Plt Bupati Pati Pastikan Realisasi Sudetan Sungai Juwana 11 Kilometer Atasi Banjir, Ajak Jaga Sumber Kehidupan Bersama
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 101.139

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri pembukaan Festival Kali Juwana ke-7 di Desa Gadingrejo, Senin (27/7/2026).
PATI – Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen penuh mempercepat penanganan persoalan banjir yang kerap melanda Kecamatan Juwana, salah satunya melalui rencana pembangunan sudetan Sungai Juwana sepanjang kurang lebih 11 kilometer.
Pernyataan ini disampaikan secara tegas oleh Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat meresmikan penyelenggaraan Festival Kali Juwana ke-7 Tahun 2026 yang mengusung tema “Gerakan Budaya Ekologis, Sungai Waras, Masyarakat Waras”, di Sekretariat Jampisawan, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Senin (27/7/2026).
Upaya percepatan tersebut terus dijalankan melalui koordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, sebagai langkah strategis untuk meminimalisir dampak banjir yang selama ini menjadi keluhan utama warga. Selain itu, Pemkab Pati juga menyiapkan langkah pendukung berupa normalisasi aliran sungai serta penyediaan alat berat yang dibutuhkan.
“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS untuk pelaksanaan sudetan Sungai Juwana, sekitar 11 kilometer agar dapat mengurangi dampak banjir di wilayah Juwana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Sungai Juwana memiliki peran yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat setempat. Tidak hanya menjadi penyangga sektor pertanian dan perikanan, sungai ini juga berfungsi sebagai sumber air bersih sekaligus memiliki potensi besar dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan apabila dikelola secara terpadu dan berkelanjutan.
“Sungai ini adalah sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, kelestariannya harus kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” kata dia.
Plt Bupati juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus segera diselesaikan, mulai dari masalah banjir, pendangkalan aliran air, hingga pertumbuhan tanaman enceng gondok yang menghambat aliran sungai.
Menurutnya, penyelesaian seluruh persoalan tersebut memerlukan kerja sama lintas sektor agar hasil yang dicapai lebih efektif dan menyeluruh.
“Enceng gondok jangan hanya dipandang sebagai masalah. Tanaman ini bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” tambah Chandra.
Sementara itu, Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan), Sunadi, menjelaskan bahwa Festival Kali Juwana ke-7 ini dirancang sebagai wadah pertemuan dan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun gerakan budaya peduli lingkungan guna memulihkan kondisi Sungai Juwana.
Kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda, yang diwujudkan melalui serangkaian acara seperti rembuk lintas iman, pelatihan Biotilik, hingga lomba poster bertema lingkungan hidup.
Pembukaan Festival Kali Juwana ke-7 turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ketua FKUB Kabupaten Pati beserta jajaran, perwakilan BirdLife Foundation Indonesia, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, tokoh lintas agama, Camat Juwana, serta Ketua Jampisawan selaku penyelenggara.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

