Breaking News
light_mode

Tampil di Kandang, Persipa Disikat Persikat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 8 Apr 2018
  • visibility 57







PATI – Persipa harus mengakui keunggulan
lawannya. Meski bermain di depan ribuan pendukungnya, Persipa disikat Persikat
1-4 di Stadion Joyokusumo Minggu (8/4/2018) kemarin. Dengan begitu, Laskar Saridin tak mampu menambah perolehan poinnya di
klasemen sementara Liga 3 Jawa Tengah Grup A.
Tim tamu yang datang dengan kepercayaan diri tinggi,
usai menahan imbang Persiku di kandangnya, langsung tampil trengginas. Hasilnya
pertandingan baru berjalan lima menit, gawang Persipa harus kebobolan melalui
aksi brilian penyerang Persikat Muhamad Faris, yang bermula dari kesalahan di
lini belakang Persipa.
Laskar Saridin yang tampil dengan skuad
terbaiknya, tak kelihatan tajinya di pertandingan kali ini. Anak asuh Slamet Riyadi
terlihat sering salah passing dan juga sering dengan mudah kehilangan
bola ketika mendekati area pertahanan 
laskar Ki Gede Sebayu julukan Persekat.
Berbanding terbalik, tim tamu bermain sangat
apik. Umpan-umpannya dari sisi sayap sangat akurat, dengan permainan tersebut
tim tamu kembali mearih keunggulan. Di menit 14 Muhamad Faris kembali menggedor
gawang Dimas Fani.
Berusaha memperkecil skor, Dwi Cahyono dkk
malah kebobolan lagi. Di menit 26 dengan pemain yang sama, dengan begitu
Muhamad Faris mencetak hattrick pertamanya. Meski begitu, Persipa
sesekali mampu mengancam gawang Persikat yang dikawal Mochamad Listianto
Ceputra. Peluang itu didapat Joko Purwanto, setelah meliak-liuk di area
pertahanan lawan pemain bernomor punggung 24 tersebut melepaskan tembakannya.
Sayang bola masih membentur mistar gawang.
Gol tuan rumah baru tercipta 10 menit sebelum
turun minum. Pemain yang baru diturunkan di menit 18, Bima Saktiyoso berhasil
memperkecil ketertinggalan Persipa. Memanfaatkan sepakan bebas, bola melayang
tepat di kepalanya dan sundulan Bima meluncur deras ke gawang Persikat. Skor 3-
1 untuk keunggulan Persikat pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, asa untuk bangkit didapat
tim Persipa, hal itu menyusul keputusan wasit memberi tendangan penalti untuk
tuan rumah, setelah sepakan bebas Reza Irfana mengenai lengan pagar betis.
Namun sayang ekseskusi gelandang lincah Persipa tersebut melenceng ke sisi
kanan gawang Persikat. Peluang memperkecil ketertinggalan pun hilang.
Di babak kedua, tim tamu tampil makin percaya
diri. Sementara tim tuan rumah terlihat loyo. Usai kesempatan tendangan pinalti
di awal laga kedua yang gagal itu, nyaris Persipa tanpa peluang yang mengancam
gawang Persikat. Serangan lebih banyak mengarah ke gawang Dimas Fani.
Buah dari serangan yang bertubi-tubi tersebut,
Persikat mampu menambah golnya. Di menit ke 58, memanfaatkan salah kordinasi di
lini belakang, Septian Satria berhasil lolos dari kawalan pemain belakang
Persipa. Dia juga berhasil mengecoh kiper Dimas Fani, gol bagi sang tamu
kembali bertambah 4 -1, Persipa makin jauh tertinggal. Makin di atas angin,
Persikat tak mengendurkan serangan. Berulang kali para pemainnya berhasil
menembus jantung pertahanan Persipa.
Pertandingan sore itu berlangsung cukup ketat.
Kedua tim ngotot untuk memenangkan pertandingan, tak jarang sesekali permainan
keras terjadi. Bahkan di menit 21, pelatih Persekat Nazal Musthofa harus diusir
wasit Hadi Suroso asal Kabupaten Semarang. Lantaran sang pelatih dinilai
terlalu keras memrotes keputusan wasit yang tidak menghentinkan pertandingan
ketika salah satu pemainnya terkapar di lapangan.
Pelatih Persipa Slamet Riyadi mengungkapkan permintaan maafnya kepada semua pendukung
Persipa. ”Saya mohon maaf karena tak mampu memenuhi ekpektasi untuk memetik
poin penuh di kandang sendiri,” terang Slamet Riyadi.
Salamet pun mengaku, timnya memang kalah kelas
dibanding Persikat. ”Mereka tim yang dipersiapkan sejak lama. Hal itu terlihat
dari performa apiknya yang belum pernah sekalipun menderita kekalahan.
Targetnya pun mereka naik kasta,” kata Salamet.
Sementara itu Pelatih kepala Persikat Nazal
Mustofa melalui asisten pelatih Lukman Afif, menuturkan timnya bermain sangat
baik sore kemarin. Semua pemain bermain sesuai dengan intruksi pelatih. ”90
menit mereka bermain baik. Dan ini tentu hasil baik untuk merangsek menjadi
juara grup, di penyisihan ini juara grup memang target kami,” papar Lukman.
(has)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edy Wuryanto: Sukseskan Imunisasi harus Seperti Vaksinasi Covid-19

