Breaking News
light_mode

LPSK Turun Langsung Tangani Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Siap Lindungi Korban dan Saksi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
  • visibility 98.756

PATI – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengambil langkah proaktif menangani kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang menimpa sejumlah santriwati di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu.

Tim LPSK tiba di Pati pada 6–7 Mei 2026 guna melakukan peninjauan langsung, penilaian situasi, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Koordinasi dilakukan bersama Polresta Pati, UPTD PPA Kabupaten Pati, Kementerian Agama, hingga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama beserta badan otonomnya.

Selain itu, tim juga menemui langsung korban dan saksi untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi serta mendapatkan perlindungan yang layak.

Wakil Ketua LPSK, Wawan Fahrudin, menyatakan bahwa lembaganya hadir untuk memastikan setiap pihak yang terlibat berani menyampaikan keterangan dalam proses hukum tanpa rasa takut. Berbagai bentuk perlindungan disediakan, mulai dari keamanan diri, kerahasiaan identitas, pendampingan hukum, hingga dukungan psikologis.

“LPSK sudah turun secara proaktif dalam kasus ini. Kami siap memberikan perlindungan kepada saksi dan/atau korban agar berani beraksi mengungkap perkara. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memproses berbagai permohonan, termasuk fasilitasi pemberian ganti rugi,” ungkap Wawan.

Tersangka dalam kasus ini adalah AS (51), pendiri pondok pesantren tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ia diduga memanfaatkan posisi, pengaruh, serta dalih keagamaan untuk mengatur pandangan dan menciptakan ketergantungan pada para korban.

Modus yang digunakan beragam: korban sering dihubungi lewat pesan gawai mulai malam hingga dini hari, diminta menemani atau memijat tersangka. Bagi yang menolak, mereka mendapat ancaman akan dipulangkan dari pesantren, bahkan ada yang mengalami kekerasan fisik. Perbuatan itu diduga terjadi di berbagai tempat di lingkungan pesantren.

Menurut keterangan kuasa hukum, jumlah korban diperkirakan mencapai 30 hingga 50 orang, sebagian besar masih di bawah umur dan merupakan siswa tingkat SMP.

Namun hingga kini baru sebagian kecil yang sudah memberikan keterangan resmi kepada aparat. Oleh karena itu, LPSK akan terus mendalami informasi serta menemui pihak-pihak yang mungkin terlibat untuk mendapatkan gambaran lengkap.

Berdasarkan keterangan dari Unit PPA Polresta Pati, AS telah ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April 2026 dan mulai ditahan sejak 7 Mei 2026. Ia dijerat dengan beberapa aturan hukum, antara lain Pasal 76E jo Pasal 82 UU Perlindungan Anak, Pasal 6 huruf c jo Pasal 15 ayat (1) huruf e UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta Pasal 418 ayat (1) dan (2) KUHP.

Selain menindak pelaku, LPSK juga menemukan berbagai hambatan dalam proses pengungkapan kasus ini. Sejumlah korban dan saksi dikabarkan mendapat tekanan, ancaman gugatan balik, hingga ajakan untuk berdamai dari pihak tersangka. Akibatnya, beberapa di antaranya memutuskan tidak lagi melanjutkan proses hukum.

Terdapat pula informasi mengenai dugaan upaya pemberian sejumlah uang kepada pendamping korban dengan tujuan menghentikan jalannya perkara. Kondisi ini dinilai dapat menghambat proses pengadilan serta menurunkan keberanian pihak yang menjadi saksi maupun korban.

Sementara itu, Kementerian Agama Kabupaten Pati telah mencabut izin operasional pesantren tersebut per 5 Mei 2026. Pihaknya juga memfasilitasi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke tempat lain, baik ke pesantren maupun sekolah umum.

“Ke depannya, LPSK bersama instansi terkait akan terus melakukan penilaian serta pendampingan bagi para santri, agar mereka berani menjadi saksi maupun melaporkan peristiwa buruk yang pernah dialami,” tambah Wawan.

