Breaking News
light_mode

#SaveKarimunjawa Ultras Persijap Kembali Suarakan Isu Tambak Udang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
  • visibility 115
Foto Curva Nord Syndicate/TWITTER

JEPARA – Isu tentang tambak udang di Karimunjawa Jepara masih ramai. Tambak udang di Karimunjawa diduga berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan wilayah kepulauan yang menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara itu. Saat ini masih terjadi pro kontra meskipun pemerintah daerah sudah melakukan penutupan.

Pada pertandingan uji coba Persijap vs Persipa Minggu (8/2023), kelompok suporter Persijap Jepara di tribun utara kembali menyuarakan dukungan agar pihak-pihak terkait memberikan perhatian lebih terhadap kelestarian lingkungan di Karimunjawa yang menjadi salah satu spot surga wisata di Indonesia. 

Tampak tulisan TAMBAK UDANG MERUSAK ALAM | SAVE KARIMUNJAWA terbentang di tribun utara bagian atas. 

“Kami masih berdiri tegak dan bersuara lantang, menyuarakan isue sosial terkait dengan aktifitas tambak udang di Karimunjawa yang berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan hidup. #SaveKarimunjawa #TambakUdangMerusakAlam #Alerta,” tulis akun Curva Nord Syndicate di Twitter. Curva Nord Syndicate adalah kelompok suporter yang menghuni tribun Utara, orang-orang menyebutnya sebagai ultras Persijap.

Spanduk itu mengundang reaksi positif dari masyarakat. Mereka mengapresiasi atas aksi yang dilakukan para suporter tersebut. Diharapkan aksi itu semakin banyak membuka pemahaman publik soal kelestarian lingkungan di wilayah Karimunjawa yang terancam akibat adanya aktivitas tambak udang.

Karimunjawa merupakan wilayah konservasi dan daerah wisata. Dalam perda Kabupaten Jepara juga dengan jelas melarang aktivitas itu. Pemerintah daerah sudah melakukan penutupan aktivitas tambak udang. Namun hingga kini masih ada pro kontra terkait masalah tambak udang tersebut.

Dikutip dari portal resmi Pemprov Jawa Tengah, Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa Widyastuti mengatakan, ada 33 titik tambak udang di Karimunjawa. Terdiri dari 238 petak tambak, dengan luasan sekitar 42 hektare. Keberadaan tambak udang tersebut, khususnya pipanisasi yang dimasukkan ke laut telah merusak terumbu karang yang ada di sana. Bahkan, ada sampai 700 meter pipa yang menjulur ke laut.

“Pipa tersebut ada yang diikat dengan bambu pancang, ada yang diikat dengan ban, ada juga yang diikat dengan batu karang. Ini sangat mengkhawatirkan keberlangsungan ekosistem laut Karimunjawa,” katanya dalam berita yang telah dipublikasikan pada 16 Maret 2023. (mif)

Editor : A Adhim

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rudi Widodo Resmi Dilepas Persipa Pati Usai Dua Kekalahan Beruntun di Liga Nusantara

    Rudi Widodo Resmi Dilepas Persipa Pati Usai Dua Kekalahan Beruntun di Liga Nusantara

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 945
    • 0Komentar

    MAGELANG – Serangkaian hasil buruk di awal musim Liga Nusantara 2025 harus dikenai konsekuensi berat oleh Rudi Widodo. Mantan pemain Persija Jakarta dan Persis Solo ini resmi dikeluarkan dari jabatan Pelatih Kepala Persipa Pati, setelah tim yang dijuluki Laskar Saridin menelan kekalahan kedua secara beruntun. Pengumuman resmi pemecatan Rudi Widodo disampaikan melalui akun media sosial […]

  • Ali Badrudin Imbau Transparansi dalam Pendaftaran KPPS Pilkada 2024

    Ali Badrudin Imbau Transparansi dalam Pendaftaran KPPS Pilkada 2024

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 116
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengimbau agar proses pendaftaran anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pilkada 2024 dilakukan dengan transparan dan akuntabel. Hal ini disampaikan Ali dalam rangka persiapan Pilkada 2024 di Kabupaten Pati yang rencananya akan diikuti oleh tiga pasangan kandidat. “KPPS adalah ujung tombak penyelenggaraan Pemilu di tingkat […]

  • Wahyu Indriyanto Kerahkan Alat Berat, Bersihkan Sungai Simo Cegah Banjir

    Wahyu Indriyanto Kerahkan Alat Berat, Bersihkan Sungai Simo Cegah Banjir

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 104
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang musim hujan, calon Bupati Pati nomor urut 2, Wahyu Indriyanto, bergerak cepat untuk mencegah banjir di wilayah Kabupaten Pati. Wahyu, yang juga mantan Kepala Desa Gadingrejo, langsung mengerahkan alat berat untuk membersihkan dan mengeruk Sungai Simo di sepanjang Desa Purworejo, Desa Sinoman, dan Desa Gadingrejo, Senin (11/11/2024). “Karena memasuki musim hujan, saya […]

  • Sambut Tahun Baru 2023 Rental Mobil CV Putra Jaya Tingkatkan Pelayanan

    Sambut Tahun Baru 2023 Rental Mobil CV Putra Jaya Tingkatkan Pelayanan

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Crew CV Putra Jaya Menyambut tahun baru 2023 CV Putra Jaya perusahaan penyedia jasa transportasi kenamaan di Kota Pati bersiap dengan gebrakan-gebrakannya. Mulai dari penempatan kantor baru hingga penambahan armada baru Premio yang digadang – gadang pertama di Bumi Mina Tani. PATI – Rental mobil CV Putra Jaya semakin berkembang setelah berhasil melewati masa sulit […]

  • DPRD Pati Apresiasi Festival Literasi

    DPRD Pati Apresiasi Festival Literasi

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pati menyelenggarakan festival literasi membaca dan menulis untuk mendorong minat baca dan tulis di kalangan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya membaca dan menulis. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, festival literasi sangat penting untuk […]

  • Keriangan Anak-anak Jadi Pengobat Lelah

    Keriangan Anak-anak Jadi Pengobat Lelah

    • calendar_month Kam, 24 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Linda Surya Ayu Wulandari  Menjadi guru lumayan menguras energi. Baik fisik, apalagi fikiran. Linda Surya Ayu Wulandari juga mengalami hal demikian. Namun, rasa lelahnya itu terbayar dengan hal-hal yang cukup sepele. Linda, akan merasa senang, dan menyenangi pekerjaannya sebagai guru, saat melihat anak didiknya riang saat mengikuti pelajaran. Terutama saat mereka bisa menyelesaikan pekerjaan yang […]

expand_less