Breaking News
light_mode

Desa Tempur Dapat Pelatihan Pengelolaan Limbah Bank Sampah Universitas Pancasila

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
  • visibility 271

 

Tim Universitas Pancasila mulai memberikan pelatihan pengelolaan limbah berbasis bank sampah untuk Desa Tempur

JEPARA – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Pancasila melaksanakan kegiatan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat dengan topik “Green Circular Economy Solusi Pengendalian Pencemaran Lingkungan di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dalam rangka pelaksanaan kegiatan Program Matching Fund (Kedaireka) KEMENDIKBUD Tahun 2022.

Selain itu, tim tersebut juga memberikan pelatihan bagaimana mengelola sampah melalui bank sampah dan memberikan pelatihan mengolah limbah sisa makanan untuk budidaya Maggot BSF dan pencacahan sampah plastik.

Kegiatan pelatihan pengelolaan bank sampah dilaksanakan pada tanggal 08 Agustus 2022 sampai dengan tanggal 15 Desember 2022 di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara yang difasilitasi oleh Kementerian Desa dan Pemerintah Desa Tempur sebagai mitra Universitas Pancasila.

Kegiatan ini dapat terlaksana karena adanya pendanaan program Matching Fund (Kedaireka) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama tahun pelaksanaan 2022. Sebagai Ketua Tim dari Universitas Pancasila dalam kegiatan ini adalah Dr. Budhi M. Suyitno, IPU yang juga sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Pancasila.

“Dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan Bank Sampah, terdiri dari beberapa rangkaian acara seperti survei kondisi eksisting pengelolaan sampah, pengukuran laju timbulan sampah, sosialisai dan pendampingan dalam pembentukan Bank Sampah Induk Desa Tempur,” kata Dr. Budhi M. Suyitno.

Selain itu, kegiatan lainnya adalah sosialisasi dan pelatihan dalam budidaya Maggot BSF yang akan diolah menjadi pakan ternaik. Lebih lanjut, pada kegiatan ini juga diadakan sosialisasi dan pelatihan untuk mendaur ulang sampah plastik melalui kegiatan pencacahan sampah plastik. Pada kegiatan ini juga terbentuk Bank Sampah Induk Desa Tempur dengan nama “Bank Sampah Tempur BERSERI”. 

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa Tempur yaitu Bapak Mariyono, A.MA. Dalam keterangannya menyampaikan bahwa masalah pengelolaan sampah di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara dapat diatasi melalui konsep Green Circular Economy yang akan meningkatkan nilai dari sampah. Lebih lanjut, Mariyono juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Universitas Pancasila sebagai mitra dalam pelaksanaan pengelolaan sampah dan diharapkan dapat menjalin kerjasama dalam pengembangan kerjasama di bidang lainnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Desa Tempur, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara yang diwakili oleh Bapak Duddy Ika Kurniawan S.Sos memberikan apresiasi yang sangat baik dari Universitas Pancasila melalui kegiatan Matching Fund sebagai realisasi dari program desa mandiri sampah. Lebih lanjut, Bapak Duddy juga menyampaikan bahwa Universitas Pancasila juga telah mempersiapkan naskah kebijakan pengelolaan sampah guna menunjang keberlajutan kegiatan Desa Mandiri di Desa Tempur.  

“Pengelolaan sampah melalui bank sampah merupakan salah satu metode yang dapat diaplikasikan oleh seluruh elemen masyarakat dalam rangka mengurangi laju timbulan limbah yang dikirim ke TPA. Selain itu, melalui bank sampah, pihak pemerintah desa juga dapat memperoleh transfer ilmu pengetahuan untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih baik, misalnya dengan menerapkan budidaya Maggot BSF untuk mengolah limbah sisa makanan yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” ujar Dr. Budhi M. Suyitno, IPU yang juga merupakan ketua tim dalam kegiatan tersebut.

Tim Universitas Pancasila dalam kegiatan ini terdiri melibatkan beberapa program studi seperti Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur dan Pariwisata. Kegiatan Matching Fund ini juga melibatkan beberapa dosen diantaranya Dino Rimantho, I Nyoman Teguh Prasidha, Vector Anggit Pratomo, Gunady Haryanto, Nungky Puspita. Selain itu, sebanyak delapan mahasiswa dari prodi tersebut diikutsertakan dalam rangka implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Universitas Pancasila. (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 306
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menekankan perlunya analisis mendalam terhadap potensi wisata unggulan di wilayah tersebut dalam upaya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Endah Sri Wahyungiati, anggota DPRD Pati dari Partai Golkar. “Pengembangan pariwisata di Kabupaten Pati harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan,” ujarnya. “Pemkab harus menganalisis potensi […]

  • Kecewa Soal Honor, Guru di Jepara Protes Keras

    Kecewa Soal Honor, Guru di Jepara Protes Keras

    • calendar_month Sen, 2 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    SUMBER FOTO : jateng.tribunnews.com JEPARA – Ribuan guru SD dan SMP di Kabupaten Jepara melakukan aksi turun jalan, Senin (2/7/2018). Mereka melakukan protes lantaran gaji guru honorer selama enam bulan belum dibayarkan. Aksi demo dilakukan dari Tugu kartini menuju depan Kantor Bupati Jepara. Sebelumnya mereka juga melakukan longmarch dari kecamatan-kecamatan. Ribuan guru tersebut menuntut agar […]

  • PMII Pati Kecam Kenaikan PBB 250 Persen, Buka Posko Aduan

    PMII Pati Kecam Kenaikan PBB 250 Persen, Buka Posko Aduan

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 243
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen pada tahun 2025. Kebijakan ini, yang bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pati dan Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII) Pati. […]

  • Pati Bergelora, Ribuan Massa Dukung Ganjar-Mahfud di Kampanye Akbar

    Pati Bergelora, Ribuan Massa Dukung Ganjar-Mahfud di Kampanye Akbar

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Kampanye akbar untuk pasangan capres-cawapres 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, yang digelar di Lapangan Kayen, Pati. Kampanye yang diadakan pada siang kemarin (29/01/2024) berhasil menarik ribuan massa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati. Lapangan Kayen dipenuhi oleh atribut berwarna merah, bendera, dan poster yang dibawa oleh para peserta kampanye. Peserta kampanye juga […]

  • Sosialisasikan Pilgub Jateng, KPU Gandeng Komunitas Vespa

    Sosialisasikan Pilgub Jateng, KPU Gandeng Komunitas Vespa

    • calendar_month Rab, 9 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan pengendara Vespa banjiri jalanan di Kota Pati, Minggu (6/5/18) sore kemarin. Selain melakukan kampanye safety riding, kegiatan yang bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati itu pun juga untuk mensosialisasikan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 yang akan dihelat pada 27 juni mendatang. Komisioner KPU Pati, Imbang Setiawan mengatakan, pihaknya mengaku bisa belajar dari prinsip yang […]

  • Nyadong Syafaat Bagi Negeri

    Nyadong Syafaat Bagi Negeri

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan malam nisfu sya’ban (20/4) kemarin, ngaji ngAllah Suluk Maleman mengangkat tema menarik: Nyadong Syafa’at Kanjeng Nabi. Ini adalah edisi pengajian tersebut yang ke 88. Menurut Anis Sholeh Ba’asyin, tema ini diangkat karena setidaknya ada sebagian masyarakat, atau bahkan sebagian besar masyarakat, yang kuatir dan takut bila eskalasi politik yang memanas pasca pilpres berkembang […]

expand_less