Breaking News
light_mode

Unjuk Gigi Potensi Jepara, Tenun Troso Pecahkan Rekor Muri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
  • visibility 310

Pemecahan rekor Muri Tenun Troso
JEPARA – Lapangan Datuk Ampel Desa Troso, Kecamatan Pecangaan dipadati ribuan
orang pada Sabtu (13/7/2019). Di akhir pekan itu, Desa Troso punya hajat besar.
Unjuk gigi potensi mereka melalui pemecahan rekor Muri penenun tradisional
terbanyak.

Pemecahan rekor dunia Museum Rekor Indonesia (Muri) itu dalam kategori
penenun tradisional terbanyak, dengan menggunakan alat tenun bukan mesin. Pemecahan
rekor ini mengalahkan rekor yang telah dipegang Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa
Tenggara Timur. Yang mencatat 1.110 penenun pada 2017 lalu.

Sementara penenun di Troso, Jepara ini mencatatkan rekor dengan 1.408
penenun. Sebelumnya ditargetkan ada 1.500 penenun.

Panitia kegiatan, Abdul Jalil mengungkapkan, proses pemecahan rekor
baru ini dilakukan dalam 44 putara. Tiap putara ada sebanyak 32 penenun yang
menggarap kain tenun. ”Ajang ini juga merupakan upaya unjuk gigi kepada
masyarakat luas. Tentang kemampuan produksi Tenun Troso. Sekaligus meneguhkan
diri Desa Troso memiliki tradisi menenun yang kuat,” terangnya.

 Tenun Troso, kata Abdul Jalil
sudah berkembang sejak lama. Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Di Troso
sendiri ada 282 unit usaha tenun. Yang menyerap 6000 tenaga kerja. Pangsa pasar
tenun ini banyak di wilayah Indonesia Timur. Seperti Bali, NTT, dan juga
Lombok. Tiap pekan, 5000 meter kain tenun bisa dikirim ke pelanggan.

Manajer Muri, Ariani Siregar mengatakan senang bisa kembali lagi ke
Jepara untuk menyaksikan kegiatan spektakuler. Seperti diketahui pada April
lalu, Jepara juga membuat pemecahan rekor Muri dalam kategori pengukir
terbanyak.  

Melalui pemecahan rekor Muri tersebut, pihaknya berharap akan mampu
meningkatkan kembali kesadaran produktivitas Tenun Troso di Jepara

”Saat ini produktivitas terbatas, lantaran jumlah penenun berkurang,
dengan kegiatan ini harapannya tentu penenun bisa lebih banyak lagi dan bisa
semakin produktif lagi,” ungkapnya. (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Terjadi Kekeringan Di Pati, Koramil Jakenan Beri Bantuan Air Bersih

    Masih Terjadi Kekeringan Di Pati, Koramil Jakenan Beri Bantuan Air Bersih

    • calendar_month Ming, 25 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Warga di beberapa desa di Kecamatan Jakenan mendapatkan bantuan air bersih oleh Koramil Jakenan PATI – Meskipun hujan telah beberapa kali turun, beberapa wilayah di Kabupaten Pati masih merasakan dampak musim kemarau berkepanjangan. Kekeringan masih melanda. Diantaranya di Kecamatan Jakenan, empat desa digelontor bantuan air bersih baru-baru ini oleh Koramil 05/Jakenan. Keempat desa tersebut adalah […]

  • Pelajar SMK di Pati Tawuran Gunakan Bom Molotov, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

    Pelajar SMK di Pati Tawuran Gunakan Bom Molotov, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 359
    • 0Komentar

    PATI — Suasana dini hari di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati mendadak ricuh pada Jumat (18/7/2025) sekitar pukul 02.30 WIB. Dua kelompok pemuda terlibat tawuran di depan warung makan “Botok Ayu” di Jalan Winong-Jakenan. Aksi kekerasan ini terekam video dan viral di media sosial. Video menunjukkan dua kelompok pemuda; satu datang dengan sepeda motor […]

  • Bupati Pati Diduga Terlibat Korupsi, KPK: Ada Aliran Commitment Fee

    Bupati Pati Diduga Terlibat Korupsi, KPK: Ada Aliran Commitment Fee

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 362
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa Bupati Pati, Sudewo (SDW), diduga terlibat dalam praktik korupsi terkait suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. “Ya, benar. Saudara SDW merupakan salah satu pihak yang diduga juga menerima aliran commitment fee terkait proyek pembangunan jalur kereta,” ujar Juru […]

  • Persipa Pati Siap Tempur Hadapi Persipal Palu di Play-off Degradasi Liga 2

    Persipa Pati Siap Tempur Hadapi Persipal Palu di Play-off Degradasi Liga 2

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 282
    • 0Komentar

    PATI – Pertandingan hidup mati akan tersaji di Stadion Joyokusumo, Pati, Jawa Tengah pada Senin (20/1/2025) pukul 15:00 WIB. Persipa Pati akan menghadapi Persipal Palu dalam laga perdana Grup K babak play-off degradasi Liga 2 2024/25. Pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah, menekankan pentingnya setiap pertandingan di babak play-off ini. “Play-off degradasi ini partai hidup mati. […]

  • Sosialisasi Rambu Kelas Jalan di Juwana – Wedarijaksa, Anggota Dewan Heran

    Sosialisasi Rambu Kelas Jalan di Juwana – Wedarijaksa, Anggota Dewan Heran

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Rambu Dibenahi, Sebulan Disosialisasi Papan peringatan larangan melewati Jalan Juwana – Wedarijaksa untuk kendaraan berat seperti truk tronton di pertigaan Wedarijaksa. Lingkar Muria, PATI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati bergerak cepat guna membenahi rambu-rambu kelas jalan yang selama ini dilanggar truk besar seperti tronton. Hal ini diupayakan dengan sejumlah pembenahan rambu sejak Jumat (26/1) […]

  • Mulai Musim Kemarau, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin Minta Pemkab Tanggap Penanganan Kekeringan

    Mulai Musim Kemarau, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin Minta Pemkab Tanggap Penanganan Kekeringan

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 319
    • 0Komentar

    PATI – Musim kemarau telah tiba, salah satu yang diwaspadai saat kemarau adalah potensi bencana kekeringan. Saat ini bahkan sejumlah desa sudah mengalami kekurangan air bersih akibat dampak musim kemarau ini. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati Jawa Tengah Martinus Budi Prasetyo mengungkapkan, bulan Mei lalu sudah memasuki musim kemarau di Kabupaten Pati. “Mei kemarin kita […]

expand_less