sutarno, pemilik ruko di sekitar lapangan. Ia mengaku negosiasi yang telah dilakukan beberapa kali belum mencapai kesepakatan.

“Negosiasi sudah beberapa kali tapi tidak ketemu. Lebih baik KDMP itu dipindah ke tempat lain supaya tidak mengganggu fasilitas umum,” kata Sutarno.

Menurutnya, masih banyak lahan tanah kas desa di lokasi lain yang dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan fasilitas umum maupun usaha warga. Ia juga merasa terdampak secara ekonomi dan tidak mendapatkan kejelasan tentang nasib usahanya.

“Saya sudah berjualan di sini puluhan tahun, punya bukti keterangan dari desa. Kalau dibongkar, siapa yang bertanggung jawab atas ekonomi saya?” ujarnya.

Sutarno menilai sosialisasi pembangunan KDMP belum dilakukan secara menyeluruh dan transparan, dan menegaskan tidak akan menyetujui pembangunan tanpa kesepakatan tertulis yang jelas dan ditandatangani pemerintah desa.

“Kalau tidak ada hitam di atas putih, bermaterai, dan ditandatangani kepala desa, saya tidak sepakat. Harus ada kejelasan dan logika pembangunan, jangan sampai masyarakat yang terdampak justru diterlantarkan,” tandasnya.

Hingga berita ini dibuat, polemik pembangunan KDMP masih menunggu kejelasan dan kesepakatan resmi antara pemerintah desa, BPD, dan warga terdampak.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Kemajuan di Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan

    DPRD Pati Dorong Kemajuan di Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 299
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan signifikan di tiga sektor vital: pertanian, pendidikan, dan kesehatan. Peningkatan layanan di bidang-bidang ini dinilai krusial mengingat dampaknya yang luas terhadap hajat hidup masyarakat. Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyoroti potensi besar yang dimiliki Kabupaten Pati, khususnya di sektor pertanian. “Tentunya […]

  • DPRD Pati Kawal Pengelolaan Limbah Non-B3 PT Hwaseung Indonesia

    DPRD Pati Kawal Pengelolaan Limbah Non-B3 PT Hwaseung Indonesia

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 372
    • 0Komentar

    PATI – Warga Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati untuk membantu pengelolaan limbah non-B3 dari PT Hwaseung Indonesia (HWI). Audiensi yang dilakukan pada Jumat (23/5/2025) di ruang gabungan DPRD melibatkan Komisi B dan Komisi C. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengungkapkan bahwa warga mengeluhkan limbah pabrik […]

  • Sumur Berkah PMI Pati, Penyedia Puluhan Ribu Liter Air Bersih Setiap Hari untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan

    Sumur Berkah PMI Pati, Penyedia Puluhan Ribu Liter Air Bersih Setiap Hari untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 267
    • 0Komentar

    PATI, LINGKARMURIA.COM – Dalam upaya membantu masyarakat di puluhan desa yang terdampak oleh kekeringan ekstrim, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati telah menjalankan aksi luar biasa. PMI Pati memiliki sebuah sumur yang menghasilkan puluhan ribu liter air bersih setiap hari, tanpa henti. Ketua PMI Kabupaten Pati, Haryanto, menjelaskan bahwa sumur ini memiliki kedalaman 60 meter […]

  • Miris Lihatnya, Anak Sebatang Kara di Gembong-Pati Cacat Mental dan Fisik

    Miris Lihatnya, Anak Sebatang Kara di Gembong-Pati Cacat Mental dan Fisik

    • calendar_month Kam, 12 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Diasuh Tetangga, Masih Minim Uluran Tangan Malang benar nasib Santoso. Remaja yang mengalami cacat fisik dan mental itu hidup sebatang kara. Ayah serta ibunya meninggal di perantauan. Sehari-hari, kini Santoso diasuh tetangganya. Dari kejauhan, sebuah bilik kecil dari papan kayu menyita perhatian. Bentuknya lebih mirip kandang hewan ternak. Kurang layak untuk ditinggali orang sekarang. di […]

  • Daftar Jalur Alternatif Hindari Macet Saat Jembatan Juwana Ditutup

    Daftar Jalur Alternatif Hindari Macet Saat Jembatan Juwana Ditutup

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 823
    • 0Komentar

    Ilustrasi jalan alternatif Pengguna jalan yang melintas Pantura Juwana – Rembang harus paham jalur alternatif. Agar terhindar dari kemacetan. Sebab ditutupnya jembatan Juwana sebelah timur akibat kebakaran, hingga nanti dibongkar untuk dibangun kembali yang memakan waktu selama setengah tahun lebih. PATI – Pasca kebakaran 10 bangunan liar di kolong Jembatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, […]

  • Tiga Pemuda di Jepara Ditangkap Terkait Pengeroyokan yang Berujung Maut

    Tiga Pemuda di Jepara Ditangkap Terkait Pengeroyokan yang Berujung Maut

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 346
    • 0Komentar

    JEPARA – Tiga pemuda di Kecamatan Kembang, Jepara, ditangkap polisi atas dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban, MR (20), meninggal dunia. Ketiga tersangka, berinisial DK, BB, dan FQ, dibekuk Polres Jepara setelah melakukan penganiayaan brutal terhadap korban pada Sabtu (19/7/2025) pukul 16.15 WIB. Peristiwa bermula saat korban pulang menonton orkes di Desa Jinggotan. Di Jalan Raya […]

expand_less