Breaking News
light_mode

Mandi Sampai Pagi di Blumbang Sarean Kajen Malam Suro

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
  • visibility 116

Suasana mandi di kolam belakang makam Syeh Ahmad Mutamakkin Kajen
PATI Toyib, 17, sama sekali tak menggigil kedinginan. Walaupun
sudah lebih 30 menit berendam di semua kolam besar di belakang makam Syeh Ahmad
Mutamakkin Kajen tersebut. Sabtu (31/8) malam lalu, area kolam yang tepat
bersebelahan dengan balai desa tersebut penuh sesak. Baik oleh orang-orang dan
sepeda motor yang diparkir.

Orang-orang
datang mengerumun di kolam yang dikenal sebagai Blumbang Sarean itu. Dari mulai
anak-anak remaja tanggung, hingga orang dewasa. Sebagian besar anak laki-laki
semua. Hanya satu-dua terlihat ibu-ibu. Malam itu mereka menyebut sebagai
kegiatan mandi di awal tahun hijriah. Atau malam satu Suro.

Mandi di malam satu Suro seakan menjadi tradisi di kalangan
santri Kajen, tidak hanya santri, masyarakat di luar Desa Kajen pun
berbondong-bondong datang ke desa yang terkenal dengan pondok pesantrennya.

Kebiasaan ini sudah lama mengakar
di kalangan masyarakat
daerah
Margoyoso dan sekitarnya. Berbagai
latar belakang menjadi alasan melakukan ritual
mandi, yang lebih pas disebut berenang ini.

Kolam berbentuk persegi ini sudah
ramai selepas Isya’ dan bertambah ramai ketika tengah malam. Waktu isya’ sampai
sebelum pukul 11.00, biasanya anak-anak kecil yang mandi. Setelah itu giliran
usia dewasa. Semuanya laki-laki.

”Tiap tahun
selalu kesini, tiap malam Suro. Ikut-ikutan mandi saja di awal tahun.
Mungkin bisa berkah di tahun baru ini,” kata Toyib yang datang bersama teman
dan orang tuanya tersebut. Anak muda asal Waturoyo, Kecamatan Margoyoso ini mengaku
tak tahu secara pasti alasan ikut mandi di tempat itu.

Rofi’i
warga Desa Ngemplak Kecamatan Margoyoso mengungkapkan, tiap tahun bertepatan
dengan malam satu Suro
,
kolam berukuran
sekitar
30×60 meter ini selalu ramai. Terutama para remaja.

”Ritualnya ya membersihkan badan
karena menyambut tahun baru. Tapi ada cerita-cerita katanya dengan mandi malam
satu Suro di sini bakal enteng jodoh
juga. Selain itu,
kolam ini juga ada hubungannya dengan Mbah Mutamakin, mungkin ngalap berkah wali,” kata
Rofi’i.

Dimas,
salah satu santri yang turut mandi di kolom ini membenarkan. Pria berpostur
jangkung ini ikut mandi di kolam sebab percaya bakal berkah. ”Ngalap
berkah saja mas, tahun baru bersih diri
. Biar awet muda,” kata santri yang sudah empat
tahun tinggal di Kajen.

Sementara
itu, di berbagai literatur disebutkan, tradisi mandi di masyarakat Jawa lekat
dengan nilai filosofis. Mandi, berarti
membersihkan dan mensucikan kotoran atau najis. Hal itu berarti isyarat bahwa
pada malam 1 suro itu orang harus
mensucikan dirinya dari segala dosa dan perbuatan dosa dengan memohon magfirah Allah
Sang Maha Pengampun. Kemudian meniti hidup baru dengan langkah yang lebih
positif serta semangat baru pula.

Di momen-momen tertentu, mandi selalu menjadi bagian
dari ritual yang dijalankan. Sebagaimana maknanya untuk persiapan secara lahir
batin. (ars) 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota PPDB SMP 90 Persen Zonasi, 5 Persen Prestasi dan Pindahan

    Kuota PPDB SMP 90 Persen Zonasi, 5 Persen Prestasi dan Pindahan

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    PATI – Pada tahun ajaran 2019/2020, penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP didasarkan pada 90 persen sistem zonasi. Sisanya 5 persen prestasi, dan 5 persen lainnya adalah berdasarkan surat pindahan. Untuk zonasi tidak boleh kurang dari 90 persen. Harus diisi peserta didik dari zona tersebut. Sedangkan untuk prestasi dan pindahan maksimal diisi masing-masing 5 persen. […]

  • Kenalkan Literasi Sejak Dini, Anak-anak di Kudus Diajak Jelajahi Perpustakaan Umum yang Ramah Anak

    Kenalkan Literasi Sejak Dini, Anak-anak di Kudus Diajak Jelajahi Perpustakaan Umum yang Ramah Anak

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.113
    • 0Komentar

    KUDUS — Ribuan mata anak-anak penuh semangat menginjakkan kaki di gedung baru Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus yang terletak di komplek Balai Jagong. Ribuan anak dari berbagai jenjang pendidikan mulai taman kanak-kanak hingga sekolah dasar mengikuti kunjungan yang bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya literasi sejak usia dini sekaligus memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang kini menghadirkan suasana lebih modern […]

  • DPRD Pati Dorong Produk Lokal Mampu Bersaing di Kancah Global

    DPRD Pati Dorong Produk Lokal Mampu Bersaing di Kancah Global

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 140
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan dukungan penuh terhadap produk lokal untuk bersaing dengan produk nasional maupun impor. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Pati, Yeti Kristianti, yang menilai produk-produk dari Pati memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk lain. “Di Pati sebetulnya banyak juga produk lokal yang sangat bagus dan […]

  • Polresta Pati Tingkatkan Patroli Keamanan di Objek Wisata Selama Libur Lebaran

    Polresta Pati Tingkatkan Patroli Keamanan di Objek Wisata Selama Libur Lebaran

    • calendar_month Jum, 4 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 159
    • 0Komentar

    PATI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati meningkatkan patroli pengamanan di sejumlah objek wisata di Kabupaten Pati selama Operasi Ketupat Candi 2025. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung selama periode libur Lebaran. Patroli yang dilakukan Subsatgas Pengamanan Objek Wisata (Pam Objek Wisata) Polresta Pati pada Rabu, 2 April 2025, dimulai pukul 08.00 […]

  • DPRD Pati Minta Disdukcapil Tindaklanjuti Pemalsuan KK untuk PPDB 2024

    DPRD Pati Minta Disdukcapil Tindaklanjuti Pemalsuan KK untuk PPDB 2024

    • calendar_month Kam, 11 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 133
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati telah memanggil beberapa pihak terkait kasus pemalsuan Kartu Keluarga (KK) yang digunakan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pihak yang dipanggil untuk rapat bersama DPRD Pati termasuk panitia PPDB SMAN 1 Pati, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil […]

  • Menyorot Kondisi Ekologi Muria

    Menyorot Kondisi Ekologi Muria

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Temuan Bangkai Macan Tutul “Alarm” Hutan Muria Bermasalah Ngobrol tentang Muria dan konservasinya Kursi-kursi di Kafe Wis Go Ngopi, mulai penuh. Beberapa anak muda asyik ngobrol di satu sudut terpisah. Obrolan-obrolan kecil membuat hangat malam yang sedang dingin itu (23/2/2020). Mereka para pegiat lingkungan, pecinta alam, tukang mendaki gunung. Obrolan tentang kondisi ekologi Pegunungan Muria […]

expand_less