Breaking News
light_mode

Pemkab Jepara Bentuk Karangrandu Sebagai Desa Tangguh Bencana

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
  • visibility 153

Pembentukan desa tangguh bencana di Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan Jepara


Pembentukan desa tangguh bencana (destana) di Jepara memiliki arti penting. Sebab Kota Ukir memiliki permasalahan tinggi terkait bencana, bahkan nomor 10 di Jawa Tengah. 

JEPARA – Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan dibentuk sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Pembentukan ini dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta, Rabu (20/7/2022). Hadir juga Ginaryo Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagan Bencana BPBD Jateng, Kepala BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto dan sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Edy Supriyanta mengungkapkan jika pembentukan Destana ini dipandang sangat penting dalam menjawab permasalahan tingginya  bencana di Jepara. Sesuai Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2021, Jepara masuk dalam kategori daerah dengan resiko sedang. Di Jawa Tengah, Jepara berada pada urutan ke-10 dan ditingkat nasional berada pada rangking 269 dengan skor 135,11.

Berdasarkan penilaian IRBI 2021, Jepara memiliki 7 potensi ancaman bencana. Antara lain banjir, gelombang ekstrim dan abrasi, kebakaran lahan dan hutan, cuaca ekstrem, kekeringan, gempa bumi dan tanah longsor.

Karangrandu perlu dibentuk sebagai Destana lantaran dalam perjalanan sejarah, tahun 2014 pernah terjadi banjir besar yang hampir melumpuhkan seluruh aktifitas di Kabupaten Jepara.

Untuk diketahui Desa Tangguh Bencana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.

“Meskipun demikian, kolaborasi dari berbagai pihak tetap sangat diperlukan. Jika saling bersinergi, berkoordinasi dan bekerja bersama baik pada pra bencaba, saat bencana maupun pasca bencana,” jelas Edy.

Bencana, lanjut Edy, dapat terjadi kapan pun, dimana pun san kepada siapa pun. Sehubungan hal itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat Jepara untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan akan potensi bencana alam maupun non alam yang mungkin terjadi.

Dengan dibentuknya Karangrandu sebagai Destana, maka akan menambah jumlah Destana di Jepara. Sebelumnya yang sudah dibentuk Destana yakni Desa Kunir dan Tempur Kecamatan Keling,  Desa Bungu Kecamatan Mayong dan Desa Batukali Kecamatan Kalinyamatan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penempatan Pedagang Pasar Rogowongso Mundur Lagi

    Penempatan Pedagang Pasar Rogowongso Mundur Lagi

    • calendar_month Jum, 26 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Tampak pekerja sedang mengerjakan untuk pembuatan sekat di los Pasar Rogowongso Lingkar Muria, PATI – Beberapa pedagang Pasar Rogowongso yang masih menempati kios darurat di kawasan Pecinan mengaku resah. Hal ini lantaran jadwal untuk masuk ke dalam pasar yang telah selesai direvitalisasi pada akhir Desember tahun kemarin, tak kunjung dapat ditempati. Salah satu pedagang Kustini, 51, […]

  • Pesta Rakyat Menyambut Desa Wisata Tluwuk Wedariijaksa

    Pesta Rakyat Menyambut Desa Wisata Tluwuk Wedariijaksa

    • calendar_month Sel, 29 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Tarian menyambut tim penilai calon desa wisata di balaidesa Tluwuk Wedarijaksa Pati Masyarakat Desa Tluwuk kompak untuk menjadikan desanya menjadi desa wisata. Desa ini mengandalkan hutan mangrove di pantai ujung Tluwuk sebagai destinasi utama. PATI – Kemeriahan ala pesta tersaji di balaidesa Tluwuk Kecamatan Wedarijaksa, Senin (28/3/2022). Terik matahari tak menghalangi orang-orang memadati balaidesa. Mereka […]

  • Analisa Gempa yang Mengguncang Lingkar Muria, Ada Sesar yang Sedang Menggeliat

    Analisa Gempa yang Mengguncang Lingkar Muria, Ada Sesar yang Sedang Menggeliat

    • calendar_month Sab, 25 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kawasan lingkar Muria, yang terdiri atas Kudus, Pati, Jepara, ditambah Demak diguncang gempa tektonik pada Rabu (22/5/2019) sekitar pukul 11.22. Episenter gempa berkekuatan 4,2 SR ini berpusat pada koordinat 6,69 Lintang Selatan dan 110,78 Bujur Timur, tepatnya di darat pada jarak 14 kilometer arah barat laut Kota Kudus pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan gempa ini […]

  • Kawasan Peruntukan Industri di Pati Masih Luas, DPRD Tekankan Citra Ramah Investasi

    Kawasan Peruntukan Industri di Pati Masih Luas, DPRD Tekankan Citra Ramah Investasi

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 243
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati terus berupaya menarik investor dengan menawarkan kawasan industri yang luas dan citra ramah investasi. Wakil Ketua 1 DPRD Pati, Joni Kurnianto, menyatakan bahwa Kabupaten Pati memiliki potensi besar dalam sektor industri dan berkomitmen untuk menjaga citra positif bagi para investor. ”Pati itu ramah investasi. Kemarin saya bawa investor dari Jakarta pas […]

  • Bek Persijap Jepara Diogo Brito membayangi pergerakan Irfan Jaya penyerang Bali United. (OFFICIAL BALI UNITED)

    Persijap Jepara Tahan Imbang Bali United 0 – 0, Auto Keluar Zona Degradasi

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 2.593
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara akhirnya berhasil keluar dari zona degradasi, setelah menahan imbang Bali United di Stadion Kapten Dipta Gianyar (28/2/2026) dengan skor 0-0. Tambahan satu poin membuat Persijap naik ke peringkat 15 klasemen sementara Super League pekan ke-23. Persijap tampil baik, bahkan terlihat lebih mendominasi permainan. Peluang demi peluang juga didapatkan. Data dari flashscore, […]

  • Sowan Pertama dan Terakhir ke Mbah Moen

    Sowan Pertama dan Terakhir ke Mbah Moen

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Momen menyejarah Seorang wartawan koran, mengisahkan pengalamannya bertemu Mbah Moen di ndalemnya. Berjabat tangan erat selama 15 detik. Dan merasakan aura positif yang merambati ke tubuhnya. Adem. Damai di tahun politik yang panas mendidih.     Ditempatkan di Rembang sejak awal September 2018, setidaknya saya sudah empat kali bersua dengan kiai kharismatik Maimoen Zubair. Dari sekian […]

expand_less