Breaking News
light_mode

Jelang Bergulirnya Asian Games 2018, Hoax Perekrutan Volunteer Merebak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
  • visibility 117
ILUSTRASI : ARIS
Lingkar Muria, JAKARTA – Gelaran pesta olahraga bangsa-bangsa Asia yang
bakal di helat di dua kota di Indonesia, Jakarta dan Palembang ini menjadi
sasaran hoax. Terbaru, sejumlah broadcast pesan menyebar soal perekrutan
volunteer Asian Games dengan iming-iming gaji Rp 600 ribu perhari. Begini pesan
yang menyebar.

Bapak ibu yg punya saudara/i atau putra/i
yg mau ikut melamar jadi volunteer Asian Games XVIII Th 2018 yg akan
dialaksanakan 18 Agustus sd 2 September 2018, bisa melamar dengan persyaratan
diantaranya :
Mahasiswa/i, usia minimal 18 tahun,
penampilan menarik, fasih berbahasa asing, inggris, cina, jepang, dll.
 Dibutuhkan 10.000 volunteers untuk event di
Jkt dan 2.000 volunteers utk event di palembang.
Terdapat honor utk volunteer sebesar Rp
600.000/hari.
 Silahkan akses informasi selengkapnya ke
www.volunteer.asiangames2018.id

Tapi jangan keburu percaya, itu informasi
sampah, Panitia Asian Games 2018, INASGOC membantah kebenaran informasi itu
dengan press rilis yang dikeluarkan sebagai berikut.
PANITIA PELAKSANA ASIAN GAMES : Waspada Atas Informasi Tak Bertanggung Jawab Mengenai Volunter
Untuk kesekian kalinya, informasi menyimpang terkait kebutuhan
sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta
Palembang kembali merebak. Dalam dua hari terakhir ini, beredar hoax atau kabar
bohong dan disebar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terkait pencarian
volunter dengan iming-iming honor sebesar Rp 600 ribu/hari.
Menjawab maraknya berita hoax tersebut, Ketua Pelaksana Asian Games
2018, Erick Thohir menegaskan bahwa informasi yang beredar merupakan berita
palsu dan tidak dikeluarkan oleh Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC).
“Pendaftaran volunter tahap pertama sudah digelar September
2017 untuk kebutuhan test event. Kami mendapatkan volunter yang memadai untuk
menunjang test event berupa invitational tournament yang akan berlangsung 10-24
Februari mendatang. Para tenaga sukarelawan itu akan kembali memberikan
dukungan saat Games Times pada Agustus nanti. Jadi terkait dengan beredarnya
info mengenai pencarian volunter dengan iming-iming uang, saya nyatakan hal itu
hoax dan sama sekali tidak benar,” ujar Erick.
Saat ini volunteer yang sudah terpilih, akan mengikuti test event
bertajuk Asian Games Invitational Tournament, namun jumlahnya perlu ditambah
untuk saat Games Times. Pendaftaran untuk games time baru dibuka pada tanggal
18 Januari 2018 di website Asian Games.
Itu yg perlu ditambahkan
Penegasan kembali mengenai sukarelawan itu disampaikan Erick karena
informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab dan mengatasnamakan diri
sebagai koordinator relawan atau agen yang ditunjuk untuk pencari tenaga
sukarelawan Asian Games 2018, terus beredar. Apalagi saat ini, INASGOC belum
kembali membuka pendaftaran volunter untuk Games Times.
“Di tengah maraknya isu bahwa ada penerimaan sukarelawan untuk
Asian Games 2018, bahkan ada yang meminta pembayaran, kami meminta kepada
masyarakat untuk waspada. Kami menegaskan, semua informasi dan pendaftaran bisa
dilakukan melalui website resmi Asian Games 2018, www.asiangames2018.id dan
semua proses rekrutmen dilakukan departemen human resources INASGOC. Selain
itu, kami juga tidak pernah menunjuk agen atau koordinator pencari tenaga
sukarelawan. Saat ini, kami tengah koordinasi dengan aparat kepolisian bidang
siber untuk mencari penyebar berita bohong itu,” tegas Erick.
Perlu diketahui, kebutuhan tenaga sukarelawan, atau volunter untuk
mendukung Asian Games 2018 Jakarta-Palembang diperkirakan akan besar. Demi
melayani sekitar 12 ribu atlet dan ofisial dari 45 negara serta dihadiri
sekitar 5.000 media diperlukan jumlah sukarelawan yang bisa mencapai 20 ribu
orang serta memiliki kemampuan memadai.
Oleh karena itu, tak heran jika hingga kini, banyak pihak yang
tidak bertanggung jawab memanfaatkan kebutuhan volunter yang besar tersebut
untuk tujuan yang tidak benar dan mengambil keuntungan pribadi dengan merugikan
INASGOC sebagai penyelenggara Asian Games 2018 serta masyarakat yang
benar-benar ingin mendukung sukses pesta olahraga bangsa Asia yang berlangsung,
18 Agustus – 2 September mendatang.

