Wujudkan Wisata Edukasi, Eks Kantor Satpol PP Akan Direnovasi Menjadi Museum Cagar Budaya
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 24.554

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra saat meninjau lokasi
PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengambil langkah strategis dalam pelestarian sejarah dengan merencanakan revitalisasi bangunan bekas kantor Satpol PP yang terletak di Jalan RA Kartini, belakang Kantor Bupati, untuk diubah menjadi Museum Cagar Budaya. Rencana tersebut ditinjau langsung oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, pada Minggu (19/4/2026).
Inisiatif ini ditujukan untuk mengumpulkan kembali berbagai benda pusaka dan peninggalan sejarah yang saat ini tersebar, sekaligus menyediakan fasilitas edukasi gratis bagi masyarakat umum dan pelajar.
Chandra menjelaskan, saat ini masih banyak artefak bersejarah milik Kabupaten Pati yang justru berada di luar wilayah, mulai dari Yogyakarta, Kudus, hingga Museum Ronggowarsito.
Oleh karena itu, Pemkab berupaya menarik dan mengonsolidasikan aset-aset tersebut agar dapat dinikmati publik di satu lokasi terpadu.
“Kantor Satpol PP ini akan kita renovasi, kita jadikan museum cagar budaya Kabupaten Pati. Karena ternyata kita masih banyak benda-benda pusaka ataupun warisan budaya Kabupaten Pati yang tersebar di berbagai tempat,” ujar Chandra.
Ia menambahkan, seluruh koleksi nantinya akan ditempatkan di lokasi bekas kantor tersebut. Dengan adanya museum ini, diharapkan akses masyarakat untuk mempelajari sejarah lokal menjadi jauh lebih mudah dan tidak berbayar.
“Nanti kita letakkan di sini, sehingga masyarakat Pati, adik-adik sekolah bisa mempelajari sejarah daerahnya sendiri. Insya Allah segera kita realisasikan,” tegasnya.
Pengembangan museum ini juga dirancang terintegrasi dengan kawasan Pendopo Kabupaten Pati yang selama ini sudah menjadi tujuan rutin kegiatan outing class.
Area pendopo yang berfungsi sebagai ruang terbuka edukatif akan dipadukan dengan museum sebagai satu kesatuan destinasi wisata pembelajaran.
Dengan konsep tersebut, kehadiran museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan barang kuno, tetapi juga sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan pusat pemerintahan serta memperkuat pemahaman tentang sejarah dan kepemimpinan daerah.
“Sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap daerah sendiri,” pungkasnya.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

