Breaking News
light_mode

Inovasi Siswa MA Salafiyah Kajen: “Greencoat”, Cat Anti-Korosi Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Udang dan Daun Jambu Biji

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
  • visibility 434

PATI – Tim riset Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, berhasil menciptakan inovasi cat pelapis anti-korosi ramah lingkungan bernama “Greencoat”.

Inovasi ini mengantarkan mereka meraih juara 3 dalam kompetisi NIPRO (National Innovation Project) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, pada 4–5 Oktober 2025.

Alief Fachriza, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa “Greencoat” diciptakan sebagai respons terhadap banjir rob yang sering melanda wilayah pesisir.

“Akibat paparan air laut yang kaya ion klorida di wilayah tersebut dapat mempercepat proses korosi pada sistem rangka baut dan sistem suspensi kendaraan,” ujarnya saat ditemui di sekolahnya, Senin (13/10/2025).

Alief menambahkan bahwa pelapis anti-korosi konvensional memiliki kelemahan seperti biaya mahal dan kandungan toksik. Oleh karena itu, mereka menciptakan “Greencoat” yang ramah lingkungan, berbahan limbah kulit udang dan daun jambu biji.

“Produk greencoat ramah lingkungan dari kitosan yang kami peroleh dari limbah kulit udang yang melimpah di Kecamatan Margoyoso. Kemudian kami memperoleh tanin dari daun jambu biji yang kami peroleh di wilayah Kajen Margoyoso,” jelasnya.

Keunggulan “Greencoat” adalah sifatnya yang biodegradable dan lebih murah karena berbasis limbah lokal.

“Produk kami apabila diaplikasikan itu meskipun mengalami peluruhan secara bertahap yang dinamakan slow release itu membuktikan produk kami ramah lingkungan,” ungkap Alief.

Inovasi ini juga telah dipatenkan dan mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Produk ini sudah kami patenkan dengan sertifikat HAKI yang membuktikan bahwa inovasi yang kami kembangkan benar-benar baru dan belum pernah dipublikasikan oleh pihak lain,” tegasnya.

Isyarotuz Zakiyyah, guru pembimbing tim, mengungkapkan bahwa kendala utama dalam pengembangan “Greencoat” adalah penentuan formula yang tepat.

“Pembuatan formulasinya memerlukan waktu yang cukup lama, karena kita melakukan uji coba berulang kali dengan metode trial dan error,” ujarnya.

Proses ini memakan waktu sekitar dua bulan hingga formula yang efektif ditemukan.

Kepala MA Salafiyah Kajen, Masrukhan, menyampaikan dukungannya terhadap inovasi siswa.

“Saya atas nama pimpinan lembaga sangat bersyukur. Ini menunjukkan bahwa MA Salafiyah konsen dengan perkembangan riset dan kami selalu berkomitmen untuk membuat madrasah kami lebih maju,” ungkapnya.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulan Puasa Tarung Derajat Pati Non Stop Latihan untuk Porprov

    Bulan Puasa Tarung Derajat Pati Non Stop Latihan untuk Porprov

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Latihan tarung derajat di Desa Sidoharjo, Pati.  Bulan puasa tidak menghalangi intensitas latihan yang dilakukan oleh cabor tarung derajat Kabupaten Pati. Untuk menyongsong even Porprov pada bulan Agustus nanti, selama bulan puasa para atlet terus berlatih keras. PATI – Waktu efektif persiapan Porprov tinggal kurang dari 4 bulan saja. Karena itu persiapan terus digeber. Hal […]

  • Gelar Tourism Expo, Targetkan Ribuan Pengunjung

    Gelar Tourism Expo, Targetkan Ribuan Pengunjung

    • calendar_month Jum, 6 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Pati Torism Expo 2018 dibuka secara resmi hari ini Sabtu (7/3/18) di Pasar Produk Unggulan Pragfolo. Puluhan stand aneka produk khas Pati dan juga layanan, akan menyambut para pengunjung yang diperkirakan datang dari berbagai daerah ini. Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati, Wiyadi menuturkan, ada sejumlah 64 […]

  • DPRD Pati Apresiasi Program Cek Kesehatan Gratis Dinkes 

    DPRD Pati Apresiasi Program Cek Kesehatan Gratis Dinkes 

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 324
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mendapat apresiasi dari DPRD atas program cek kesehatan gratisnya. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, menilai program ini sangat bagus dan telah menjangkau berbagai kalangan. Upaya Dinkes mendatangi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memfasilitasi pegawai memanfaatkan cek kesehatan gratis dinilai positif. “Program ini sudah menjangkau OPD dan […]

  • Ansor Pati Kirim Mainan dan Jajanan untuk Anak-Anak Korban Banjir

    Ansor Pati Kirim Mainan dan Jajanan untuk Anak-Anak Korban Banjir

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Anak-anak korban banjir dapat jajan dan mainan  PATI – Pimpinan Cabang GP Ansor Pati memberikan pemulihan trauma atau trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kegiatan tersebut digelar di Desa Kedungpancing Kecamatan Juwana Ahad (14/2/2021). Menggandeng Komunitas Pecinta Kucing (Kotaku) Pati mereka berkolaborasi memberikan kegiatan permainan dan mendongeng. Tak hanya itu, mereka membagikan tak kurang dari […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Bayar Iuran PBI BPJS Kesehatan Dibayar Penuh dan Tepat Waktu

    DPRD Pati Minta Pemkab Bayar Iuran PBI BPJS Kesehatan Dibayar Penuh dan Tepat Waktu

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.851
    • 0Komentar

    PATI – Bidang kesehatan menjadi perhatian khusus DPRD Pati, terutama menyangkut kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang menjadi kewajiban pemerintah daerah. Ali Badrudin, Ketua DPRD Pati, menyatakan bahwa pihaknya mengajukan usulan agar iuran PBI yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pati dibayarkan secara penuh dan tepat waktu. Tujuannya adalah untuk menghindari kondisi di […]

  • Muhamad Susanto Guru Agama yang Gemar Bercerita

    Muhamad Susanto Guru Agama yang Gemar Bercerita

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Muhamad Susanto saat mengajar anak didiknya di MTsN 2 Jepara belum lama ini Bercerita Bikin Pelajaran Agama Gembira Mengajar mata pelajaran agama di sekolahan mesti kreatif. Jika tidak, anak-anak akan mudah sekali bosan terhadap pelajaran. Sebab pelajaran agama biasanya sering disampaikan seperti orang berceramah. Muhamad Susanto menyadari hal tersebut. Lulusan IAIN Kudus itu pun berusaha […]

expand_less