SUMBER : Media and Public Relations INASGOC
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kudus Jadi Titik Sentral Pengembangan Kawasan Pati Raya

    Kudus Jadi Titik Sentral Pengembangan Kawasan Pati Raya

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102
    • 0Komentar

    KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pengembangan kawasan aglomerasi di Pantura timur, salah satunya melalui program Pati Raya. Kabupaten Kudus berperan penting sebagai titik sentral dalam pengembangan ini. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan keberhasilan model aglomerasi seperti Solo Raya yang menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp 8,7 triliun (menurut pemberitaan sebelumnya, hampir Rp 10 […]

  • Selamatkan Karst Kendeng, SMAN 1 Jakenan dan Komunitas Lingkungan Tanam Pohon di Gunung Panti

    Selamatkan Karst Kendeng, SMAN 1 Jakenan dan Komunitas Lingkungan Tanam Pohon di Gunung Panti

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.132
    • 0Komentar

    PATI — Aksi penyelamatan kawasan karst Pegunungan Kendeng kembali dilakukan melalui kegiatan penanaman ribuan bibit pohon di lereng Gunung Panti, Kecamatan Winong, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini diinisiasi Keluarga Besar SMA Negeri 1 Jakenan bekerja sama dengan komunitas Giat Tanam 33 sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan yang kian kritis. Penanaman melibatkan berbagai pihak, di antaranya […]

  • Jepara Punya Potensi Pertanian Semangka Kuning

    Jepara Punya Potensi Pertanian Semangka Kuning

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

      Bupati Jepara Dian Kristiandi memperlihatkan semangka kuning hasil panen petani di Tubanan Kembang Angin berembus pelan, mengembangkan senyum para petani semangka kuning. Sebab hasil panennya cukup bagus. Di lahan seluas 23,5 hektare itu puluhan ton semangka siap dipanen untuk dipasarkan ke sejumlah daerah. JEPARA – Selain kaya akan potensi industri furniture, Jepara yang dijuluki […]

  • Di Bawah “Kanopi Persaudaraan”, Gereja dan Masjid di Winong Pati Gelar Sarasehan Paseduluran

    Di Bawah “Kanopi Persaudaraan”, Gereja dan Masjid di Winong Pati Gelar Sarasehan Paseduluran

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    PATI – Di Jalan Kolonel Sunandar Gang 6, Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, dua bangunan tempat ibadah — Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong dan Masjid Al-Muqorrobin — berdiri tegak saling berhadapan. Bukan sekadar bertetangga, sebuah kanopi permanen selebar kurang lebih lima meter membentang di atas jalan, menghubungkan atap keduanya seolah menjadi simbol tangan […]

  • Bencana Alam, Pemerintah, dan Peran Perusahaan

    Bencana Alam, Pemerintah, dan Peran Perusahaan

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Ahmad Kharis Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kawasan rawan bencana alam, atau disebut Ring of Fire Indonesia. Keadaan tersebut menyebabkan Indonesia kerap mengalami beragam bencana alam.Seperti gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung berapi. Dampak Gempa Bumi di Maluku, 26 September 2019, total rumah rusak sekitar 12.137 unit. Jumlah kerusakan paling banyak dibandingkan […]

  • Resah Karena Ulah Anak Punk, Polsek Juwana Giatkan Razia

    Resah Karena Ulah Anak Punk, Polsek Juwana Giatkan Razia

    • calendar_month Sab, 3 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Anak-anak punk didata oleh Polsek Juwana untuk mendapatkan pembinaan PATI – Polsek Juwana melakukan razia dan mengamankan sebanyak 16 anak punk yang mangkal di Jalan Camong Lokasi Gedung Persoda Juwana, Desa Kauman Kamis (1/10/2018). Anak punk yang masih anak baru gede (ABG) tersebut disinyalir membuat aktivitas masyarakat Juwana menjadi kurang nyaman. Kapolsek Juwana AKP Eko […]

expand_less