Breaking News
light_mode

Salah Desil Jangan Sampai Warga Miskin Kehilangan JKN, Edy Wuryanto Soroti DTSEN

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
  • visibility 101.943

JAKARTA – Kesalahan penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) jangan sampai berujung pada hilangnya hak warga miskin atas jaminan kesehatan. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendesak pemerintah segera membenahi persoalan DTSEN menyusul adanya keluhan masyarakat mengenai perubahan desil meski kondisi ekonomi mereka relatif tidak berubah.

Menurut Edy, perubahan klasifikasi tersebut dapat berdampak langsung terhadap kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN maupun akses masyarakat terhadap bantuan sosial (bansos).

Polemik mengenai desil DTSEN muncul setelah sejumlah warga mempertanyakan posisi desil mereka yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya. Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet sebelumnya turut menyoroti kemungkinan data yang belum diperbarui, mengingat kondisi rumah tangga dapat berubah lebih cepat daripada data yang menjadi dasar pemeringkatan. Pemerintah sendiri menjelaskan bahwa penentuan desil tidak hanya didasarkan pada penghasilan, tetapi juga sejumlah indikator sosial ekonomi lainnya.

Edy menegaskan, keberadaan satu basis data nasional tetap diperlukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran berbagai program pemerintah. Namun, penggunaan data yang belum cukup mutakhir untuk menentukan hak masyarakat atas perlindungan sosial dapat menimbulkan persoalan serius apabila terjadi kesalahan klasifikasi.

“Kalau orang yang sebelumnya masuk kelompok penerima PBI JKN tiba-tiba naik desil tanpa perubahan kondisi ekonomi yang jelas, lalu kepesertaannya dinonaktifkan, ini harus segera diperiksa. Jangan sampai kesalahan data berujung pada hilangnya hak kesehatan masyarakat,” ujar Politisi PDI Perjuangan.

Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya menjelaskan bahwa desil bukan semata-mata ukuran pendapatan. Bagi Komisi IX DPR RI, indikator yang digunakan harus mampu menggambarkan kemampuan riil sebuah rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan kesehatan.

“Orang bisa punya penghasilan, tetapi belum tentu mampu memenuhi kebutuhan dasar. Apalagi kalau di dalam keluarganya ada pasien penyakit kronis atau katastropik yang membutuhkan biaya pengobatan terus-menerus. Kondisi seperti ini harus terbaca dalam data,” katanya.

Edy juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin menempatkan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar. Atas dasar itu, ia meminta pemerintah mengevaluasi kembali kriteria penentuan desil agar penilaian kondisi sosial ekonomi tidak hanya bertumpu pada data administratif.

“Jangan sampai orang miskin karena sakit justru terlihat lebih sejahtera di atas kertas. Itu paradoks. Beban kesehatan seharusnya menjadi bagian dari cara kita melihat kerentanan sebuah keluarga,” tutur Legiselator Dapil Jawa Tengah III.

Selain pembenahan kriteria, Edy mendorong agar proses penetapan desil dilakukan secara terbuka dan melalui uji publik. Pemerintah dinilai perlu melibatkan kementerian dan lembaga terkait serta memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengetahui indikator yang digunakan dalam menentukan sebuah keluarga masuk Desil 1, 2, 3, dan seterusnya.

Menurut dia, mekanisme pengaduan masyarakat juga harus diperkuat sebagai bagian dari pengelolaan DTSEN. Warga yang merasa klasifikasi desilnya tidak sesuai dengan kondisi nyata harus memiliki akses untuk mengajukan keberatan dan memperoleh verifikasi lapangan dalam batas waktu yang jelas.

“Jangan masyarakat disuruh cek desil sendiri, tetapi ketika datanya salah mereka tidak tahu harus ke mana. Harus ada sistem pengaduan yang mudah, murah, cepat, dan yang paling penting ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Edy menekankan DTSEN tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan yang selesai setelah seluruh data berhasil diintegrasikan. Data mengenai kondisi kesejahteraan masyarakat harus diperbarui secara berkala karena situasi rumah tangga dapat berubah akibat PHK, perubahan pendapatan, perubahan jumlah anggota keluarga, maupun munculnya beban kesehatan.

