Breaking News
light_mode

Kampung Budaya Piji Wetan Gelar Kirab Budaya Pager Mangkok untuk Lestarikan Ajaran Sunan Muria

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 6 Des 2024
  • visibility 189

KUDUS – Warga Dukuh Piji Wetan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, melaksanakan Kirab Budaya Pager Mangkok untuk memperkenalkan kembali ajaran bersedekah dari Sunan Muria.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka Festival Pager Mangkok #4 yang digagas oleh Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan pada Jumat (6/12/2024).

Ritual dimulai dengan arak-arakan gunungan hasil bumi dari Panggung Ngepringan menuju Punden Depok. Prosesi ini diikuti oleh ibu-ibu yang membawa nasi tomplingan, barisan anak-anak, serta tokoh agama dan warga setempat. Arak-arakan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Setibanya di Punden Depok, rombongan disambut dengan lantunan shalawat terbang papat, dilanjutkan dengan ritual pager mangkok yang menjadi simbol ajaran bersedekah.

Usai prosesi utama, warga berbondong-bondong berebut hasil bumi dari gunungan yang diarak. Tak ketinggalan, sekitar 1.000 bungkus nasi tomplingan yang dibalut daun pisang turut dibagikan kepada peserta kirab.

Koordinator kirab, Ulul Azmi, menjelaskan bahwa Kirab Pager Mangkok ini telah memasuki tahun keempat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya menghidupkan kembali nilai-nilai falsafah Sunan Muria, terutama ajaran “Pager Mangkok” dan “Tapangeli”.

“Pager Mangkok berasal dari pesan Sunan Muria yang berbunyi pagerono omahmu nganggo mangkok, artinya pagarilah rumahmu dengan bersedekah. Filosofi ini mengajarkan bahwa bersedekah lebih baik daripada mengutamakan simbol material seperti pagar tembok,” jelasnya.

Selain itu, falsafah Tapangeli yang berarti “mengarus tetapi tidak terbawa arus” juga disosialisasikan kepada masyarakat. Falsafah ini mengajarkan agar masyarakat tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada prinsip dan tidak terjerumus pada hal-hal negatif.

“Dua ajaran ini penting untuk diteruskan kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ungkap Ulul yang dikenal dengan nama panggung Citul.

Tahun ini, Festival Pager Mangkok mengusung tema “Labora(s)tories”. Melalui tema ini, Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan ingin menunjukkan bahwa budaya dan seni bisa menjadi wadah inklusif untuk semua kalangan, termasuk anak-anak muda.

“Semoga kegiatan semacam ini tetap tumbuh dan memunculkan generasi-generasi baru yang cinta akan seni dan budaya,” harapnya.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisinya Begini, Lapangan Stadion Joyokusumo Dikeluhkan

    Kondisinya Begini, Lapangan Stadion Joyokusumo Dikeluhkan

    • calendar_month Ming, 25 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

     Lingkar Muria, PATI  – Kondisi lapangan Stadion Joyokusumo dinilai buruk, dan tak layak. Kontur lapangan terlalu keras dan kondisi rumputnya juga tumbuh tak merata. Hal itu diungkapkan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Jamari. Kepada sejumlah wartawan, pria yang juga pemerhati olahraga di Bumi Mina Tani ini menyoroti kondisi lapangan Stadion Joyokusumo yang dinilai tidak layak […]

  • Resep Sayur Asem Jakarta yang Sedap dan Sehat

    Resep Sayur Asem Jakarta yang Sedap dan Sehat

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sayur asem Jakarta  Menu makan yang cocok disantap siang hari salah satunya adalah sayur asem. Sayur asem yang cukup terkenal adalah sayur asem Jakarta, yang melimpah jenis sayurnya. Inilah resep mnembuat sayur asem Jakarta yang sedap dan tentunya sehat. Sayur asem menjadi salah satu menu makanan sehari-hari yang menjadi favorit banyak orang. Hal itu dikarenakan […]

  • Manajer Baru Persiku : Juara dan Naik Kasta ke Liga 2

    Manajer Baru Persiku : Juara dan Naik Kasta ke Liga 2

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Logo Persiku Kudus/ Wikipedia  Manajer baru Persiku Kudus telah ditunjuk oleh Askab PSSI Kudus awal Juli tahun 2022 ini. Adalah Achmad Faisal yang mengemban tugas mengurus tim sepakbola kebanggaan warga Kota Kretek itu. Tak main-main dirinya menargetkan Persiku juara dan naik kasta Liga 2 KUDUS – Raut muka Achmad Faisal penuh dengan keyakinan bisa membawa […]

  • Warga Desa Watuaji Antusias Meriahkan Peluncuran Embung Pule Krentel

    Warga Desa Watuaji Antusias Meriahkan Peluncuran Embung Pule Krentel

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 189
    • 0Komentar

    JEPARA – Suasana meriah menyelimuti Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Jepara dengan diadakannya acara peluncuran Embung Pule Krentel, yang dihadiri oleh sekitar 200 warga desa, perangkat desa, Karang Taruna, Banom NU, mahasiswa KKN IPMAFA, TIM Outbound Watuaji, dan Camat Keling, pada Minggu (18/08/2024). Sebelum acara peluncuran resmi, warga diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan menarik. Jalan […]

  • IKA-PMII Pati Deklarasikan Dukungan untuk Muh Zen sebagai Calon Bupati Pati 2024

    IKA-PMII Pati Deklarasikan Dukungan untuk Muh Zen sebagai Calon Bupati Pati 2024

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 154
    • 0Komentar

    PATI – Muh Zen, seorang politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, didukung untuk maju sebagai calon Bupati Pati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Dukungan ini dinyatakan oleh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Pati. Pernyataan dukungan tersebut dilakukan dalam acara Halalbihalal IKA […]

  • Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    • calendar_month Sab, 2 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Dewi Wulandari Alam tidak hanya dapat mengusir penat serta tempat lari dari kejenuhan rutinitas, apalagi hanya latar berswafoto. Alam lebih dari itu, alam dapat memberikan banyak sekali pelajaran. Hal itu yang diyakini Dewi Wulandari. Perempuan kelahiran Jambi, 10 Februari 2000 ini medapat banyak sekali pelajaran dari alam yang pernah ia jelajahi. ”Dari alam saya dapatkan […]

expand_less