Breaking News
light_mode

#SaveKarimunjawa Ultras Persijap Kembali Suarakan Isu Tambak Udang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
  • visibility 74
Foto Curva Nord Syndicate/TWITTER

JEPARA – Isu tentang tambak udang di Karimunjawa Jepara masih ramai. Tambak udang di Karimunjawa diduga berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan wilayah kepulauan yang menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara itu. Saat ini masih terjadi pro kontra meskipun pemerintah daerah sudah melakukan penutupan.

Pada pertandingan uji coba Persijap vs Persipa Minggu (8/2023), kelompok suporter Persijap Jepara di tribun utara kembali menyuarakan dukungan agar pihak-pihak terkait memberikan perhatian lebih terhadap kelestarian lingkungan di Karimunjawa yang menjadi salah satu spot surga wisata di Indonesia. 

Tampak tulisan TAMBAK UDANG MERUSAK ALAM | SAVE KARIMUNJAWA terbentang di tribun utara bagian atas. 

“Kami masih berdiri tegak dan bersuara lantang, menyuarakan isue sosial terkait dengan aktifitas tambak udang di Karimunjawa yang berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan hidup. #SaveKarimunjawa #TambakUdangMerusakAlam #Alerta,” tulis akun Curva Nord Syndicate di Twitter. Curva Nord Syndicate adalah kelompok suporter yang menghuni tribun Utara, orang-orang menyebutnya sebagai ultras Persijap.

Spanduk itu mengundang reaksi positif dari masyarakat. Mereka mengapresiasi atas aksi yang dilakukan para suporter tersebut. Diharapkan aksi itu semakin banyak membuka pemahaman publik soal kelestarian lingkungan di wilayah Karimunjawa yang terancam akibat adanya aktivitas tambak udang.

Karimunjawa merupakan wilayah konservasi dan daerah wisata. Dalam perda Kabupaten Jepara juga dengan jelas melarang aktivitas itu. Pemerintah daerah sudah melakukan penutupan aktivitas tambak udang. Namun hingga kini masih ada pro kontra terkait masalah tambak udang tersebut.

Dikutip dari portal resmi Pemprov Jawa Tengah, Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa Widyastuti mengatakan, ada 33 titik tambak udang di Karimunjawa. Terdiri dari 238 petak tambak, dengan luasan sekitar 42 hektare. Keberadaan tambak udang tersebut, khususnya pipanisasi yang dimasukkan ke laut telah merusak terumbu karang yang ada di sana. Bahkan, ada sampai 700 meter pipa yang menjulur ke laut.

“Pipa tersebut ada yang diikat dengan bambu pancang, ada yang diikat dengan ban, ada juga yang diikat dengan batu karang. Ini sangat mengkhawatirkan keberlangsungan ekosistem laut Karimunjawa,” katanya dalam berita yang telah dipublikasikan pada 16 Maret 2023. (mif)

Editor : A Adhim

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

    Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

    • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Membaca novel adik sastrawan kondang Pramoedya Ananto Toer ini kita tak hanya mendapat cerita-cerita belaka. Novel berlabel 18+ ini menyuguhkan realita hidup yang tak selalu mulus. Hidup penuh dengan dinamika yang harus dan mau tidak mau dilakoni manusia. Soes, panggilan akrab penulis novel ini bercerita tentang Thomas. Pemuda yang sedang mereguk ilmu ekonomi politik di […]

  • Renovasi GOR Pesantenan Pati Lampaui Target, Sentuhan Modernisasi Dimulai

    Renovasi GOR Pesantenan Pati Lampaui Target, Sentuhan Modernisasi Dimulai

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 144
    • 0Komentar

    PATI – Proses renovasi Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan Pati menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Progres pembangunan tidak hanya sesuai jadwal, tetapi juga melampaui target yang ditetapkan. Hingga pekan ketiga Oktober 2025, realisasi fisik proyek senilai Rp 4,9 miliar ini mencapai 36,88 persen, melampaui target awal sebesar 26,56 persen. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan […]

  • DPRD Pati Apresiasi Musrenbangwil Eks-Karesidenan Pati, Dorong Keselarasan APBD dengan Kebijakan Provinsi

    DPRD Pati Apresiasi Musrenbangwil Eks-Karesidenan Pati, Dorong Keselarasan APBD dengan Kebijakan Provinsi

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 104
    • 0Komentar

    PATI – Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks-Karesidenan Pati yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati pada Senin (21/4/2025) mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. “Kami mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang Provinsi yang diadakan se-Karesidenan. Diadakan dialog langsung antara masyarakat dengan Pak Gubernur,” kata Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo. Musrenbangwil yang dihadiri […]

  • Bupati Pati Apresiasi Perbaikan Signifikan RSUD RAA Soewondo, Revitalisasi Berlanjut 2026

    Bupati Pati Apresiasi Perbaikan Signifikan RSUD RAA Soewondo, Revitalisasi Berlanjut 2026

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 124
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, melakukan kunjungan kerja ke RSUD RAA Soewondo pada Jumat (27/6) lalu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan pelayanan dan sarana prasarana rumah sakit daerah tersebut. Sudewo memberikan apresiasi atas perubahan signifikan yang telah dicapai. “Saya menyaksikan langsung, pelayanan sudah mulai ramah, tidak judes. Fasilitas seperti ruang tunggu rawat jalan, […]

  • Miris PSK Bertarif Murah di Batangan-Pati Diringkus

    Miris PSK Bertarif Murah di Batangan-Pati Diringkus

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Lima warung kopi (warkop) berkedok prostitusi di Dukuh Mujil, Bumimulyo, Batangan, Pati diubek-ubek petugas Mapolsek Batangan Selasa (6/12) pukul 23.00. Dari penggerebekan itu, ada empat mucikari dan belasan botol minuman keras (miras) diamankan ke Mapolsek Batangan. Razia itu dilaksanakan Selasa (5/12) pukul 21.30-23.00. Petugas kepolisian merazia beberapa tempat prostitusi yang berkedok […]

  • Jepalo Coffee Folklore: Kedai Kopi di Pati dengan Pesona Pedesaan dan Biji Lokal Pegunungan Muria

    Jepalo Coffee Folklore: Kedai Kopi di Pati dengan Pesona Pedesaan dan Biji Lokal Pegunungan Muria

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    PATI – Di tengah menjamurnya kedai kopi di Kabupaten Pati, konsep yang mengusung ketenangan dan kearifan lokal justru menjadi daya tarik tersendiri. Jepalo Coffee Folklore hadir menawarkan pengalaman ngopi berbeda dengan atmosfer pedesaan yang asri dan menenangkan. Berlokasi di Desa Jepalo, Kecamatan Gunungwungkal, kedai ini menjadi ruang alternatif bagi penikmat kopi yang ingin sejenak menjauh […]

expand_less