Breaking News
light_mode

Kopdar Miniatur Kapal Ramaikan Sedekah Laut di Juwana

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 17 Mei 2022
  • visibility 170
Miniatur kapal nelayan di Desa Bendar Kecamatan Juwana Pati

PATI – Kemeriahan sedekah laut di Juwana ditambah dengan kegiatan kopdar puluhan miniature kapal. Kegiatan ini digelar di Desa Bendar Kecamatan Juwana. Ada puluhan miniature kapal.

Tidak hanya kapal penangkap ikan saja, tetapi juga terlihat kapal tempur, pesiar, bahkan thousand sunny go yang merupakan kapal bajak laut topi jerami dalam serial anime Jepang, nampak di antaranya. Miniatur kapal ini dapat melaju di atas air layaknya kapal sebenarnya, dengan dikendalikan dengan sinyal remot kontrol. 

Pernak-perniknya pun sama persis dengan kapal pada umumnya. Misalnya saja untuk miniatur kapal porsein mulai dari jala, jangkar, lampu, pengeras suara, dan sebagainya dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Kedatangan miniatur kapal remot kontrol di kawasan Desa Bendar itu, memang bukan tanpa alasan. Namun untuk turut memeriahkan rangkaian acara Sedekah Laut. Puluhan miniatur tersebut tidak hanya datang dari eks-Keresidenan Pati saja, tetapi juga berasal dari daerah luar.

“Ini merupakan festival pesta laut yang digelar remote control (RC) Tawang Community. Jadi selain komunitas dari Tawang kita juga undang komunitas RC lain dari Wonokerto, Pekalongan, Krapyak, Rembang, Asemdoyo, Brebes, Batang,” ujar perwakilan RC Tawang, Mustofa, Senin (16/5/2022).

Lanjutnya, kebanyakan bentuk kapal yang dibuat berjenis kapal tangkap ikan, seperti cakalang, porsein, jaring tarik berkantong, ragan, dan jukung. Ini semata sebagai bentuk apresiasi kepada para nelayan lokal di Indonesia. Sekaligus bentuk kecintaan terhadap kapal lokal.

“Tapi kita tidak membatasi diri dalam komunitas, kita bebaskan. Sehingga banyak macamnya ada miniature kapal perang, kapal bajak laut, pesiar, banyak lah,” imbuhnya.

Begitu pun mesin yang dipakai untuk laju kapal masing-masing anggota bervariasi. Ada yang mengandalkan mesin elektrik, dynamo, mesin pemotong rumput, gergaji senso, bahkan mesin sepeda motor. 

“Ukuran masing-masing berbeda. Secara keseluruhan ada 60 kapal yang meramaikan festival pesta laut remote control (RC) Tawang Community,” terangnya.

Mustofa menambahkan, satu unit miniatur kapal remot kontrol setidaknya memakan waktu hingga dua bulan dalam pembuatannya. Untuk harganya sendiri mulai dari Rp3.000.000 – 8.000.000. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Lingkungan Hidup : Kudus Masuk Kategori Kota Kotor 

    Menteri Lingkungan Hidup : Kudus Masuk Kategori Kota Kotor 

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.299
    • 0Komentar

    KUDUS – Penilaian terhadap kebersihan sebuah daerah bukan sekadar soal estetika, melainkan cerminan dari keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola lingkungan. Itulah yang kini menjadi perhatian di Kabupaten Kudus. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, secara terbuka menyebut Kudus masih masuk dalam kategori kota kotor karena belum mampu memenuhi standar penilaian yang ditetapkan pemerintah pusat. […]

  • Wasit Jadi Sorotan, Persipa Pati Tahan Imbang Persikas Subang 0-0

    Wasit Jadi Sorotan, Persipa Pati Tahan Imbang Persikas Subang 0-0

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Laga playoff degradasi Liga 2 2024/2025 antara Persipa Pati dan Persikas Subang berakhir imbang tanpa gol (0-0) di Stadion Persikas, Subang, Selasa (28/1/2025). Hasil ini membuat kedua tim sama-sama mengoleksi 4 poin. Namun, Persipa Pati bernapas lega karena unggul selisih gol dan menempati peringkat kedua Grup Y, sementara Persikas Subang berada di peringkat […]

  • Tak Bosan Mancing Sebab Kebersamaan

    Tak Bosan Mancing Sebab Kebersamaan

    • calendar_month Kam, 14 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Ari Rahmawati Dokumen Pribadi Sebuah hobi terkadang memiliki titik kebosanan. Ada kalanya saat kecil gemar dengan menggambar, namun ketika beranjak dewasa kegemarannya itu mulai hilang dengan berbagai sebab. Akan tetapi tidak dengan yang dialami Ari Rahmawati, sejak kecil bahkan hingga sudah dewasa, perempuan kelahiran Pati, 14 Agustus 1994 ini tetap gemar memancing. ”Saat kecil saya […]

  • Anggota DPRD Pati: Nasi Gandul Butuh Inovasi dan Pemasaran yang Lebih Luas

    Anggota DPRD Pati: Nasi Gandul Butuh Inovasi dan Pemasaran yang Lebih Luas

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PATI – Danu Ikhsan Hariscandra, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDIP, menekankan pentingnya pelestarian nasi gandul, kuliner khas Pati. Ia menyoroti potensi inovasi seperti kemasan sarden yang memungkinkan nasi gandul dibawa kemana-mana, seperti yang telah dilakukan oleh Bumdes Desa Gajahmati. “Inovasi seperti itu sudah bagus, hanya saja kurangnya pemasaran,” ujar Danu. Ia menyarankan agar […]

  • Komplotan Pencuri Gas Melon di Pati Dibekuk, Ratusan Tabung Gas Disita

    Komplotan Pencuri Gas Melon di Pati Dibekuk, Ratusan Tabung Gas Disita

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 142
    • 0Komentar

    PATI – Komplotan pencuri spesialis gas melon atau gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Pati berhasil dibekuk pihak kepolisian. Ratusan tabung gas melon pun disita sebagai barang bukti. Pelaku, dua warga Kecamatan Juwana berinisial SRK alias Lan dan SPN alias Komploh, telah menggondol ratusan tabung gas dari empat lokasi berbeda. “Anggota Polresta Pati berhasil menangkap […]

  • Komunitas LITBAR:  Berjuang Melawan Adiksi Gawai Lewat Literasi

    Komunitas LITBAR: Berjuang Melawan Adiksi Gawai Lewat Literasi

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 215
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah komunitas literasi di Pati, Litbar, berhasil mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai dengan cara yang unik dan inspiratif. Mereka menggelar sekolah literasi yang membimbing anak-anak sekolah dasar untuk menciptakan dan menerbitkan buku cerita mereka sendiri. Hasilnya? Sebuah buku berjudul “Petualangan dalam Kabut Misteri” yang diluncurkan dengan penuh semangat oleh para siswa SDIT Bias […]

expand_less