Hingga saat ini, LPSK tetap memantau setiap perkembangan kasus dan terus berkoordinasi dengan penegak hukum serta instansi lain, guna memastikan proses hukum berjalan adil serta seluruh pihak mendapatkan perlindungan yang layak.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Soroti Masalah Iuran Sekolah, Minta Sosialisasi Langsung ke Wali Murid

    DPRD Pati Soroti Masalah Iuran Sekolah, Minta Sosialisasi Langsung ke Wali Murid

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.063
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati mengangkat isu iuran sukarela di sekolah sebagai hal yang perlu diperhatikan secara serius. Ketua Komisi D Teguh Bandang Waluyo menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati untuk menyelenggarakan sosialisasi terkait hal ini secara langsung kepada para orang tua atau wali murid di seluruh sekolah. “Kita warning kepada kepala dinas pendidikan […]

  • Dewan Pati Himbau Pemkab Perhatikan Fasilitas untuk Penyandang Disabilitas

    Dewan Pati Himbau Pemkab Perhatikan Fasilitas untuk Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 303
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Narso, menghimbau Pemerintah Kabupaten Pati untuk meningkatkan aksesibilitas ruang publik bagi penyandang disabilitas. Hal ini disampaikan Narso dalam sebuah pernyataan, menanggapi masih minimnya fasilitas yang ramah disabilitas di Kabupaten Pati. “Sebagai warga negara Indonesia, penyandang disabilitas di Pati memiliki hak yang sama untuk mendapatkan aksesibilitas yang memadai di ruang publik,” […]

  • DPRD Pati Dorong Sinergi Pemkab Tangani Serangan Hama Tikus di Lahan Pertanian

    DPRD Pati Dorong Sinergi Pemkab Tangani Serangan Hama Tikus di Lahan Pertanian

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 25.006
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati diminta segera mengambil tindakan nyata untuk menanggulangi serangan hama tikus yang merajalela di areal persawahan dan lahan pertanian. Masalah ini dikhawatirkan semakin menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen, baik untuk tanaman padi maupun jagung yang menjadi andalan petani setempat. Usulan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, […]

  • Anggota DPRD Pati Dorong Jiwa Sportif Tinggi pada Atlet

    Anggota DPRD Pati Dorong Jiwa Sportif Tinggi pada Atlet

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 343
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Endah Sri Wahyuningati, menekankan pentingnya jiwa sportifitas tinggi bagi para atlet. Ia mengingatkan bahwa hasil dalam kompetisi memang penting, namun proses dan perjuangan untuk meraihnya lebih utama. “Esensi sebuah kegiatan festival atau istilahnya kegiatan perlombaan pasti ada yang menang dan yang kalah,” ujar wakil rakyat yang […]

  • DPRD Pati Apresiasi Program Pembinaan Kemandirian di Lapas Pati

    DPRD Pati Apresiasi Program Pembinaan Kemandirian di Lapas Pati

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 368
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, H. Hardi, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pati untuk meninjau berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang dilakukan di dalam lapas. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung efektivitas program pembinaan yang diberikan kepada warga binaan. Dalam kunjungannya, H. Hardi meninjau tempat pembuatan kue kering, lahan pertanian […]

  • Resep Sayur Asem Jakarta yang Sedap dan Sehat

    Resep Sayur Asem Jakarta yang Sedap dan Sehat

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Sayur asem Jakarta  Menu makan yang cocok disantap siang hari salah satunya adalah sayur asem. Sayur asem yang cukup terkenal adalah sayur asem Jakarta, yang melimpah jenis sayurnya. Inilah resep mnembuat sayur asem Jakarta yang sedap dan tentunya sehat. Sayur asem menjadi salah satu menu makanan sehari-hari yang menjadi favorit banyak orang. Hal itu dikarenakan […]

expand_less