Breaking News
light_mode

Pokdarwis Gerakkan Pati Jadi Kota Wisata

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 16 Feb 2018
  • visibility 334

BERPOTENSI: Pendopo Kemiri salah satu destinasi wisata sejarah yang ada di Kabupaten Pati terlihat masih sepi
Lingkar Muria, PATI –  Potensi
wisata yang dimiliki Kabupaten Pati dinilai sangat beragam. Mulai dari wisata
alam, religi, sejarah maupun wisata buatan semua ada di kota yang berjuluk Bumi
Mina Tani ini. Namun potensi ini belum tergarap secara maksimal. Padahal bila
dikembangkan dengan serius, hal ini dapat menjadi sektor yang cukup menjanjikan
bagi pemerintah kabupaten.
Demikian diungkapkan Kordinator Kelompok
Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Pati, Krisno beberapa waktu yang lalu.
Pihaknya menilai tempat wisata yang ada sekarang ini sebagian masih banyak
dikelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar sendiri. 
”Untuk itu kami ingin menggerakkan
wisata di Pati dengan segala bentuk konsep dari kami. Dengan cara mendorong
teman-teman yang tergabung sebagai pokdarwis agar terus membuat inovasi-inovasi
secara sederhana di tempatnya masing-masing,” kata Krisno. 
Menurutnya, keterlibatan pemerintah
kabupaten dalam mengelola wisata sangat dibutuhkan. Meskipun di sebagian tempat
wisata, ada yang keberlangsungannya tanpa campur tangan pemerintah kabupaten,
sudah bisa mengelola dengan baik secara swadaya.
 Lebih lanjut, untuk mendukung upaya itu
diantaranya melalui kekompakan dan guyub rukun anggota Pokdarwis tersebut,
diharapkan mampu menyokong potensi pariwisata yang ada di Pati. Hal ini akan
mampu dengan pesat menumbuhkan citra wisata Kota Pati.
Sementara itu diketahui Kabupaten
Pati memiliki sejumlah tempat wisata yang cukup menarik. Wisata alam seperti di
daerah Gembong dan Tlogowungu, kemudian ada juga di daerah Kayen. ”Selain itu
di Pati masih ada wisata pantai dan wisata sejarah budaya yang belum dikelola
dengan baik. Tentu hal ni menjadi perhatian bagi kita semua,” terangnya. (mil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Demontrasi Mahasiswa Pati: Rekrutmen Perangkat Desa Diduga Diwarnai Kecurangan

    Aksi Demontrasi Mahasiswa Pati: Rekrutmen Perangkat Desa Diduga Diwarnai Kecurangan

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 332
    • 0Komentar

    PATI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati pada Jumat (25/10/2024), menuntut transparansi dalam proses rekrutmen perangkat desa. Mereka menilai proses seleksi penuh kejanggalan, khususnya terkait perubahan metode tes dan jeda waktu pengumuman hasil yang dinilai rawan kecurangan. Arifin, perwakilan mahasiswa, menyatakan kekecewaan mereka atas […]

  • Perkuat Ketahanan Pangan dan GEMARIKAN, Tim PKM UNNES Beri Pelatihan Diversifikasi Ikan Bandeng di Desa Bumiharjo

    Perkuat Ketahanan Pangan dan GEMARIKAN, Tim PKM UNNES Beri Pelatihan Diversifikasi Ikan Bandeng di Desa Bumiharjo

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.602
    • 0Komentar

    PATI – Ketahanan pangan menjadi fondasi utama pembangunan masyarakat, yang tidak hanya menyangkut ketersediaan pangan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk memperoleh dan mengonsumsinya dengan layak. Ketahanan ini akan semakin kokoh jika tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja, melainkan dibangun melalui diversifikasi pangan dan optimalisasi potensi sumber daya lokal. Bagi wilayah yang memiliki potensi perikanan […]

  • DPRD Pati Dorong Peningkatan Edukasi Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan

    DPRD Pati Dorong Peningkatan Edukasi Lalu Lintas untuk Cegah Kecelakaan

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.559
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Irianto Budi Utomo, menegaskan bahwa upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum semata. Peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan di jalan raya juga perlu terus digalakkan secara berkelanjutan. Selain mengubah perilaku pengendara, Irianto juga menekankan pentingnya perbaikan sarana dan prasarana […]

  • DPRD Pati Soroti Pendataan Pupuk Subsidi 2026, Minta Petani Proaktif

    DPRD Pati Soroti Pendataan Pupuk Subsidi 2026, Minta Petani Proaktif

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 280
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menyoroti proses pendataan alokasi pupuk subsidi tahun 2026 yang sedang dilakukan oleh Pemkab Pati. Proses pendataan ini berlangsung dari 22 September 2025 hingga 25 Oktober 2025. Hardi menyampaikan harapannya agar masyarakat petani dapat lebih mudah mendapatkan pupuk subsidi. Ia juga menekankan pentingnya pupuk bagi pertumbuhan tanaman. “Ketersediaan pupuk […]

  • Santunan Difabel, Yatim, dan Dhuafa dalam Gebyar PKH

    Santunan Difabel, Yatim, dan Dhuafa dalam Gebyar PKH

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Plt Bupati Kudus Hartopo  KUDUS – Gebyar Program Keluarga Harapan (PKH) membawa kegembiraan. Setidaknya bagi para dhuafa, anak yatim dan penyandang disabilitas. Mereka mendapat santunan yang diserahkan langsung oleh Plt Bupati Kudus Hartopo di Lapangan Merdeka Desa Klaling, Jekulo. Minggu (26/01/2020). Sebanyak 40 Dhuafa, 27 anak yatim dan 5 penyandang disabilitas menerima bantuan sosial dari […]

  • Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 330
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Polemik pengelolaan tanah bengkok di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mencuat ke permukaan. Diduga, hasil lelang tanah bengkok selama 16 tahun tidak pernah dilaporkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD), menyebabkan kerugian desa diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Yatno, seorang petani penggarap lahan bengkok selama 10 tahun, mengungkapkan bahwa ia dan beberapa warga […]

expand_less