Breaking News
light_mode

[Tragis] Tanam Bawang Merah, Petani di Pati Tewas Tersambar Petir

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 2 Mar 2018
  • visibility 311


TERSAMBAR PETIR: Korban tersambar petir Desa Bangsalrejo, Wedarijaksa dievakuasi petugas Mapolsek Wedarijaksa kemarin (2/3/18).
Lingkar Muria, PATI – Bambang, petani asal Desa Bangsalrejo, Wedarijaksa, Pati
meninggal saat menanam bawang merah. Pria 64 tahun itu masih nekat bekerja di
lahan sawah bengkok milik kasi kesra Desa Bangsalrejo ketika hujan dan meninggal
usai tersambar petir.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban dan ketiga teman
korban, Rasdi, 47, Sukaelan, 65, dan Supriyo, 50, sedang bekerja di sawah untuk
menanam bawang merah. Pukul 11.00, hujan turun sangat lebat. Mereka tak
berteduh dan masih tetap melanjutkan pekerjaannya.
Selang beberapa menit, terdengar suara petir sangat keras. Mereka langsung
merunduk. Ketika terbangun, Rasdi melihat korban posisinya masih tertelungkup
di sawah. Ketiga teman korban lantas memeriksa keadaan korban. Nahasnya, korban
sudah dalam keadaan tak bernyawa.
“Teman-teman korban mengevakuasi korban ke tanggul sawah dan melaporkan
persitiwa kepada perangkat Desa Bangsalrejo diteruskan kepada kami,” ucap
Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP Eko
Pujiyanto kemarin.
Pihaknya bersama dengan tim medis Puskesmas Wedarijaksa II yang dipimpin
dr. Nency Indriati mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan
petugas medis, korban meninggal murni karena tersambar petir. Pada telinga
kanan korban terdapat pendarahan karena tersambar petir.
“Korban sudah kami serahkan kepada keluarganya. Keluarga korban menerimakan
dengan membuat surat pernyataan. Semoga kejadian itu dibuat pelajaran.
Sebaiknya apabila ada hujan deras dan disertai dengan petir, aktifitas
dihentikan. Petani bisa berteduh sembari menunggu hujan reda supaya tak terjadi
hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Ahli Penangkal Gigitan Ular, Raih Apresiasi Masyarakat

    Polisi Ahli Penangkal Gigitan Ular, Raih Apresiasi Masyarakat

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.240
    • 0Komentar

    PATI – Aiptu Pudiyanto, Kanit SPKT 1 Polsek Jakenan, Polresta Pati, bukan hanya dikenal sebagai polisi yang bertugas menjaga keamanan, namun juga sebagai pahlawan bagi warga sekitar yang terkena gigitan ular dan hewan berbisa. Keahliannya dalam menangani gigitan ular, yang telah ia tekuni sejak awal tahun 1990-an dan dikenal luas sejak 1997, telah menyelamatkan ratusan […]

  • Kopi Pati yang Mencuri Hati

    Kopi Pati yang Mencuri Hati

    • calendar_month Ming, 10 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Tumbuh di lereng Pegunungan Muria bagian timur, biji-biji kopi Pati disebut memiliki keistimewaan tersendiri. Kehadiran pabrik kopi Jollong milik Belanda menjadi bukti nyata. Kopi dari Kabupaten Pati tidak kalah nikmatnya. Produk kopi telah menjadi komoditas andalan di Bumi Mina Tani. Kabupaten Pati memiliki lahan kopi yang cukup luas, sekitar 2.000 hektare. Per tahun kapasitas produksinya […]

  • Atraksi Jembul Tulakan Pikat Parade Seni Pesta Rakyat Jawa Tengah di Wonogiri

    Atraksi Jembul Tulakan Pikat Parade Seni Pesta Rakyat Jawa Tengah di Wonogiri

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Jembul Tulakan Tradisi Jembul dari Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo mewakili duta seni Kabupaten Jepara yang memeriahkan Pesta Rakyat Jawa Tengah, di Kabupaten Wonogiri, Minggu (25/8/2019). Penari-penari cantik mengawali langkah kontingen Kota Ukir tersebut. Ada puluhan yang ikut di rombongan Jepara, yang berada di urutan ke 13 setelah Kabupaten Rembang. Diusungnya Tradisi Jembul Tulakan ini sekaligus […]

  • Kreatif Manfaatkan Barang Bekas Siswa MTs Salafiyah Bikin Robot

    Kreatif Manfaatkan Barang Bekas Siswa MTs Salafiyah Bikin Robot

    • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Siswa MTs Salafiyah Kajen membuat robot dari bahan barang bekas Anak madrasah tidak hanya pandai soal ilmu agama saja. Akan tetapi teknologi membuat robot sederhana pun dikuasai. Seperti yang dilakukan siswa MTs Salafiyah Kajen – Pati ini. PATI – Sebuah robot yang diberi nama Basilica ini dibuat oleh siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Kajen. Uniknya […]

  • Mangrove Lestari, DPRD Pati Soroti Dampak Positif bagi Ekosistem Perairan Tluwuk

    Mangrove Lestari, DPRD Pati Soroti Dampak Positif bagi Ekosistem Perairan Tluwuk

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 353
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menyoroti dampak positif dari kelestarian mangrove terhadap ekosistem perairan di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa. Menurutnya, keberadaan mangrove telah mempermudah nelayan dalam mencari udang sayur, spesies yang sebelumnya sulit ditemukan. “Keberadaan Mangrove ini membuat para nelayan mudah menemukan udang sayur. Padahal, sebelumnya spesies udang sayur susah ditemukan,” ungkap Mukit. […]

  • Riset banyu pengilon untuk atasi krisis air bersih.

    Mencari Solusi Krisis Air Bersih dari Kearifan Banyu Penguripan

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melakukan penelitian yang mengungkapkan bagaimana masyarakat di Kudus, Jawa Tengah, melestarikan sumber air mereka melalui kearifan lokal yang dikenal sebagai Banyu Penguripan.

expand_less