Breaking News
light_mode

DPRD Pati Tampung Aspirasi Warga soal BPHTB dalam Revisi Perda

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
  • visibility 102.145

PATI – Penataan kembali Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) berpeluang menjadi salah satu materi yang dibahas dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 1 Tahun 2024.

DPRD Kabupaten Pati menyatakan terbuka terhadap berbagai masukan masyarakat mengenai kebijakan BPHTB. Aspirasi yang disampaikan, termasuk melalui audiensi, akan diterima dan diproses sesuai mekanisme pembentukan peraturan daerah.

Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, mengatakan masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan usulan terkait regulasi yang dinilai perlu diperbaiki.

“Usulan diterima, namanya usulan kita harus terima, kita tampung. Karena memang ada mekanismenya,” ujar Muslihan.

Ia menjelaskan, DPRD memiliki fungsi untuk menerima sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat dalam proses penyusunan maupun perubahan regulasi daerah. Dengan demikian, masukan mengenai BPHTB dapat menjadi salah satu bahan yang dipertimbangkan dalam pembahasan revisi Perda Nomor 1 Tahun 2024.

Saat ini, perda tersebut telah tercantum dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda). Kondisi itu membuka ruang bagi DPRD bersama pemerintah daerah untuk melakukan pembahasan perubahan regulasi melalui tahapan legislasi yang telah ditetapkan.

“Revisi langkah kami, nanti ini kan sudah masuk dalam Propemperda. Oleh karena itu Perda 1 Tahun 2024 nanti kan ada direvisi,” jelasnya.

Muslihan menegaskan, berbagai aspirasi yang masuk akan dipertimbangkan dalam proses revisi. Meski demikian, substansi perubahan tetap harus memperhatikan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, revisi perda diharapkan tidak sekadar mengubah ketentuan yang ada, tetapi juga mampu memberikan penyelesaian terhadap persoalan yang muncul di masyarakat, khususnya berkaitan dengan penerapan BPHTB.

Ia juga menilai partisipasi publik diperlukan dalam proses penyusunan regulasi. Dengan adanya masukan langsung dari masyarakat, aturan yang nantinya dihasilkan diharapkan memiliki dasar hukum yang kuat sekaligus lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Lintas Iman Grobogan Gali Keterkaitan Perempuan, Alam, dan Keadilan Ekologis dalam Diskusi Rutin

    Forum Lintas Iman Grobogan Gali Keterkaitan Perempuan, Alam, dan Keadilan Ekologis dalam Diskusi Rutin

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 559
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Forum Lintas Iman Grobogan kembali menggelar diskusi rutin bulanan, kali ini mengangkat tema “Perempuan, Alam, dan Perjuangan.” Pertemuan ketiga ini menyoroti bagaimana peran perempuan, kearifan lokal, dan tata ruang kota yang berkelanjutan dapat menjadi kunci dalam menghadapi krisis lingkungan yang semakin nyata. Bunda Rita, sebagai salah satu panelis, membuka diskusi dengan mengajak seluruh […]

  • DPRD Pati Dorong Pengembangan Wisata Lokal dengan Kreativitas Masyarakat

    DPRD Pati Dorong Pengembangan Wisata Lokal dengan Kreativitas Masyarakat

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, mendorong pengembangan objek wisata lokal secara optimal melalui kreativitas masyarakat. “Dengan (saya) kreativitas itu harus juga dipacu dari masyarakat,” ungkap Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini. Ia menilai, wisata lokal menjadi keunggulan suatu daerah, selain dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat, juga […]

  • Kampanye #BungkusWae, Coffe Shop di Pati Beri Diskon 10 Persen

    Kampanye #BungkusWae, Coffe Shop di Pati Beri Diskon 10 Persen

    • calendar_month Sel, 29 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 361
    • 0Komentar

      Salah seorang pelanggan menerima bungkusan pesanannya di Selasar Coffe and Gelato, Pati. Berangkat dari situasi sulit di tengah pandemi (pembatasan aktivitas masyarakat) berbagai coffee shop di Pati lantas berkolaborasi untuk menginisiasi sebuah gerakan bertajuk #BungkusWae sebagai solusi bertahan di tengah pandemi. PATI – Kasus COVID-19 yang semakin meningkat di Kabupaten Pati membuat pemerintah semakin […]

  • Persijap Jepara kalah 3-1 melawan tuan rumah PSCS Cilacap di Stadion Wijayakusuma Cilacap (DOC PSCS)

    Kalah Lawan PSCS, Peluang Persijap ke Babak 12 Besar Hampir Tertutup

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Persijap Jepara kalah melawan PSCS Cilacap, hasil ini membuat peluang untuk lolos ke babak 12 besar Liga 2 hampir pasti tertutup dan membuat Laskar Kalinyamat harus siap-siap menjalani babak play off degradasi.

  • Terinspirasi Daun Jati Guru SMK Cordova Pati Menangi Sayembara Logo IAI Khozinatul Ulum Blora

    Terinspirasi Daun Jati Guru SMK Cordova Pati Menangi Sayembara Logo IAI Khozinatul Ulum Blora

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Zuli Rizal Inspirasi dari daun jati berhasil mengantarkan Zuli Rizal, seorang guru SMK Cordova Margoyoso Pati meraih juara sayembara logo Institut Agama Islam (IAI) Khozinatul Ulum Blora. Zuli berhasil memadukan lokalitas Blora dengan nilai-nilai keislaman dengan apik. PATI – Zuli Rizal bersyukur dan sangat puas, karyanya berhasil terpilih menjadi logo resmi kampus Islam asal Kota […]

  • Edy Wuryanto Dorong Revisi Permendag 8/2024: Batasi Impor Agar Produk Lokal Tidak Tertindas

    Edy Wuryanto Dorong Revisi Permendag 8/2024: Batasi Impor Agar Produk Lokal Tidak Tertindas

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.480
    • 0Komentar

    JAKARTA – Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menjadi perhatian publik di tengah situasi perlambatan ekonomi nasional. Menurut catatan Kementerian Ketenagakerjaan, periode Januari hingga November telah menyaksikan 79.302 pekerja kehilangan pekerjaan – dampak langsung dari pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar 5 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan bahwa penurunan kinerja ekonomi selama 10 […]

expand_less