    Edy Wuryanto: Sukseskan Imunisasi harus Seperti Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Rab, 29 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Anggota DPR RI Edy Wuryanto  Imunisasi dasar penting dilakukan, sehingga kekebalan pada penyakit -penyakit tertentu akan terbentuk. Pemerintah diminta melakukan pendekatan imunisasi ini seperti saat melakukan vaksinasi Covid-19. JAKARTA – Komisi IX DPR RI meminta pemerintah untuk melakukan imunisasi pada anak dengan pendekatan seperti pada saat vaksinasi Covid-19.  “Vaksinasi merupakan modal penting untuk menjaga kekebalan […]

  • Duet Wiwit dan Gus Hajar, Pasangan Ideal Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara

    Duet Wiwit dan Gus Hajar, Pasangan Ideal Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 71
    • 0Komentar

    JEPARA – Berbicara tentang sosok ideal yang akan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jepara, kita tidak bisa melupakan sosok Witiarso Utomo alias Wiwit dan juga Gus Hajar putra mantan Bupati Jepara Ahmad Marzuki. Dua nama ini sedang banyak diperbincangkan masyarakat Jepara, keduanya saat ini tengah serius untuk maju dalam kontestasi Pilkada 2024. Wiwit sendiri sudah […]

  • Turnamen Voli Antar Dukuh di Desa Lahar Ajarkan Nilai Spotivitas

    Turnamen Voli Antar Dukuh di Desa Lahar Ajarkan Nilai Spotivitas

    • calendar_month Sab, 11 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Para juara turnamen voli yang digelar karang taruna Desa Lahar Karang Taruna Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati menggelar turnamen voli antar dukuh. Selain memeriahkan kegiatan di desa, lomba voli ini diharapkan dapat memupuk nilai-nilai sportivitas pemuda setempat. TLOGOWUNGU –  Sportivitas haruslah dipupuk sejak dini agar menjadi manusia yang kuat secara fisik dan mental. Tujuan tersebut dilakukan […]

  • Persipa Pati Siap Hadapi PSDS Deli Serdang dalam Laga Penting Kabur dari Zona Degradasi

    Persipa Pati Siap Hadapi PSDS Deli Serdang dalam Laga Penting Kabur dari Zona Degradasi

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.260
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Pati siap menghadapi tantangan berat melawan PSDS Deli Serdang dalam lanjutan kompetisi Liga Nusantara musim 2025/2026. Pertandingan yang berpotensi menentukan perolehan poin keduanya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) di Stadion Moch Soebroto, Magelang. Kedua tim sama-sama berada di zona yang rentan dan membutuhkan tambahan tiga poin untuk menjauh dari posisi juru kunci. […]

  • Anggota DPRD Pati Muntamah Harapkan Sumpah Pemuda sebagai Momen Semangat Persatuan 

    Anggota DPRD Pati Muntamah Harapkan Sumpah Pemuda sebagai Momen Semangat Persatuan 

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 71
    • 0Komentar

    PATI – Muntamah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, menekankan bahwa semangat persatuan adalah inti dari Sumpah Pemuda yang diperingati pada Senin (28/10/2022). Ia mengungkapkan, selain membangun semangat persatuan. Hari sumpah pemuda ini mengingatkan jika bangsa dan negara ini dibangun dari berbagai kerajaan yang akhirnya menjadi satu negara yaitu indonesia. “Sumpah pemuda menurut […]

  • Eksotis Sekaligus Mistis dulu Petilasan Syeh Siti Jenar (2)

    Eksotis Sekaligus Mistis dulu Petilasan Syeh Siti Jenar (2)

    • calendar_month Ming, 4 Okt 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 64
    • 0Komentar

      Selain eksotis, Pantai Lemah Abang konon juga mistis. Dikisahkan, dulu tempat ini merupakan petilasan dari salah seorang wali yang kontroversial pada zaman walisongo. Namanya Syeh Siti Jenar. ”Cerita-ceritanya begitu. Ada aura mistis. Temenku suatu sore pernah “disasarkan” di tengah hutan karetan, saat hendak ke pantai itu,” kata Ardian Firda Maulida, salah seorang pengunjung dari […]

expand_less