Breaking News
light_mode

Utamakan Produk Petani, DPRD Pati Minta Optimalisasi Penyerapan Hasil Lokal

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 100.260

PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengimbau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lebih mengutamakan penggunaan bahan baku dari hasil pertanian warga setempat.

Kebijakan ini dianggap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani di wilayah tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyatakan bahwa penyerapan hasil panen petani lokal perlu ditingkatkan melalui pengaturan sistem penyaluran yang lebih teratur antara pemasok dan pengelola dapur MBG.

Menurut dia, diperlukan kesepahaman dan kerja sama yang baik agar komoditas pertanian yang selama ini diserap oleh perantara dapat dialirkan secara langsung ke dapur-dapur penyedia makanan bergizi.

“Harus ada penataan lebih lanjut antara supplier dengan mitra MBG. Tentunya diperlukan koordinasi supaya hasil pertanian yang biasanya dibeli tengkulak bisa langsung disalurkan ke dapur-dapur MBG,” ujar Ali.

Ia menambahkan, jalur penyaluran yang lebih singkat akan memberi keuntungan bagi petani serta menjaga efektivitas pengadaan bahan baku. Namun demikian, pembelian hasil panen tersebut tetap harus mengikuti aturan harga yang berlaku.

“Tentunya juga harus diperhatikan agar harganya tidak melebihi harga pasaran karena tetap ada batas harga eceran tertinggi (HET),” katanya.

Selain mendorong penggunaan produk lokal, Ali juga meminta pengelola SPPG secara rutin meninjau kembali penggunaan dana program.

Semua anggaran yang disediakan untuk MBG harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi meningkatkan kualitas layanan bagi yang berhak menerima.

“Evaluasinya tentu bagaimana pelayanan bisa maksimal. Misalnya anggaran yang dialokasikan Rp10 ribu, maka benar-benar dibelanjakan sebesar itu untuk kebutuhan program,” jelasnya.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Pati bersama tim pengawas Program MBG akan terus memantau jalannya kegiatan ini, terutama terkait mutu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

“Kami bersama tim pengawas MBG akan terus melakukan pengawasan agar makanan yang diberikan tidak basi, memenuhi standar mutu, dan menu yang disajikan tetap berkualitas,” pungkasnya.

(adv)

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jepalo Coffee Folklore: Kedai Kopi di Pati dengan Pesona Pedesaan dan Biji Lokal Pegunungan Muria

    Jepalo Coffee Folklore: Kedai Kopi di Pati dengan Pesona Pedesaan dan Biji Lokal Pegunungan Muria

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.273
    • 0Komentar

    PATI – Di tengah menjamurnya kedai kopi di Kabupaten Pati, konsep yang mengusung ketenangan dan kearifan lokal justru menjadi daya tarik tersendiri. Jepalo Coffee Folklore hadir menawarkan pengalaman ngopi berbeda dengan atmosfer pedesaan yang asri dan menenangkan. Berlokasi di Desa Jepalo, Kecamatan Gunungwungkal, kedai ini menjadi ruang alternatif bagi penikmat kopi yang ingin sejenak menjauh […]

  • Relawan Laskar Pelangi Dukung Wahyu – Haryono Maju Pilkada Pati 2024

    Relawan Laskar Pelangi Dukung Wahyu – Haryono Maju Pilkada Pati 2024

    • calendar_month Sab, 18 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 208
    • 0Komentar

    PATI – Ratusan orang mengantarkan pasangan Wahyu Indriyanto dan Suharyono untuk mendaftar sebagai calon Bupati dan wakil bupati Pati, di kantor DPC PDIP Kabupaten Pati. Mereka membawa spanduk bertuliskan Laskar Pelangi. Selain itu juga membawa bendera PDIP. Wahyu Indriyanto adalah kepala desa Gadingrejo Juwana, sedangkan Suharyono adalah mantan Sekda Kabupaten Pati. Ratusan orang ini mengatasnamakan […]

  • Mendes PDTT Gus Halim/HUMAS KEMENDES PDTT

    Progres Penggunaan Dana Desa Harus Disosialisasikan ke Warga

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Mendes PDTT Gus Halim/HUMAS KEMENDES PDTT Warga desa berhak tahu soal penggunaan dana desa. Dalam hal ini pendamping desa memiliki peran penting untuk sosialisasi ke warga desa setempat.    JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) meminta pendamping desa mensosialisasikan progres penggunaan dana desa ke setiap […]

  • Kencan Buku Pati, Wadah Seru Membangun Kedekatan dan Cinta pada Dunia Literasi

    Kencan Buku Pati, Wadah Seru Membangun Kedekatan dan Cinta pada Dunia Literasi

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.032
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah pemandangan yang menyejukkan hati terlihat di sisi selatan Alun-Alun Pati pada sore hari Minggu (17/5/2026). Puluhan anak muda berkumpul dalam keheningan yang damai, masing-masing tampak sangat khusyuk menekuri halaman-halaman buku yang mereka pegang. Mereka memilih duduk di berbagai sudut yang dianggap paling nyaman di kawasan itu; ada yang di kursi taman, berteduh […]

  • Wabup Safin Motivasi Peserta BPUN Untuk Banggakan Desanya

    Wabup Safin Motivasi Peserta BPUN Untuk Banggakan Desanya

    • calendar_month Jum, 12 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    PATI– Pendaftaran perguruan tinggi negeri (PTN) tak lama lagi akan dilaksanakan. Para pelajar SMA yang tahun ini lulus mulai sibuk untuk mempersiapkan diri agar dapat masuk ke PTN impian. Salah satu jalur yang menjadi pilihan pelajar yaitu mengikuti Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) yang banyak disediakan oleh organisasi-organisasi kemahasiswaan. Pada Rabu (10/04/2019), Wakil Bupati Pati, […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Temukan Solusi Atasi Pernikahan Dini

    DPRD Pati Minta Pemkab Temukan Solusi Atasi Pernikahan Dini

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 263
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kasus pernikahan dini di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa pernikahan dini dapat berdampak buruk terhadap masa depan anak. Muntamah menuturkan bahwa angka pernikahan dini di Pati erat kaitannya dengan tingginya angka putus sekolah. Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah solutif guna menekan angka […]

expand_less