“DTSEN harus menjadi alat untuk memastikan bantuan dan jaminan sosial tepat sasaran. Jangan sampai justru menjadi jebakan administratif yang membuat warga miskin kehilangan haknya. Kalau datanya salah, negara harus punya mekanisme untuk memperbaikinya dengan cepat,” ucap Edy.

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Kolaborasi Atasi Dampak Cuaca Panas Ekstrem, Libatkan Warga dan Pemerintah

    DPRD Pati Dorong Kolaborasi Atasi Dampak Cuaca Panas Ekstrem, Libatkan Warga dan Pemerintah

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 286
    • 0Komentar

    PATI – Menghadapi cuaca panas ekstrem yang melanda Kabupaten Pati, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menekankan perlunya kolaborasi antara warga dan pemerintah untuk meminimalisir dampaknya. “Cuaca panas ekstrem ini bukan hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Ia mendorong pemerintah untuk meningkatkan patroli di area rawan kebakaran […]

  • Sosok Super Kinyun, Bermain Konsisten Antarkan Persijap Jepara Raih Kemenangan

    Sosok Super Kinyun, Bermain Konsisten Antarkan Persijap Jepara Raih Kemenangan

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 419
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara kembali meraih kemenangan penting saat berjumpa dengan Sulut United (12/1), Persijap berhasil menang 3 – 1 atas Sulut United yang bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Klabat Manado. Kemenangan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain Persijap Jepara sepanjang pertandingan berlangsung. Salah satu pemain yang tampil bagus adalah Rizki Hidayat, […]

  • Pilihlah Lingkungan Terbaik

    Pilihlah Lingkungan Terbaik

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Banyak dari kita, saya yakin setuju bahwa lingkungan yang baik akan mengantarkan kita menjadi lebih baik. Begitu pula sebaliknya. Maka tidak heran jika para lulusan SMA misalnya, menginvestasikan waktu mereka untuk belajar lebih keras agar diterima di perguruan tinggi terbaik. Atau para orang tua, menyekolahkan anaknya di tempat-tempat yang membuatnya menjadi lebih berkembang. Setiap tempat, […]

  • Ketua Komisi C DPRD Pati Hadiri Sosialisasi Bankeu Sarpras Desa: Pembangunan Jalan Wajib Gunakan Hotmix atau Beton

    Ketua Komisi C DPRD Pati Hadiri Sosialisasi Bankeu Sarpras Desa: Pembangunan Jalan Wajib Gunakan Hotmix atau Beton

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.209
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mengadakan sosialisasi terkait penyaluran Bantuan Keuangan (Bankeu) guna pembangunan sarana dan prasarana di wilayah pedesaan untuk tahun anggaran 2026. Acara tersebut berlangsung di ruang aula kantor DPUTR Kabupaten Pati. Turut hadir dalam kegiatan ini Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Ketua Komisi C […]

  • Friska Womsiwor dan Ardan Aras Merapat ke Persijap Jepara

    Friska Womsiwor dan Ardan Aras Merapat ke Persijap Jepara

    • calendar_month Sel, 14 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Skuad Persijap Jepara saat melakoni laga uji coba di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. JEPARA – Persijap Jepara siap mengarungi Liga 2 musim 2021. Skuad Laskar Kalinyamat semakin menyakinkan dengan merapatnya pemain-pemain senior sarat pengalaman di kompetisi teratas Liga Indonesia. Seperti Ardan Aras hingga Friska Womsiwor. Friska Womsiwor pernah berkostum PSM Makasar dan Persipura. Sedangkan […]

  • Anggota DPR-RI Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Miskin Melalui BPJS Ketenagakerjaan

    Anggota DPR-RI Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Miskin Melalui BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 333
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Dalam sebuah sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Grobogan, Minggu (29/6), Anggota DPR RI Komisi IX, Edy Wuryanto, mengajukan usulan penting yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Usulan tersebut berfokus pada perluasan Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk mencakup BPJS Ketenagakerjaan. “Saya sedang mengusulkan PBI bagi orang miskin untuk BPJS ketenagakerjaan. Jadi, orang miskin itu saya […]

expand_less