Breaking News
light_mode

Sejarah Lengkap Tradisi Jembul Tulakan Jepara Bagian 1

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
  • visibility 24.797

JEPARA – Bagi masyarakat Jepara khususnya di wilayah utara pasti tidak asing dengan tradisi Jembul Tulakan.

Jembul Tulakan merupakan sebuah tradisi budaya khas yang ada di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara.

Jembul Tulakan adalah arak-arakan Jembul di desa Tulakan. Jembul Tulakan merupakan tradisi dalam acara sedekah bumi yang di selengggarakan oleh pemerintah desa Tulakan.

Pelaksanaan Jembul Tulakan rutin digelar setiap Senin Pahing bulan Apit penanggalan Jawa.

Sebagai tanda rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang dilimpahkan pada penduduk Kademangan Tulakan, Ki Demang Barata mengadakan upacara syukuran yang kemudian dikenal dengan sedekah bumi.

Tradisi Jembul Tulakan ini juga sebagai langkah untuk mengingat laku tapa brata yang dilakukan oleh Nyai Ratu Kalinyamat dalam menuntut keadilan atas kematian suaminya, Sunan Hadirin, yang dibunuh oleh Arya Panangsang.

Pelaksanaan

Sebelum sedekah bumi pada hari Senin Pahing, didahului manganan dipunden Nyai Ratu Kalinyamat, yaitu bekas pertapaan.

Pada hari Jumat Wage sesuai dengan riwayat yang menyebutkan bahwa kedatangan Ratu Kalinyamat untuk bertapa adalah Jumat Wage.

Sebagai tanda bukti dan setia murid-murid Ki Demang Barata yang sudah memimpin pedukuhan, masing-masing mengantarkan makanan kecil ke rumah Ki Demang.

Makanan kecil tersebut diletakkan dalam dua buah ancak dan di atas makanan kecil ditanamkan belahan bambu yang diirat tipis-tipis.

Iratan tipis bambu tersebut melambangkan rambut jembul dengan diatur sedemikian rupa.

Ancak dari rambut jembul dari iratan bambu tipis tersebut dinamakan Jembul Tulakan.

Jembul merupakan perlambangan dari ungkapan yang diucapkan oleh Ratu Kalinyamat waktu menjalani pertapaan yaitu “Ora pati-pati wudhar tapaningsun, yen durung keramas getehe lan karmas keset jembule Aryo Panangsang” yang dapat diartikan “tidak akan menyudahi tapa kalau belum keramas dengan darah dan keset rambut Aryo Panangsang”.

Atraksi Budaya

Dari sisi atraksi budaya, upacara tradisional Jembul Tulakan cukup menarik karena melibatkan seluruh masyarakat yang merasa memiliki tradisi tersebut.

Dengan terlibatnya masyarakat secara merata membuat tradisi ini mampu terpelihara dari waktu ke waktu dengan berbagai nuansa baru yang tetap mempertahankan persyaratan upacara yang dianggap harus ada, baik dari segi peralatan maupun langkah-langkah yang harus dilalui.

Atraksi Jembul Tulakan ini, di samping menarik bagi masyarakat pendukung budaya tersebut juga sebagai bagian dari aktivitas budaya penyelarasan dengan alam lingkungan, juga menjadi tontonan budaya bagi masyarakat lain yang tidak terlibat secara langsung dengan kegiatan ini.

Peralatan dan Simbol-simbol dalam pelaksanaan Sedekah Bumi Tulakan atau dikenal juga dengan Upacara Jembul Tulakan ini, disuguhkan dua macam Jembul. Jembul yang besar di depan atau sering disebut Jembul Lanang, sedangkan jembul kecil berada di belakang disebut dengan Jembul Wadon.

Khusus Jembul Lanang dihiasi dengan iratan bambu tipis sedangkan Jembul Wadon tidak.

Jembul Lanang di dalamnya terdapat bermacam-macam makanan kecil, seperti jadah (gemblong), tape ketan, apem, dan sebagainya. Sedangkan Jembul Wadon berisi lauk-pauknya. (bersambung)

  • Penulis: Abdul Adhim
  • Editor: Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pati: Jembatan Pelemgede Akan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

    Bupati Pati: Jembatan Pelemgede Akan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 816
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, meresmikan Jembatan Jalan Sukopuluhan–Mencon di Desa Pelemgede, Sabtu (15/11/2025). Jembatan ini merupakan akses penting penghubung menuju Pucakwangi–Blora. “Alhamdulillah, Jembatan Pelemgede sudah selesai terbangun dalam kondisi yang bagus, kuat,” ujar Sudewo. Pembangunan jembatan ini merupakan respons terhadap kerusakan akibat banjir Februari 2025. Sudewo berharap jembatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. […]

  • Gayengnya Kopdar Peternak Kambing Domba di Pati

    Gayengnya Kopdar Peternak Kambing Domba di Pati

    • calendar_month Jum, 27 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Kopdar dan halalbihalal peternak kambing dan domba di Kabupaten Pati PATI – Acara kopi darat (kopdar) sekaligus halalbihalal Paguyuban Peternak Domba dan Kambing Pati (PPDKP) digelar di Berkah Ngarit Farm Desa Tawangrejo Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Kamis (26/5/2022). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati Niken Trimeiningrum dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin. Acara […]

  • Motor vs Motor, Satu Meregang Nyawa

    Motor vs Motor, Satu Meregang Nyawa

    • calendar_month Sen, 2 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Kejadian kecelakaan lalu lintas kembali terjadi. Pagi kemarin (2/3/2018) kecelakaan melibatkan dua pengendara sepeda motor di Jalan Raya Tayu – Jepara turut Dukuh Bendokaton Desa Purwokerto Kecamatan Tayu. Dalam peristiwa itu, satu pengendara tewas saat sampai di rumah sakit Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalui Kapolsek Tayu AKP Sayadi menuturkan, kejadiaan nahas […]

  • Persijap Jepara ditahan imbang PSCS Cilacap 0-0 di Stadion GBK Jepara.

    Tak Pernah Menang Persijap Jepara Nyaman di Dasar Klasemen

    • calendar_month Ming, 1 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Persijap Jepara ditahan imbang PSCS Cilacap 0-0 di Stadion GBK Jepara. Hasil ini membuat Laskar Kalinyamat berada di dasar klasemen Pegadian Liga 2 grup 3.

  • DPRD Pati Pastikan Bantuan Pengeboran Air Bersih untuk Puskesmas Tlogowungu

    DPRD Pati Pastikan Bantuan Pengeboran Air Bersih untuk Puskesmas Tlogowungu

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati memastikan akan memberikan bantuan pengeboran air bersih kepada Puskesmas Tlogowungu. Bantuan ini akan direalisasikan melalui perubahan anggaran tahun ini, demikian disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Tlogowungu, Sabtu (14/6/2025). Bandang, yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan, menekankan pentingnya program […]

  • Meresahkan Masyarakat, Wakapolres Jepara Sosialisasi Stop Pungli

    Meresahkan Masyarakat, Wakapolres Jepara Sosialisasi Stop Pungli

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 291
    • 0Komentar

    JEPARA – Wakapolres Jepara, Kompol Indra Jaya Syafputra, menegaskan larangan pungutan liar (pungli) kepada penduduk sebagai tindakan yang merugikan mereka. Pernyataan ini disampaikan dalam acara sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Pungutan Liar oleh Satgas Saber Pungli UPP Kabupaten Jepara di Balai Desa Bandengan, Kecamatan Jepara Kota, pada Kamis (30/5/2024). Kompol Indra menjelaskan bahwa praktik pungutan liar […]

expand_less