Breaking News
light_mode

Susah Sinyal ANBK di Pulau Genting dan Kemujan Karimunjawa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
  • visibility 637

 

SD Negeri 5 Karimunjawa menghadapi kendala susah sinyal yang merepotkan saat kegiatan ANBK

Sederet persoalan dihadapi para pelajar di Pulau Genting dan Kemujan, Kepulauan Karimunjawa, Jepara. Mulai dari susah sinyal hingga kendala penyeberangan saat menumpang untuk lokasi ujian. 

JEPARA – Susah sinyal amat merepotkan. Hal ini menjadi salah satu persoalan yang dihadapi siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karimunjawa 5 dan SDN Kemujan 3 Kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara pada gladi bersih Assesment Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Senin 1 Nopember 2021 lalu.

Delapan siswa SDN Kemujan 3 yang menumpang ANBK di Madrasah Tsanawiyah (Mts) Safinatul Huda Kemujan dan 6 siswa SDN Karimunjawa 5 pulau Genting yang menumpang di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Karimunjawa dihadapkan pada tidak adanya sinyal telekomunikasi di satuan pendidikannya.

“Siswa kami di SDN Karimunjawa 5 pulau Genting benar-benar mengalami persoalan serius terkait sinyal telekomunikasi jika dilaksanakan ANBK di pangkalan Pendidikan kami. Di SDN Karimunjawa 5 pulau Genting, tidak ada sinyal sama sekali,” jelas Salamak, Kepala SDN Kemujan 3 yang merangkap Kepala SDN Karimunjawa 5 sejak Mei 2021 lalu saat ditemui di kediamannya.

“Pada saat input data siswa peserta ANBK, operator sekolah kami harus menuju dermaga pulau Genting yang jaraknya 1 kilometer dari sekolah untuk memasukkan data 6 siswa. Itupun sinyalnya putus-putus dan tidak lancar, serta hanya bisa dilakukan pada malam hari saat ada aliran listrik,”  lanjut Salamak dalam rilis yang diterima Lingkar Muria.

Padahal pada saat simulasi ANBK, gladi bersih maupun pelaksanaannya nanti dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB untuk sesi 1 dan pukul 14.00 untuk sesi 2.

“Untuk itu, pada ANBK tahun 2021 ini kami menumpang di SMKN Karimunjawa. Masalah lain pun muncul. Untuk mengangkut enam siswa peserta ANBK dari pulau Genting ke Karimunjawa yang memakan waktu 2-3 jam membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bantuan Operasional Siswa (BOS) tidak mencukupi untuk mengangkut siswa melalui perahu, menyewa penginapan maupun konsumsi siswa dan guru pendamping selama simulasi, gladi bersih dan pelaksanaan ANBK,” imbuk Salamak.

Sementara itu, untuk keperluan simulasi dan gladi bersih ANBK delapan siswa SDN Kemujan 3 yang menumpang di MTs Safinatul Huda sudah menghabiskan biaya lebih dari 10 juta untuk pengadaan seperangkat komputer server yang mempunyai RAM 8 G, kecepatan 20 Mbps dan Windows terbaru.

“Kami benar-benar mengharapkan perhatian dan bantuan pemerintah untuk mengatasi masalah di dua SDN yang kami pimpin,” ujar Salamak yang merupakan generasi ketiga asal Mandar Sulawesi yang menetap di Karimunjawa.

Lebih lanjut Salamak mengatakan, di SDN Kemujan 3 total jumlah siswanya ada 66 siswa dalam 6 kelas namun hanya ada 5 ruang kelas sehingga ada kelas yang digilir jam belajarnya. Dia berharap ada pengadaan tanah dari pemerintah dan pembangunan ruang kelas baru di SDN Kemujan 3.

Sedangkan di SDN Karimunjawa 5 pulau Genting, pihaknya berharap ada pengangkatan guru baru. Saat ini hanya ada 2 guru negeri, 2 guru GTT dan 1 PTT. Kami berharap status tenaga pendidik di pulau Genting Karimunjawa disamakan dengan guru di Pulau Parang dan Pulau Nyamuk, agar mendapat tunjangan khusus.

“Secara administrasi, kami memang ikut desa Karimunjawa, namun secara geografis kami terpisah lautan,” pungkasnya.(yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemdes Bakaran Wetan Meriahkan Hari Batik dengan Pemeran Virtual

    Pemdes Bakaran Wetan Meriahkan Hari Batik dengan Pemeran Virtual

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Pameran batik tulis Bakaran secara virtual disiarkan langsung via YouTube. PATI – Di aula balai desa Bakaran Wetan itu sejumlah muda-mudi tampak anggun, mengenakan setelan batik tulis Bakaran. Mereka mengenakan batik motif klasik berwarna coklat gelap.  Muda-mudi itu sedang show virtual yang disiarkan secara langsung melalui YouTube, Minggu (3/10/2021). Tahun ini Pemerintah Desa Bakaran Wetan, […]

  • Siswa SPFA Dibekali Sports Science Oleh FIK UNNES

    Siswa SPFA Dibekali Sports Science Oleh FIK UNNES

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Penyampaian materi sports science Sports Science menjadi materi berharga yang diterima para siswa SPFA. Mereka digembleng tim dari FIK UNNES. PATI – Para siswa Safin Pati Football Academy (SPFA) mendapatkan bekal berharga dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Mereka mendapatkan bekal berupa materi sports science.  Tim dosen dari FIK UNNES pada kesempatan […]

  • Maknai Merdeka Bendera 100 Meter Diarak Keliling Desa

    Maknai Merdeka Bendera 100 Meter Diarak Keliling Desa

    • calendar_month Sen, 19 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Mengarak bendera keliling desa Minggu (18/8/2019) siang, cuaca panas terik memayungi Desa Pesucen, Kecamatan Trangkil, Pati. Meski panas menyengat, jalanan desa ramai. Warga sekitar tengah menanti arak-arakan bendera sepanjang 100 meter. Arak-arakan itu dilakukan oleh pelajar dari Yayasan Luhful Ulum Wonokerto desa setempat. Selain bendera merah putih, arak-arakan juga dimeriahkan gunungan hasil bumi desa setempat, […]

  • Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 321
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Polemik pengelolaan tanah bengkok di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mencuat ke permukaan. Diduga, hasil lelang tanah bengkok selama 16 tahun tidak pernah dilaporkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD), menyebabkan kerugian desa diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Yatno, seorang petani penggarap lahan bengkok selama 10 tahun, mengungkapkan bahwa ia dan beberapa warga […]

  • Komisi C DPRD Pati Ingatkan Kontraktor Jaga Kualitas, Jelang Perbaikan Jalan Pasca-Lebaran

    Komisi C DPRD Pati Ingatkan Kontraktor Jaga Kualitas, Jelang Perbaikan Jalan Pasca-Lebaran

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.759
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang pelaksanaan perbaikan jalan yang direncanakan Pemkab Pati usai Lebaran 2026, Komisi C DPRD Kabupaten Pati mengeluarkan peringatan tegas kepada para kontraktor agar menjalankan proyek infrastruktur dengan penuh profesionalisme dan integritas. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menegaskan bahwa seluruh proyek pembangunan maupun perbaikan infrastruktur di daerah – termasuk jalan, jembatan, […]

  • DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.630
    • 0Komentar

    PATI – Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, menjadi sorotan serius dari kalangan legislatif. Perkara yang melibatkan oknum pengasuh ini dinilai krusial karena sebagian besar korban masih berusia anak-anak, sehingga proses hukum harus berjalan cepat, terbuka dan tuntas. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menegaskan bahwa […]

expand_less