Breaking News
light_mode

Ki Samin Surosentiko Diusulkan jadi Pahlawan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 20 Agu 2022
  • visibility 114
Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di bukit Ngalang Alangan Pegunungan Kendeng, Desa Kedumulyo, Sukolilo.

PATI – Dalam momen peringatan kemerdekaan ke-77 tahun 2022
ini banyak usulan agar Ki Samin Surosentiko diberi gelar pejuang. Hal itu
diungkapkan oleh tokoh Samin di kawasan Pegunungan Kendeng, Gunretno

Hanya saja, sebagai penerus perjuangan Mbah Samin dia
menyebut jika cukup disebut pejuang. “Terlepas penamaan pahlawan tentu monggo
saja,”terangnya dalam momen upacara HUT ke-77 Republik Indonesia yang digelar
di Ngalang Alangan di Pegunungan Kendeng di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo,
Pati, Jawa Tengah pada 17 Agustus 2022.

Dia mengatakan Mbah Samin memang memiliki bentuk perjuangan
yang begitu panjang. Terutama berjuang tanpa kekerasan. Meskipun pada akhirnya
Mbah Samin berakhir ditangkap juga.

“Meski Mbah Samin tidak dicatat, namun perlu diakui, hingga
saat ini ada penerusnya untuk terus berjuang,”terangnya.

Dalam momen peringatan kemerdekaan itu tampak ratusan warga
berdatangan ke bukit Ngalang Alangan di Pegunungan Kendeng di Desa Kedumulyo,
Kecamatan Sukolilo. Anak-anak, ibu-ibu maupun bapak-bapak semuanya tampak
bersuka cita.

Mereka mengenakan kebaya dan jarik yang biasa dikenakan.
Meski jalannya cukup menanjak dan curam mereka tak tampak mengeluh. Meski ada
yang terlihat beristirahat baru kemudian melanjutkan perjalannya kembali.

Sesampainya diatas, anak muda tampak membentangkan bendera
merah putih yang begitu panjang. Diperkirakan panjangnya lebih dari 20 meter
dan tinggi sekitar tiga meter. Bendera itu berada tepat diantara dua bukit yang
ada di belakangnya.

Antusias

Sementara di bagian lahan yang cukup lapang, ratusan warga
yang berdatangan itu kemudian membentuk barisan berputar. Rupanya tak hanya
warga Kendeng dan dari Sedulur Sikep ada pula yang berasal dari akademi, dan
advokasi. Adapula yang datang dari Blora, dan Kudus.

Di sisi barat tampak ada yang berpakaian ala punokawan dan
mimbar sederhana serta lesung yang dimainkan oleh ibu-ibu. Ilustrasi musik
lesung bersama tembang macapat itu juga yang mengiringi jalannya upacara yang
dilanjutkan dengan brokohan atau doa dan makan bersama diatas gunung tersebut.

Gunretno, pemimpin upacara mengatakan kegiatan itu merupakan
upacara rakyat. Meski dilakukan secara sederhana termasuk kemampuan baris
berbarisnya, namun upacara tersebut tak sekadar seremonial saja.

“Yang disampaikan ini akan menjadi proses demi proses agar
bisa menjadi laku keseharian. Bagaimanapun kemerdekaan harus terus dijaga.
Sedulur Kendeng benar-benar meneruskan perjuangan para pahlawan yang membela
bangsanya,” pungkasnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edisi spesial 76 tahun Suara Merdeka.

    76 Tahun Suara Merdeka Menemani Pembaca

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 2.116
    • 0Komentar

    Suara Merdeka adalah adalah sebuah koran harian di Indonesia yang berbasis di Jawa Tengah. Didirikan oleh Hetami  dan edisi pertama diterbitkan pada 11 Februari 1950. Pada tahun 2026 ini Suara Merdeka telah berusia 76 tahun. Suara Merdeka telah menjadi bagian dari urat nadi perjalanan kehidupan masyarakat Jawa Tengah. Menjadi saksi suka – duka, tawa – […]

  • Laskar Lereng Muria Bersama Relawan dan Forkopimcam Undaan Hijaukan Bukit Sendoyo dengan 200 Bibit Pohon

    Laskar Lereng Muria Bersama Relawan dan Forkopimcam Undaan Hijaukan Bukit Sendoyo dengan 200 Bibit Pohon

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.199
    • 0Komentar

    KUDUS – Semangat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, dan swasta terlihat dalam kegiatan penghijauan di Bukit Sendoyo, Pegunungan Kendeng, Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini diinisiasi Laskar Lereng Muria bersama Relawan Kencana Undaan dengan melibatkan Camat Undaan, TNI, dan Polri. Sebanyak 200 bibit pohon buah ditanam, terdiri dari sukun, alpukat, pete, jambu, […]

  • Hari Kartini 2020 : Pameran Benda Bersejarah Pahlawan Emansipasi

    Hari Kartini 2020 : Pameran Benda Bersejarah Pahlawan Emansipasi

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Foto RA Kartini dan sekolah yang didirikannya JEPARA – Bulan April nanti, komunitas Rumah Kartini menggelar pameran bertajuk “Kartini di Mata Jepara”. Semua barang-barang bersejarah yang terkait dengan sang pahlawan emansipasi itu akan dipajang di Pendapa Kartini pada 23-24 April. Ada 300-an data yang telah terkumpul. Salah satu pendiri Rumah Kartini, Apeep Qimo mengungkapkan, Jepara […]

  • Kapolresta Pati Jalin Kemitraan Strategis dengan Ulama untuk Keamanan Wilayah

    Kapolresta Pati Jalin Kemitraan Strategis dengan Ulama untuk Keamanan Wilayah

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 112
    • 0Komentar

    PATI – Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, mengawali masa kepemimpinannya dengan langkah konkret: membangun kemitraan yang kuat bersama para ulama berpengaruh di Kabupaten Pati. Pada Selasa (29/4/2025), AKBP Jaka Wahyudi melakukan silaturahmi kepada KH. Mu’adz Thohir, Pemimpin Pondok Roudhloh At Thohiriyyah Desa Kajen Kecamatan Margoyoso, dan KH. Muhammad Lukman, Ketua Pemimpin Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pati […]

  • Filter Inlet Outlet Bikin Irigasi Persawahan Jadi Sehat

    Filter Inlet Outlet Bikin Irigasi Persawahan Jadi Sehat

    • calendar_month Kam, 12 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Teknologi penyaringan air sebelum dan sesudah masuk area persawahan, dinilai sangat diperlukan. Hal ini mengingat air yang berasal dari sungai maupun sawah yang digunakan untuk irigasi, dimungkinkan mengandung kontaminan logam berat maupun residu pestisida, tentu dampaknya adalah kesehatan manusia. “Hasil penelitian yang kami lakukan, menunjukkan bahwa penggunaan pestisida di lahan pertanian dapat mengakibatkan akumulasi residu […]

  • “Anak Panti” Mengantarkan Pelajar Kudus Juara Festival Film Nasional IPNU

    “Anak Panti” Mengantarkan Pelajar Kudus Juara Festival Film Nasional IPNU

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Pemberian penghargaan oleh PP IPNU  KUDUS – Di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (23/2/2020) malam, wajah sumringah terpancar. Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Kudus menyabet prestasi membanggakan. Film pendek karya mereka berjudul Aku Anak Panti, dinobatkan sebagai yang terbaik dalam Festival Film Nasional yang diadakan PP IPNU.  “Alhamdulillah, berkat doa dari rekan-rekanita semua film berjudul […]

expand_less