Breaking News
light_mode

Unjuk Gigi Potensi Jepara, Tenun Troso Pecahkan Rekor Muri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
  • visibility 271

Pemecahan rekor Muri Tenun Troso
JEPARA – Lapangan Datuk Ampel Desa Troso, Kecamatan Pecangaan dipadati ribuan
orang pada Sabtu (13/7/2019). Di akhir pekan itu, Desa Troso punya hajat besar.
Unjuk gigi potensi mereka melalui pemecahan rekor Muri penenun tradisional
terbanyak.

Pemecahan rekor dunia Museum Rekor Indonesia (Muri) itu dalam kategori
penenun tradisional terbanyak, dengan menggunakan alat tenun bukan mesin. Pemecahan
rekor ini mengalahkan rekor yang telah dipegang Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa
Tenggara Timur. Yang mencatat 1.110 penenun pada 2017 lalu.

Sementara penenun di Troso, Jepara ini mencatatkan rekor dengan 1.408
penenun. Sebelumnya ditargetkan ada 1.500 penenun.

Panitia kegiatan, Abdul Jalil mengungkapkan, proses pemecahan rekor
baru ini dilakukan dalam 44 putara. Tiap putara ada sebanyak 32 penenun yang
menggarap kain tenun. ”Ajang ini juga merupakan upaya unjuk gigi kepada
masyarakat luas. Tentang kemampuan produksi Tenun Troso. Sekaligus meneguhkan
diri Desa Troso memiliki tradisi menenun yang kuat,” terangnya.

 Tenun Troso, kata Abdul Jalil
sudah berkembang sejak lama. Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Di Troso
sendiri ada 282 unit usaha tenun. Yang menyerap 6000 tenaga kerja. Pangsa pasar
tenun ini banyak di wilayah Indonesia Timur. Seperti Bali, NTT, dan juga
Lombok. Tiap pekan, 5000 meter kain tenun bisa dikirim ke pelanggan.

Manajer Muri, Ariani Siregar mengatakan senang bisa kembali lagi ke
Jepara untuk menyaksikan kegiatan spektakuler. Seperti diketahui pada April
lalu, Jepara juga membuat pemecahan rekor Muri dalam kategori pengukir
terbanyak.  

Melalui pemecahan rekor Muri tersebut, pihaknya berharap akan mampu
meningkatkan kembali kesadaran produktivitas Tenun Troso di Jepara

”Saat ini produktivitas terbatas, lantaran jumlah penenun berkurang,
dengan kegiatan ini harapannya tentu penenun bisa lebih banyak lagi dan bisa
semakin produktif lagi,” ungkapnya. (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Teguh Bandang : Pemberantas Rokok Ilegal Kolaborasi Semua Pihak

    Anggota DPRD Pati Teguh Bandang : Pemberantas Rokok Ilegal Kolaborasi Semua Pihak

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 260
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mendorong kolaborasi semua pihak untuk memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Pati. Wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengimbau agar pengawasan dilakukan hingga ke desa-desa untuk mencegah peredaran rokok ilegal. “Harapannya, Satpol PP bisa berkolaborasi dengan Camat maupun Kepala Desa. Supaya wilayah yang jauh […]

  • Klaim Bupati Pati Soal Persetujuan PCNU Terkait Lima Hari Sekolah Dibantah dalam Rapat Pansus Hak Angket DPRD

    Klaim Bupati Pati Soal Persetujuan PCNU Terkait Lima Hari Sekolah Dibantah dalam Rapat Pansus Hak Angket DPRD

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 202
    • 0Komentar

    PATI – Klaim Bupati Pati, Sudewo, yang menyatakan bahwa kebijakan lima hari sekolah telah disetujui oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, dibantah dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati pada Kamis (28/8/2025). Muhammadun, anggota Pansus, menegaskan bahwa pernyataan Bupati di media tidak sesuai dengan fakta yang ada. Ia menjelaskan bahwa setelah Bupati […]

  • DPRD Pati: Bentuk Transparansi dan Akuntabilitas, Kades Harus Libatkan Kelembagaan Desa

    DPRD Pati: Bentuk Transparansi dan Akuntabilitas, Kades Harus Libatkan Kelembagaan Desa

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 285
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Bambang Susilo, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa. Ia menyampaikan hal ini saat bertemu dengan para Kepala Desa di Dapil V. Bambang berpendapat bahwa kelembagaan desa yang kuat akan menjadi kunci untuk mencapai transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Selain itu, kelembagaan yang kuat juga akan membuka […]

  • DPRD Pati : Apresiasi Bulog Pati, Kenaikan HPP Gabah Berdampak Positif Bagi Petani

    DPRD Pati : Apresiasi Bulog Pati, Kenaikan HPP Gabah Berdampak Positif Bagi Petani

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 849
    • 0Komentar

    PATI – Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram dinilai menjadi angin segar bagi para petani. Karena dapat mengangkat kesejahteraan petani. Hal itu diungkapkan anggota DPRD Pati sekaligus Ketua Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Pati, Sudi Rustanto. Pria yang duduk di Komisi B DPRD Pati itu mengapresiasi kenaikan […]

  • Edy Wuryanto: Penghapusan Tunggakan JKN Wujudkan Keadilan bagi Masyarakat Kecil

    Edy Wuryanto: Penghapusan Tunggakan JKN Wujudkan Keadilan bagi Masyarakat Kecil

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 279
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Dalam sebuah acara advokasi dan sosialisasi pengembangan pelayanan kesehatan rujukan di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk menghapus tunggakan iuran peserta mandiri Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Penghapusan tunggakan ini penting untuk mengembalikan hak konstitusional masyarakat dalam memperoleh layanan […]

  • Masih Terkesan Kumuh dan Sepi, DPRD Pati Dorong Segera Penataan Ulang Alun-Alun Kembangjoyo

    Masih Terkesan Kumuh dan Sepi, DPRD Pati Dorong Segera Penataan Ulang Alun-Alun Kembangjoyo

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.890
    • 0Komentar

    PATI – Kawasan Alun-Alun Kembang Joyo yang dulunya dirancang dan dibangun sebagai pusat kegiatan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) serta ruang terbuka bagi warga, kini kondisinya tampak terbengkalai dan kurang mendapatkan perawatan. Tempat yang diharapkan menjadi pusat interaksi sosial sekaligus penggerak ekonomi masyarakat kecil itu justru terlihat sepi dari pengunjung. Karena jarang ada warga yang […]

expand_less