Ubah Pola Pikir Masyarakat, Edy Wuryanto Fokus pada Deteksi Dini Penyakit di Grobogan
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 56 menit yang lalu
- visibility 756

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto
GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menegaskan bahwa upaya mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit menjadi fokus utama dalam sosialisasi program pembangunan kesehatan di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi, Sabtu (29/11/2025).
Bersama Kementerian Kesehatan, Edy menekankan bahwa layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukan sekadar program, tetapi sarana untuk membangun budaya hidup sehat sejak dini.
“Banyak yang takut kalau tahu hasilnya. Padahal semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk ditangani secara efektif,” ujarnya.
Edy menilai masih banyak warga yang enggan memeriksakan diri karena ketakutan mengetahui kondisi kesehatannya. Padahal, menurutnya, ketakutan tersebut justru menjadi hambatan dalam mencegah penyakit semakin parah.
Ia menambahkan bahwa keberadaan CKG menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk memantau kondisi tubuh tanpa dipungut biaya. Deteksi dini juga dinilai sebagai investasi kesehatan yang dampaknya sangat besar bagi masa depan.
Dalam kesempatan itu, Edy menegaskan pentingnya peran puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan primer. Ia mendorong agar fasilitas kesehatan di Grobogan lebih aktif menyapa masyarakat, bukan hanya menunggu kedatangan pasien.
“Puskesmas harus turun langsung. Edukasi dan ajak warga untuk periksa kesehatan. Semua fasilitas sudah tersedia gratis, tinggal dimanfaatkan,” katanya.
Selain mencegah penyakit tidak menular, Edy menyebut CKG juga relevan untuk penanganan penyakit menular seperti TBC yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Djatmiko, menambahkan bahwa program CKG menjadi wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan ini, semakin besar peluang mencegah munculnya kasus berat.
“Dengan deteksi dini, kita bisa melakukan intervensi lebih cepat dan mencegah kondisi kesehatan menjadi lebih buruk,” jelasnya.
Melalui sosialisasi ini, Edy berharap terjadi perubahan nyata pada pola pikir masyarakat. Ia menekankan bahwa kesehatan bukan sesuatu yang dijaga setelah sakit, tetapi harus diperhatikan saat kondisi tubuh masih baik.
“Jangan tunggu sakit. Gunakan kesempatan cek gratis selagi sehat,” tegasnya.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
