Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Minta Pemerintah Lakukan Pembenahan Menyeluruh Penanganan Campak

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
  • visibility 4.087

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengingatkan bahwa angka penurunan kasus campak sebesar 93 persen yang disampaikan pemerintah tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Pada awal tahun ini, tercatat sebanyak 2.220 kasus penyakit tersebut.

Menurutnya, pencapaian penurunan kasus perlu ditelaah secara cermat mengingat tren penurunan target imunisasi dasar selama beberapa tahun terakhir.

Edy mengakui bahwa upaya penanganan campak oleh pemerintah telah menunjukkan langkah responsif, khususnya dalam peningkatan upaya pelaporan dan imunisasi kejar.

Namun, politikus dari PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah permasalahan esensial yang belum menemukan solusi tuntas.

“Penurunan kasus ini tidak serta-merta mencerminkan kondisi aman. Justru kita harus jujur melihat bahwa cakupan imunisasi dasar kita sempat turun dan tidak mencapai target. Ini yang menjadi akar masalah,” tutur Edy.

Menurut Edy, terjadinya lonjakan kasus campak hingga angka 2.220 merupakan dampak dari melemahnya sistem imunisasi dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang.

Salah satu bukti adalah tidak optimalnya pelaksanaan vaksinasi Campak-Rubela. Sebagai contoh, berdasarkan data September 2022, cakupan vaksinasi Campak-Rubela dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) secara nasional hanya mencapai 87,7 persen.

Pada periode tersebut, tidak ada satu pun daerah di luar Jawa-Bali yang mencapai target 90 persen. Di wilayah Jawa-Bali sendiri, Jawa Tengah dan Jawa Barat belum mampu mencapai target 95 persen. Pencapaian vaksinasi memang mengalami kemerosotan pada masa pandemi Covid-19.

“Meningkatnya insidensi campak belakangan ini adalah akibat kelalaian dalam pelaksanaan program vaksinasi yang tidak mencapai target. Pada periode 2019 hingga 2021 tercatat sekitar 1,7 juta bayi tidak memperoleh imunisasi lengkap. Ini jelas menciptakan kerentanan besar di masyarakat,” ujarnya.

Lonjakan kasus campak bukan hanya terjadi saat ini. Tahun 2022 mencatat peningkatan kasus hingga 30 kali lipat dibandingkan 2021, yaitu sebanyak 4.800 kasus.

Kemudian pada tahun 2023, jumlah kasus campak mencapai angka 10.600. Pada tahun yang sama juga telah muncul rekomendasi untuk melakukan imunisasi tambahan dengan tujuan mengeliminasi kasus campak. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa pada tahun tersebut terjadi lonjakan kasus yang signifikan.

Edy menilai bahwa kondisi saat ini juga merupakan hasil dari tidak maksimalnya pelaksanaan vaksinasi Campak-Rubela pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian penyakit menular belum dikelola dengan konsisten dan berkelanjutan.

“Dari polanya sudah terlihat, penuruanan vaksinasi akan membuat lonjakan jumlah penyakit. Ini harusnya dapat diantisipasi,” tuturnya.

Selanjutnya, Edy mengkritik bahwa pendekatan penanganan saat ini masih terlalu fokus pada tanggapan setelah kasus muncul, bukan pada upaya pencegahan yang proaktif di lapangan.

“Mestinya vaksin campak mudah dilaksanakan, terutama pada keluarga atau kontak erat dengan penderita sebagai langkah preventif untuk memutus rantai penularan,” tuturnya.

Legislator yang berasal dari Dapil Jawa Tengah III ini mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan program imunisasi massal. Selain itu, perlu juga diperkuat sistem pencegahan yang berbasis komunitas.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain mempercepat pemulihan cakupan imunisasi dasar, memperkuat kembali pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), serta meningkatkan deteksi dini di fasilitas layanan kesehatan primer. Selain itu, diperlukan edukasi publik untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksin.

“Adanya isu terkait vaksin atau ada antivaksin, harus disikapi serius. Harus tegas dengan hal seperti ini,” sarannya.

Selain itu, Edy menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam memastikan program berjalan dengan efektif, termasuk dari sisi alokasi anggaran dan pelaksanaan di lapangan.

