Siswa Mengalami Keluhan Kesehatan Usai Santap MBG, DPRD Pati Minta Evaluasi
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month Kam, 10 Sep 2026
- visibility 102.586

Siswa yang mengalami keracunan MBG sedang dirawat di RS.
PATI – DPRD Kabupaten Pati memberikan apresiasi terhadap respons tenaga kesehatan dalam menangani ratusan siswa yang mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong.
Ketua Komisi D DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo menilai kecepatan penanganan oleh RSUD RAA Soewondo Pati dan Puskesmas Gembong menjadi hal penting dalam kondisi darurat yang melibatkan banyak siswa.
Diketahui, kejadian tersebut menimpa siswa SMPN 01 Gembong dan MTsN 3 Pati pada Rabu (9/9/2026). Sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan dan kemudian mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Teguh mengatakan kondisi yang dialami banyak siswa secara bersamaan membutuhkan kesiapan serta koordinasi antartenaga medis. Menurutnya, penanganan yang cepat diperlukan agar kondisi para siswa dapat segera tertangani.
“Kami mengapresiasi kinerja RSUD Soewondo dan Puskesmas Gembong yang telah memberikan penanganan kepada para siswa. Dalam kondisi seperti ini, yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Ia juga meminta agar pelayanan medis terhadap siswa yang terdampak tetap dilanjutkan sampai kondisi mereka dinyatakan pulih. Pemantauan secara berkala dinilai perlu dilakukan untuk mengetahui perkembangan kesehatan masing-masing siswa.
Di sisi lain, Teguh meminta pemerintah daerah dan OPD terkait tidak berhenti pada penanganan medis. Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Harus ada evaluasi, mulai dari proses penyediaan, pengolahan, distribusi hingga makanan tersebut diterima dan dikonsumsi oleh siswa,” tegasnya.
Menurut Teguh, aspek keamanan pangan dan kebersihan harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Makanan yang diberikan kepada siswa harus dipastikan memenuhi standar keamanan sehingga tidak menimbulkan risiko bagi penerima manfaat.
Ia berharap hasil evaluasi nantinya dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG. Dengan perbaikan tersebut, program pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak dapat terus berjalan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

