Breaking News
light_mode

Tingkatkan Kontrol Santri, Forum Ponpes Kajen Terapkan Jam Malam

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 18 Jul 2018
  • visibility 303
PATI – Forum komunikasi pengasuh pondok pesantren (FKPP) menggelar diskusi dan rapat bersama menjelang tahun ajaran baru. Dalam kesempatan itupun mereka mengajak agar para santri dapat menguatkan semangat dalam mencari ilmu dan memperbaiki akhlak.
Pertemuan yang dihadiri 45 pengasuh pondok pesantren se Kajen dan sekitarnya itu digelar di Aula MA Salafiyah Kajen Sabtu (14/6/2018) kemarin. Ada sejumlah hal yang dibahas dalam diskusi tersebut.
Diskusi itu dinilai penting mengingat Kajen sebagai sentra pesantren dengan puluhan ponpes dan madrasah yang berbasis pesantren dengan jumlah ribuan santri. Hal tersebut tentu saja memiliki tantangan dan ragam permasalahan terutama di era modern seperti sekarang ini. Sehingga dibutuhkan pengelolaan yang serius bagi pengasuh ponpes secara khusus dan masyarakat secara umum.
KH. Mujibur Rachman Ma’mun selaku ketua FKPP mengatakan diantara keputusan dan kesepakatan yang telah dihasilkan itu seperti penerapan pemberlakukan kembali jam malam di lingkungan pondok pesantren khususnya bagi para santri.
“Untuk itu kami sudah melibatkan banser dan juga keamanan lokal untuk menjaga keamanan dan pemberlakuan jam malam tersebut,”terangnya.
Kontrol Santri
Menurutnya, pemberlakuan jam malam sangat efektif guna mengontrol para santri sehingga bisa lebih fokus dalam pembelajaran baik di pondok pesantren maupun ketika belajar di Madrasah.
“Dengan langkah ini,  kami semua berharap akan mampu meningkatkan ghiroh santri dalam bertholabul ilmi dan juga akan meningkatkan kebersamaan para pengasuh Pondok Pesantren dalam melaksanakan pembinaan akhlaq para santri,”ujarnya.
Kyai Muda yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Mujib ini juga menilai upaya tersebut bertepatan dengan momen tahun ajaran baru. Banyak para santri baru yang datang dengan keberagaman latar belakang. Sehingga aturan diharapkan mampu menjadi pegangan para santri dalam meraih tujuan awal datang ke pesantren.
“Zaman dengan kecanggihan teknologi dan interaksi global akan membawa dampak positif maupun negatif.  Untuk itu, sistem kontrol dengan berupa penerapan jam malam bisa sebagai filter dan juga kontrol dalam pergaulan santri sehingga tidak terpengaruh dampak negatif dari pergaulan di era globalisasi sekarang ini,”tambahnya. (has)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Mulus Persiku Kudus ke Babak 32 Besar Liga 3 Nasional

    Jalan Mulus Persiku Kudus ke Babak 32 Besar Liga 3 Nasional

    • calendar_month Sel, 7 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 293
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persiku Kudus meniti jalan mulus melenggang ke babak 32 besar Liga 3 Nasional. Macan Muria memastikan lolos ke babak 32 besar setelah menekuk 757 Kepri dengan skor tipis 2 – 1 di Stadion Wergu Wetan Kudus, (6/5/2024). Di babak 80 besar ini Persiku Kudus sangat digdaya dengan meraup 3 kemenangan beruntun. Pada pertandingan […]

  • DPRD Pati Dorong Keterlibatan Masyarakat dalam Penanganan Sampah

    DPRD Pati Dorong Keterlibatan Masyarakat dalam Penanganan Sampah

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 292
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengatasi masalah sampah di wilayah tersebut. Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyatakan bahwa penanganan kebersihan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. “Perlu ada keterlibatan semua pihak, baik stakeholder maupun masyarakat di Kabupaten Pati,” ujar Ali Badrudin. […]

  • DPRD Pati Siap Dukung Penuh Cabor, Sorot Keterbatasan Anggaran

    DPRD Pati Siap Dukung Penuh Cabor, Sorot Keterbatasan Anggaran

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 326
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati menunjukkan komitmen kuat memajukan olahraga di Kabupaten Pati. Setelah audiensi dengan KONI dan Dinporapar, beberapa anggota DPRD menyatakan kesediaan menjadi pengurus atau penasihat Cabor. Dra. Hj. Suhartini dari Fraksi PDI Perjuangan, misalnya, siap menjadi dewan penasihat di salah satu cabang olahraga. “Kalau ada apa-apa, nanti bisa saya suarakan bersama anggota […]

  • Tom Haye dan Jay Idzes siap memperkuat timnas Indonesia. (PSSI)

    Timnas Indonesia Butuh Juru Gedor Keturunan Sekelas Van Persie

    • calendar_month Sab, 30 Des 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Timnas Indonesia perlu menambah pemain di lini depan sekelas Robin Van Persie, striker timnas Belanda yang masih memiliki darah keturunan Indonesia.

  • Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama Dilepas dengan Tradisi Pedang Pora

    Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama Dilepas dengan Tradisi Pedang Pora

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 248
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati menggelar tradisi pedang pora untuk melepas Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, S.I.K., M.H., yang mendapat tugas baru sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau. Acara penuh haru ini berlangsung Jumat (18/4/2025), dihadiri pejabat utama, personel, PNS, dan purnawirawan Polri. Pengalungan bunga dan penyerahan buket bunga kepada Kombes Andhika dan istri menambah […]

  • Senangnya Petani Yogyakarta Belajar Kopyor di Dukuhseti Pati

    Senangnya Petani Yogyakarta Belajar Kopyor di Dukuhseti Pati

    • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Para petani dari Yogyakarta belajar budidaya kelapa kopyor di Ngagel, Dukuhseti, Pati Para peserta tampak antusias ketika masuk ke kebun kelapa yang tingginya sekitar tiga meteran itu. Daunnya melambai-lambai diterpa angin. Buahnya lebat sekali. Itulah agrowisata kelapa kopyor di Omah Kopyor Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati PATI – Puluhan petani asal Dukuh Naungan, Desa Selopamioro […]

expand_less