“Penanganan campak tidak boleh reaktif dan musiman. Harus ada konsistensi kebijakan dan pengawasan. Kalau tidak dibenahi dari sekarang, potensi kejadian serupa akan terus berulang,” kata Edy.

(adv)

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pejabat Jepara Lahirkan 40 Karya Inovasi, Aplikasi Sisingo Jadi yang Terbaik

    Pejabat Jepara Lahirkan 40 Karya Inovasi, Aplikasi Sisingo Jadi yang Terbaik

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    JEPARA – Sebanyak 40 pejabat struktural eselon IV di Kabupaten Jepara, berhasil menyelesaikan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (diklatpim) tingkat IV. Dari kegiatan itu lahir 40 karya inovasi untuk pelayanan publik. Salah satunya Aplikasi Sisingo.  Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Abdul Syukur mengungkapkan, dari kegiatan diklatpim itu nantinya ada perubahan di instansi masing-masing. Guna mewujudkan tata kelola […]

  • Apel Siaga Kemenangan Kader PDIP Solid Dukung Ganjar Presiden

    Apel Siaga Kemenangan Kader PDIP Solid Dukung Ganjar Presiden

    • calendar_month Sab, 26 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Ganjar Pranowo Capres 2024 dari PDI Perjuangan bersama Puan Maharani/ INSTAGRAM PUAN MAHARANI  SEMARANG – Ribuan kader PDI Perjuangan mengikuti kegiatan apel siaga pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (25/8/2023). Dari even itu partai besutan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri itu terlihat menunjukkan kekuatannya untuk meraih hattrick kemenangan Pemilu dan Pilpres […]

  • Prosa Jurnalisme Efektif Mengenalkan Kisah-kisah Budaya dan Sosial

    Prosa Jurnalisme Efektif Mengenalkan Kisah-kisah Budaya dan Sosial

    • calendar_month Jum, 14 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    KUDUS– Jurnalisme mampu jadi alat untuk mengisahkan peristiwa keseharian bernafas budaya dan sosial menjadi isu penting. Cerita di sekeliling Kota Kudus yang mudah dijumpai ini digubah para penulis buku Yang Asing di Kampung Sendiri (2018) dengan teknik prosa berpedoman fakta. Salah satu penulis buku antologi, Zakki Amali mengatakan, teknik narasi memang sedang digemari akhir-akhir ini […]

  • Perguruan Islam Khoiriyah Merespon Pemilu 2024 dengan Pameran Seni Rupa

    Perguruan Islam Khoiriyah Merespon Pemilu 2024 dengan Pameran Seni Rupa

    • calendar_month Sel, 12 Des 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 270
    • 0Komentar

    PATI – Dalam menghadapi Pemilu 2024, Perguruan Islam Khoiriyah memberikan respon unik dengan menggelar pameran seni rupa. Ajang apresiasi seni yang berlangsung pada 11-14 Desember ini menampilkan sebanyak 85 karya seni lukis dan patung dari 72 perupa pelajar dipamerkan di lantai II gedung timur lembaga pendidikan Islam di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso. Ketua Panitia Pameran […]

  • Ribuan Warga Ramaikan Karnaval Imlek Pati, Foto Presiden dan Wapres Ikut Diarak!

    Ribuan Warga Ramaikan Karnaval Imlek Pati, Foto Presiden dan Wapres Ikut Diarak!

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – Suasana Jalan Pemuda di Pati dipenuhi oleh ribuan warga yang antusias menyaksikan Karnaval Imlek 2025, Rabu (29/1/2025). Perayaan tahunan ini berlangsung meriah dengan berbagai atraksi menarik. Yang menjadi sorotan utama adalah arak-arakan foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang diiringi puluhan bendera merah putih. Arak-arakan tersebut menambah semarak suasana […]

  • Tahun 2020, Jepara Fokus Bangun Empat Sektor, Perpustakaan Juga Penting

    Tahun 2020, Jepara Fokus Bangun Empat Sektor, Perpustakaan Juga Penting

    • calendar_month Jum, 31 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi saat memimpin rapat JEPARA – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jepara tahun 2020, memprioritaskan pada empat sektor pembangunan. Diantaranya infrastruktur, kepariwisataan, pendidikan dan kesehatan. Hal ini disampaikan Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, saat rapat akhir RKPD, bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Jepara, Rabu (29/5/2019), di kantornya. Hadir […]

expand_less