Breaking News
light_mode

Tingginya Indikasi Gangguan Mental Anak, Edy Wuryanto Dorong Kemenkes Bertindak

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
  • visibility 3.169

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyuarakan keprihatinan mendalam atas temuan pemerintah yang menunjukkan tingginya indikasi gangguan kesehatan jiwa pada anak.

Data skrining dari program Cek Kesehatan Gratis yang dirilis Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa hampir 10 persen dari sekitar 7 juta anak yang diperiksa menunjukkan gejala kecemasan dan depresi. Edy Wuryanto menegaskan bahwa angka ini menuntut perhatian serius dari seluruh pihak terkait.

Menurut Edy, persoalan kesehatan mental pada anak kini bukanlah isu marginal dan harus ditangani dengan serius. Ia menekankan perlunya negara memperkuat sistem penanganan sejak dini, terutama melalui pelayanan kesehatan primer.

“Penanganan kesehatan jiwa anak harus lebih didorong pada pendekatan promotif, preventif, dan deteksi dini terhadap gejala gangguan mental ringan. Jangan menunggu sampai kondisi anak memburuk hingga menimbulkan disabilitas,” ungkap Edy.

Politisi dari PDI Perjuangan ini secara tegas menyatakan bahwa penguatan pelayanan kesehatan primer, khususnya Puskesmas dan Posyandu, wajib menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak. Ia menilai layanan yang dekat dengan masyarakat adalah yang paling efektif untuk pemantauan dan intervensi awal.

“Puskesmas dan Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan di masyarakat. Di sinilah deteksi awal masalah kesehatan jiwa anak dapat dilakukan secara lebih cepat dan sistematis,” jelasnya.

Edy juga menyoroti pentingnya melibatkan kader kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanganan dini gangguan kesehatan jiwa. Ia berpendapat, kader kesehatan yang selama ini aktif di masyarakat harus mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan mental pada anak.

“Kader kesehatan perlu dilatih untuk mengenali gejala dan masalah gangguan jiwa sejak dini. Mereka juga dapat mendampingi keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan jiwa anak,” paparnya.

Lebih jauh, kader diharapkan bisa memberikan pendampingan kepada keluarga terkait langkah yang harus diambil jika ada anggota keluarga yang berisiko mengalami gangguan jiwa, serta mengarahkan mereka ke fasilitas layanan kesehatan yang tepat.

Dalam konteks penguatan layanan berbasis komunitas, Edy melihat peran Posyandu perlu diperluas cakupannya, tidak hanya sebatas kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental.

“Peran Posyandu perlu diperkuat. Jika diperlukan, Posyandu dapat menambah meja layanan baru atau meja keenam yang khusus menyediakan konseling kesehatan jiwa bagi anak dan keluarga,” ujar Legislator Dapil Jawa Tengah III ini.

Untuk merealisasikan ini, Edy mengusulkan penguatan kapasitas tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan dengan pembekalan lanjutan dalam penanganan awal kasus kesehatan jiwa, serta pengetahuan bagi kader Posyandu untuk mendeteksi dan menuntun masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut.

Ia lebih lanjut mendorong Kementerian Kesehatan untuk segera menyusun pedoman dan regulasi yang lebih jelas terkait pelayanan kesehatan jiwa di tingkat pelayanan dasar.

“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan perlu menyusun pedoman dan regulasi pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas dan Posyandu. Hal ini penting karena pelayanan kesehatan dasar berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga perlu ada standar nasional yang jelas,” tegas Edy.

Edy menambahkan, penanganan kesehatan jiwa anak harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan komunitas.

Dengan sistem deteksi dini yang kuat dan dukungan lingkungan yang sehat, diharapkan masalah kesehatan mental pada anak dapat ditangani lebih cepat dan mencegah dampak yang lebih serius di masa depan.

“Investasi terbesar bangsa adalah pada generasi muda. Kesehatan jiwa anak harus dijaga sejak dini agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Usulkan Revitalisasi Plaza Pragolo

    Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Usulkan Revitalisasi Plaza Pragolo

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 272
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Danu Ikhsan, mengusulkan revitalisasi Plaza Pragolo yang terletak di Jalan Raya Pati – Kudus, Margorejo. Plaza Pragolo, yang diproyeksikan sebagai pusat promosi dan penjualan produk unggulan Kabupaten Pati, dinilai kurang optimal dalam pengelolaannya dan membutuhkan pembenahan. “Plaza Pragolo harus direvitalisasi agar lebih maksimal dan dapat mendukung produk lokal karya masyarakat […]

  • Persijap Jepara Krisis Pertahanan, Mario Lemos Harus Putar Otak Jelang Lawan Bhayangkara FC

    Persijap Jepara Krisis Pertahanan, Mario Lemos Harus Putar Otak Jelang Lawan Bhayangkara FC

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara akan menghadapi Bhayangkara FC pada 27 Oktober 2025 di Stadion Sumpah Pemuda Lampung dalam lanjutan kompetisi Super League musim 2025/2026. Laga ini tentu menarik untuk dinantikan, apakah Persijap bisa bangkit dan mencuri poin di kandang lawan, atau justru terus terpuruk dengan hasil kekalahan. Persijap saat ini sedang dihadapkan pada masalah inkonsistensi […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Tingkatkan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

    DPRD Pati Dorong Pemkab Tingkatkan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 381
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk meningkatkan pemberdayaan dan pembinaan bagi kaum disabilitas, khususnya mereka yang telah tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati. Muntamah, anggota DPRD Pati, menyatakan bahwa PPDI Kabupaten Pati merupakan pionir komunitas yang berhasil memberdayakan kaum berkebutuhan khusus. “Kami sangat […]

  • Polisi Imbau Warga Tak Gunakan Listrik untuk Jebak Hama Setelah Insiden Maut di Juwana

    Polisi Imbau Warga Tak Gunakan Listrik untuk Jebak Hama Setelah Insiden Maut di Juwana

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 412
    • 0Komentar

    PATI – Seorang petani bernama M. Abdul Kholiq (51), warga Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, ditemukan meninggal dunia di sawahnya sendiri akibat tersengat aliran listrik pada Jumat pagi (03/10/2025). Korban diduga terkena jebakan listrik yang dipasang untuk mengendalikan hama tikus. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh Sentono (68) dan Sutopo (40), yang hendak […]

  • Bonus dari DPRD Menanti, Menang Lawan Bekasi City Harga Mati

    Bonus dari DPRD Menanti, Menang Lawan Bekasi City Harga Mati

    • calendar_month Kam, 8 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Pemain Persipa Pati sowan ke DPRD Pati PATI – Persipa Pati diharapkan menang saat menjamu FC Bekasi City di Stadion Joyokusumo, Minggu (11/9/2022). Sebab kemenangan ini menyangkut harga diri, karena FC Bekasi City merupakan nama dan identitas baru tim Putra Safin Grup (PSG) Pati.   Karena itu motivasi dilipatgandakan agar para pemain semakin bersemangat untuk bertanding […]

  • Bela Harga Diri Petani di Tulakan Jepara Putus Jembatan Tambang Ilegal

    Bela Harga Diri Petani di Tulakan Jepara Putus Jembatan Tambang Ilegal

    • calendar_month Sab, 8 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Para petani memotong kayu kelapa yang menjadi jembatan untuk akses tambang ilegal batuan di Sungai Kaligelis, Desa Tulakan, Donorojo, Jepara Sejumlah petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Utomo Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Jepara melakukan tindakan tegas. Mereka memotong jembatan yang menjadi akses tambang ilegal yang mengancam jaringan irigasi sawah mereka. JEPARA – […]

expand_less