Breaking News
light_mode

Menjaga Muria, Menjaga Kehidupan: Ketika 14 Macan Tutul Menjadi Harapan Terakhir

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
  • visibility 22.690

Di tengah krisis ekologi yang makin nyata, sebuah kabar gembira muncul dari rimba Gunung Muria: masih ada 14 individu macan tutul jawa yang bertahan hidup. Mereka bukan sekadar satwa liar—mereka adalah simbol harapan terakhir dari keseimbangan ekosistem yang semakin rapuh.

Bukan tanpa perjuangan keberadaan mereka terus lestari. Di balik kabar ini berdiri sekelompok pemuda yang menamakan diri mereka Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria). Mereka bukan akademisi atau pegawai konservasi resmi, tapi warga biasa yang memutuskan untuk mencintai hutan secara aktif. Mereka masuk ke belantara Muria bukan sekadar untuk menikmati sunyi, tetapi untuk menjaga kehidupan—dengan memantau jejak, mendeteksi feses, hingga memasang kamera jebak demi satu hal: memastikan macan tutul jawa belum punah.

Patroli hutan, pendekatan pada pemburu liar, dan edukasi kepada masyarakat bukan hal yang mudah. Tapi mereka percaya, hutan yang dijaga bukan hanya untuk macan tutul, tapi untuk kita semua. Mereka menolak logika pendek: menebang kayu untuk hari ini, dan justru membuka mata bahwa hutan yang lestari dapat menghadirkan pemasukan lewat ekowisata.

Yang mereka bangun di Colo adalah contoh: kopi, parijoto, hingga “wisata jejak macan tutul” menjadi alternatif nyata yang berkelanjutan. Ini bukan mimpi idealis. Ini bukti bahwa konservasi bisa berpihak pada masyarakat, tanpa kehilangan nilai ekologisnya.

Namun apa artinya 14 ekor macan tutul jika masyarakat dan negara tak bergerak bersama? Jika mereka punah, itu bukan sekadar hilangnya satu spesies. Itu lonceng kematian bagi sistem penyangga kehidupan yang jauh lebih besar. Macan tutul adalah predator puncak, pengatur alami populasi satwa lain. Hilangnya mereka berarti hutan akan kehilangan keseimbangan—dan kita pun perlahan kehilangan sumber air, udara bersih, dan tanah yang subur.

Dikutip dari Liputan Pusparagam Muria Majalah National Geographic Indonesia, Pakar konservasi seperti Prof. Hendra telah mengingatkan: konservasi bukan hanya tugas negara, tapi tanggung jawab bersama. UU 32 Tahun 2024 bahkan telah menegaskan peran masyarakat lokal sebagai garda depan pelestarian lingkungan. Maka ketika generasi muda seperti PEKA Muria bergerak, negara mestinya hadir bukan sebagai birokrat pengawas, tapi mitra yang memperkuat.

Inisiatif seperti ini tak seharusnya dibiarkan berjalan sendiri. Ia perlu direplikasi, didukung, dan diberi ruang berkembang. Sebab yang sedang dipertaruhkan bukan cuma keberadaan 14 ekor macan tutul—tetapi masa depan kita bersama.

Gunung Muria bukan sekadar lanskap. Ia adalah paru-paru, sumur, dan warisan hidup. Maka melindungi Muria bukanlah pilihan ekologis belaka, tapi pilihan moral dan sosial.

Dan barangkali, lewat tapak kaki macan tutul, kita sedang diajak untuk kembali menapaki jalan pulang menuju harmoni dengan alam. []

  • Penulis: Abdul Adhim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lesbumi PCNU Kudus Mengusung Sastra Purbakala dalam LWF 2025

    Lesbumi PCNU Kudus Mengusung Sastra Purbakala dalam LWF 2025

    • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 304
    • 0Komentar

    KUDUS – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kudus akan menggelar Lesbumi Writers Festival (LWF) 2025 dengan tema “Sastra Purbakala”. Festival ini akan berlangsung di Kompleks Museum Purbakala Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, pada Minggu, 28 September 2025. Ketua Lesbumi PCNU Kudus, Abu Hasan Asy’ari, menyatakan bahwa festival literasi dan kebudayaan ini […]

  • Mansata Indah Maratona Raih Gelar Kartini Masa Kini, Jadi Teladan Perempuan Berkontribusi

    Mansata Indah Maratona Raih Gelar Kartini Masa Kini, Jadi Teladan Perempuan Berkontribusi

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 25.040
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Mansata Indah Maratona mendapatkan penghargaan istimewa sebagai Kartini Masa Kini yang diberikan oleh Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Grobogan. Penobatan tersebut berlangsung dalam acara Talkshow Kartini Muda yang digelar di wilayah Grobogan pada Sabtu (25/4/2026). Pemberian gelar ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan bentuk apresiasi dan pengakuan resmi terhadap dedikasi […]

  • Kodim Pati Sebulan Sekali Genjot Beladiri

    Kodim Pati Sebulan Sekali Genjot Beladiri

    • calendar_month Sab, 28 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

     Para anggota Kodim 0718/Pati sedang melakukan pemanasan sebelum memulai latihan Yongmoodo pagi kemarin.  Para anggota Kodim 0718/Pati sedang melakukan pemanasan sebelum memulai latihan Yongmoodo pagi kemarin. PATI – Tidak hanya baris-berbaris, dan pegang senjata, minggu militer juga diisi kegiatan latihan beladiri. Anggota Kodim 0718/Pati setiap minggu keempat dalam sebulan selalu mengasah kegiatan beladiri jenis Yongmoodo. […]

  • Anggota Komisi B DPRD Pati : Luas Tambah Tanam Dorong Peningkatan Kualitas dan Kuantitas

    Anggota Komisi B DPRD Pati : Luas Tambah Tanam Dorong Peningkatan Kualitas dan Kuantitas

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.213
    • 0Komentar

    PATI – Target Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Pati tahun 2026 diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan. Pemerintah daerah menargetkan capaian LTT tahun ini mencapai 119 ribu hektare, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Target tersebut merupakan amanat yang diturunkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada Pemerintah Kabupaten Pati. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, menilai […]

  • Empat Pilar Smart City Jepara Dapat Penghargaan

    Empat Pilar Smart City Jepara Dapat Penghargaan

    • calendar_month Sab, 15 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Trofi penghargaan untuk Kabupaten Jepara JEPARA – Pemkab Jepara menerima Penghargaan Smart City dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara. Penghargaan diterima Bupati Jepara Ahmad Marzuqi yang diwakili Sekretaris Daerah, Sholih, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Jumat (14/12/2018). “Ini merupakan penghargaan atas keberhasilan Pemkab Jepara dalam penyusunan Masterplan Jepara Smart City,” kata Kepala […]

  • Pilih Langsung Praktik

    Pilih Langsung Praktik

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Brilly Elfayuga Rhesanda Sumber : Istimewa Remaja cantik ini mempunyai trik khusus untuk belajar Bahasa Inggris. Pemilik nama Brilly Elfayuga Rhesanda memilih mengobrol langsung dengan bule untuk mengasah kemampuan bahasanya. Gadis yang akrab disama Brilly ini merasa cara seperti itu bisa langsung mengena. Kemampuan yang dimiliki juga bisa diaplikasikan langsung, sehingga lebih efektif dan efisien. […]

expand_less