Breaking News
light_mode

Tampil di Kandang, Persipa Disikat Persikat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 8 Apr 2018
  • visibility 136







PATI – Persipa harus mengakui keunggulan
lawannya. Meski bermain di depan ribuan pendukungnya, Persipa disikat Persikat
1-4 di Stadion Joyokusumo Minggu (8/4/2018) kemarin. Dengan begitu, Laskar Saridin tak mampu menambah perolehan poinnya di
klasemen sementara Liga 3 Jawa Tengah Grup A.
Tim tamu yang datang dengan kepercayaan diri tinggi,
usai menahan imbang Persiku di kandangnya, langsung tampil trengginas. Hasilnya
pertandingan baru berjalan lima menit, gawang Persipa harus kebobolan melalui
aksi brilian penyerang Persikat Muhamad Faris, yang bermula dari kesalahan di
lini belakang Persipa.
Laskar Saridin yang tampil dengan skuad
terbaiknya, tak kelihatan tajinya di pertandingan kali ini. Anak asuh Slamet Riyadi
terlihat sering salah passing dan juga sering dengan mudah kehilangan
bola ketika mendekati area pertahanan 
laskar Ki Gede Sebayu julukan Persekat.
Berbanding terbalik, tim tamu bermain sangat
apik. Umpan-umpannya dari sisi sayap sangat akurat, dengan permainan tersebut
tim tamu kembali mearih keunggulan. Di menit 14 Muhamad Faris kembali menggedor
gawang Dimas Fani.
Berusaha memperkecil skor, Dwi Cahyono dkk
malah kebobolan lagi. Di menit 26 dengan pemain yang sama, dengan begitu
Muhamad Faris mencetak hattrick pertamanya. Meski begitu, Persipa
sesekali mampu mengancam gawang Persikat yang dikawal Mochamad Listianto
Ceputra. Peluang itu didapat Joko Purwanto, setelah meliak-liuk di area
pertahanan lawan pemain bernomor punggung 24 tersebut melepaskan tembakannya.
Sayang bola masih membentur mistar gawang.
Gol tuan rumah baru tercipta 10 menit sebelum
turun minum. Pemain yang baru diturunkan di menit 18, Bima Saktiyoso berhasil
memperkecil ketertinggalan Persipa. Memanfaatkan sepakan bebas, bola melayang
tepat di kepalanya dan sundulan Bima meluncur deras ke gawang Persikat. Skor 3-
1 untuk keunggulan Persikat pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, asa untuk bangkit didapat
tim Persipa, hal itu menyusul keputusan wasit memberi tendangan penalti untuk
tuan rumah, setelah sepakan bebas Reza Irfana mengenai lengan pagar betis.
Namun sayang ekseskusi gelandang lincah Persipa tersebut melenceng ke sisi
kanan gawang Persikat. Peluang memperkecil ketertinggalan pun hilang.
Di babak kedua, tim tamu tampil makin percaya
diri. Sementara tim tuan rumah terlihat loyo. Usai kesempatan tendangan pinalti
di awal laga kedua yang gagal itu, nyaris Persipa tanpa peluang yang mengancam
gawang Persikat. Serangan lebih banyak mengarah ke gawang Dimas Fani.
Buah dari serangan yang bertubi-tubi tersebut,
Persikat mampu menambah golnya. Di menit ke 58, memanfaatkan salah kordinasi di
lini belakang, Septian Satria berhasil lolos dari kawalan pemain belakang
Persipa. Dia juga berhasil mengecoh kiper Dimas Fani, gol bagi sang tamu
kembali bertambah 4 -1, Persipa makin jauh tertinggal. Makin di atas angin,
Persikat tak mengendurkan serangan. Berulang kali para pemainnya berhasil
menembus jantung pertahanan Persipa.
Pertandingan sore itu berlangsung cukup ketat.
Kedua tim ngotot untuk memenangkan pertandingan, tak jarang sesekali permainan
keras terjadi. Bahkan di menit 21, pelatih Persekat Nazal Musthofa harus diusir
wasit Hadi Suroso asal Kabupaten Semarang. Lantaran sang pelatih dinilai
terlalu keras memrotes keputusan wasit yang tidak menghentinkan pertandingan
ketika salah satu pemainnya terkapar di lapangan.
Pelatih Persipa Slamet Riyadi mengungkapkan permintaan maafnya kepada semua pendukung
Persipa. ”Saya mohon maaf karena tak mampu memenuhi ekpektasi untuk memetik
poin penuh di kandang sendiri,” terang Slamet Riyadi.
Salamet pun mengaku, timnya memang kalah kelas
dibanding Persikat. ”Mereka tim yang dipersiapkan sejak lama. Hal itu terlihat
dari performa apiknya yang belum pernah sekalipun menderita kekalahan.
Targetnya pun mereka naik kasta,” kata Salamet.
Sementara itu Pelatih kepala Persikat Nazal
Mustofa melalui asisten pelatih Lukman Afif, menuturkan timnya bermain sangat
baik sore kemarin. Semua pemain bermain sesuai dengan intruksi pelatih. ”90
menit mereka bermain baik. Dan ini tentu hasil baik untuk merangsek menjadi
juara grup, di penyisihan ini juara grup memang target kami,” papar Lukman.
(has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Gelar Syukuran, Relokasi PKL Siap Eksekusi

