Breaking News
light_mode

DPRD Pati Soroti Ribuan Kapal Nelayan Juwana Berhenti Melaut Akibat Harga Solar Mahal

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
  • visibility 99.082

PATI – Ribuan unit kapal nelayan yang beroperasi di kawasan pesisir dan aliran sungai Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, diketahui berhenti beraktivitas dan tidak melaut.

Keputusan ini diambil imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak jenis solar non-subsidi yang menjadi penunjang utama operasional kapal mereka.

Kondisi kritis tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, saat mendampingi kunjungan kerja Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, di Dermaga Desa Bendar, Kecamatan Juwana, pada Sabtu (16/5/2026).

Menurut Mukit, kehadiran perwakilan dari DPR RI diharapkan dapat menjadi wadah penampungan aspirasi sekaligus solusi atas permasalahan yang menimpa para nelayan Juwana.

Ia menjelaskan, banyak kapal berukuran besar di atas 30 gross ton (GT), baik yang beroperasi di wilayah utara maupun selatan pesisir Juwana, kini tidak bisa berlayar lagi karena terbebani tingginya harga BBM.

“Dengan hadirnya Komisi IV DPR RI ini menjadi angin segar bagi nelayan. Harapannya, permasalahan nelayan bisa diketahui secara langsung karena kondisi di lapangan terlihat jelas, mulai dari utara sampai selatan kapal masih belum melaut,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahan bakar minyak merupakan kebutuhan paling mendasar bagi para nelayan untuk menjalankan armada kapal. Tanpa kepastian harga yang stabil dan terjangkau, sulit bagi mereka untuk tetap melakukan aktivitas melaut guna memenuhi kebutuhan hidup.

“BBM ini ibarat darah bagi nelayan. Kalau tidak ada BBM, kapal tidak bisa bergerak dan nelayan tidak bisa melaut,” katanya.

Salah satu nahkoda kapal yang turut merasakan dampak langsung kenaikan harga solar non-subsidi adalah Suroso. Ia mengaku, lonjakan harga yang mencapai Rp30 ribu per liter membuat dirinya dan awak kapal terpaksa menghentikan aktivitas melaut selama tiga bulan terakhir.

“Kami sudah lebih dari 20 tahun menjadi nahkoda dan memahami kondisi di lapangan. Kenaikan harga solar non-subsidi sangat membebani kami,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tingginya biaya operasional yang harus dikeluarkan membuat pendapatan hasil tangkapan menjadi tidak sebanding. Akibatnya, banyak nelayan memilih berhenti sementara waktu demi menghindari kerugian yang lebih besar.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Minta Pemkab Bantu Pemasaran Produk UMKM Lokal

    DPRD Pati Minta Pemkab Bantu Pemasaran Produk UMKM Lokal

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 284
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Narso, mengungkapkan keprihatinannya atas dominasi produk impor di pasaran. Ia menyayangkan kenyataan bahwa masyarakat lebih memilih produk impor, padahal banyak produk lokal yang berkualitas. “Realitanya, di masyarakat produk impor sudah mendarah daging. Baik yang di pasar tradisional, misalnya fashion atau produk lainnya itu impor,” ungkapnya. Menanggapi hal ini, Narso mengimbau […]

  • Belajarlah pada Rizky Ridho, Pemain Lokal Jangan Takut Bersaing

    Belajarlah pada Rizky Ridho, Pemain Lokal Jangan Takut Bersaing

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 431
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Wacana slot 8 pemain asing di Liga 1 musim 2024/2025 mendapat reaksi keras dari sejumlah pemain lokal. Bahkan diantara mereka ramai-ramai membuat #IniSepakbolaIndonesia dalam akun sosial media mereka. Postingan ini disinyalir karena para pemain lokal menolak wacana penambahan kuota pemain asing. Lantaran pemain lokal takut akan tergusur. Beberapa pemain lokal yang menyuarakan tagar […]

  • 406 Koperasi Desa Merah Putih Pati Ikuti Pembekalan Keuangan

    406 Koperasi Desa Merah Putih Pati Ikuti Pembekalan Keuangan

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 406 perwakilan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Pati mengikuti pembekalan Capacity Building pengelolaan keuangan selama tiga hari, 11-13 Juni 2025, di Aula Bank Jateng Kantor Cabang Koordinator Pati. Pembekalan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengurus koperasi dalam mengelola keuangan, menjelang pembukaan rekening dan penggunaan layanan Agen Laku Pandai serta internet banking Bank […]

  • Sudewo Apresiasi Gebyar Milad Muhammadiyah ke-113, Ikuti Salat Subuh Berjamaah di Masjid Moch Dahlan

    Sudewo Apresiasi Gebyar Milad Muhammadiyah ke-113, Ikuti Salat Subuh Berjamaah di Masjid Moch Dahlan

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 846
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, bersama tokoh Muhammadiyah, NU, MUI, FKUB, dan Kementerian Agama Kabupaten Pati mengikuti Gerakan Nasional Salat Subuh Berjamaah di Masjid Moch Dahlan, Pati (18/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gebyar Milad Muhammadiyah ke-113. Acara ini menarik perhatian masyarakat karena panitia menyediakan doorprize utama berupa voucher umroh. Kehadiran tokoh lintas ormas Islam […]

  • Melihat Keunikan Pameran Seni Rupa “Bomah Mburi” di Gabus Pati

    Melihat Keunikan Pameran Seni Rupa “Bomah Mburi” di Gabus Pati

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 324
    • 0Komentar

      Pameran seni rupa dengan tema “Bomah Mburi” lahir dari latar Kota Pati yang dikenal memiliki bahasa lokal yang khas dan unik, gaya ungkap pesisiran ini tentu merupakan kekayaan Budaya yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Kekhasan itu bisa dipakai untuk melihat seperti apa karakter dan perwajahan sebuah daerah. Karakteristik Pati, sebagai daerah diantara Gunung […]

  • Semangat Merdeka dari Desa Penghasil Pemain Bola

    Semangat Merdeka dari Desa Penghasil Pemain Bola

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

      Suasana lapangan sepakbola Desa Trangkil, Pati saat Agustusan 2021. Desa/Kecamatan Trangkil di Kabupaten Pati dikenal luas sebagai desa penghasil pemain bola. Dari masa ke masa selalu lahir pemain sepakbola yang meramaikan geliat sepakbola nasional. Di bulan Kemerdekaan ini, lapangan yang menjadi tempat berlatih dihias 76 bendera merah putih. Sebagai semangat untuk bekerja keras menjadi […]

expand_less