    Bupati Gelar Syukuran, Relokasi PKL Siap Eksekusi

    • calendar_month Ming, 10 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sejumlah gerobak PKL saat menghadiri syukuran  PATI – Perlawanan PKL hanya tinggal perlawanan. Relokasi sudah pasti jadi dilakukan. Meskipun mayoritas pedagang menolak untuk dipindahkan. Jumat (8/2/2019) malam lalu, bahkan Bupati Haryanto telah menggelar syukuran untuk miwiti area jualan yang baru di TPK Perhutani KPH Pati.  Jajaran Pemerintah Kabupaten Pati, tokoh masyarakat, serta sejumlah pedagang menghadiri […]

  • Antara Mawahib dan Sam’ani, Siapa Paling Dijagokan jadi Bupati Kudus?

    Antara Mawahib dan Sam’ani, Siapa Paling Dijagokan jadi Bupati Kudus?

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 225
    • 0Komentar

    KUDUS – Sejumlah tokoh sudah terang-terangan mendeklarasikan bakal maju sebagai calon Bupati Kudus 2024. Yang cukup menyita perhatian adalah dua nama tokoh yang sudah tidak asing bagi warga Kudus. Dia adalah Mawahib dan Sam’ani Intakoris. Mawahib sudah mendeklarasikan sebagai bakal calon Bupati, balihonya sudah dipasang di banyak tempat. Di sosmed juga sudah rame sekali. Rekam […]

  • Anggota DPRD Pati Prihatin atas Fenomena Sound Horeg yang Meresahkan Warga

    Anggota DPRD Pati Prihatin atas Fenomena Sound Horeg yang Meresahkan Warga

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 210
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyoroti fenomena sound horeg yang marak digunakan dalam karnaval keliling kampung. Beliau mengungkapkan keprihatinannya atas dampak negatif yang ditimbulkan, terutama keresahan warga. “Saya merasa ikut prihatin dan sungguh menyayangkan, karena ini juga tidak mencerminkan kearifan lokal sama sekali. Seharusnya dalam pesta apapun yang berbentuk karnaval harus lebih mengutamakan […]

  • Pilih Jurusan yang Menantang

    Pilih Jurusan yang Menantang

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Shara Saraswati Bagi sebagian orang, zona nyaman kerap menjadi pilihan dalam hidup. Namun bagi Shara Saraswati, hal itu tak ada di dalam kamus hidupnya. Perempuan kelahiran Pati, 2 Juli 1998 ini memilih ingin menaklukan tantangan yang ada. Dia tak menyukai zona nyaman. Dari prinsip itulah kemudian Shara sapaan akrabnya memilih kuliah di Jurusan Pendidikan Guru […]

  • Dua Kali Kalah, Persipa Pati Siap Hadapi Batavia FC di Putaran Ketiga

    Dua Kali Kalah, Persipa Pati Siap Hadapi Batavia FC di Putaran Ketiga

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.469
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Pati akan menghadapi Batavia FC pada Minggu (11/01/2026) pukul 19.00 dalam pertandingan lanjutan putaran ketiga Liga Nusantara musim 2025/2026. Dengan hanya tersisa 3 laga di putaran ini, Laskar Saridin masih berpeluang untuk keluar dari zona playoff degradasi grup A. Tantangan tidaklah mudah mengingat dua pertemuan sebelumnya di putaran pertama dan kedua berakhir […]

  • Kembali Berulah, Geng Remaja di Pati Gelut: Satu Orang Tewas Masih Berstatus Pelajar SMA

    Kembali Berulah, Geng Remaja di Pati Gelut: Satu Orang Tewas Masih Berstatus Pelajar SMA

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 179
    • 0Komentar

    PATI – Tujuh remaja di Kabupaten Pati ditahan polisi setelah terlibat dalam pertarungan berbahaya di Jalan Gambiran, Kecamatan Margorejo menuju Desa Puri, Kecamatan Pati Kota, pada Minggu (28/7/2024). Mereka menghadapi ancaman hukuman penjara selama 15 tahun. Menurut Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol M Alfan Armin, ketujuh remaja tersebut terdiri dari dua orang dewasa dan lima […]

expand_less