Breaking News
light_mode

Suluk Maleman: Kasih Sayang, Inti Kemanusiaan yang Terancam Hilang

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
  • visibility 83

PATI –  “Darurat Kasih Sayang” menjadi tema utama Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 yang digelar pada Sabtu (21/9/2024) malam.

Tema ini menjadi ajakan untuk merenungkan kembali situasi carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan.

Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, menekankan pentingnya belajar sifat kasih sayang di bulan kelahiran Nabi Muhammad.

Beliau mengingatkan bahwa kasih sayang merupakan inti kemanusiaan, dan hilangnya kasih sayang dapat menjatuhkan manusia ke titik terendah, bahkan lebih buruk dari ternak.

Tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina menjadi contoh nyata hilangnya kemanusiaan.

“Sayangnya, manusia bisa mengarang ribuan alasan untuk membenarkan kejahatan, padahal hati nurani seharusnya bisa menuntun mereka untuk menyadari kesalahan,” katanya saat membuka diskusi.

Faktor Hilangnya Kasih Sayang: Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

Anis kemudian mengidentifikasi dua kategori manusia yang berdampak besar pada penyikapan terhadap dunia: manusia penetap dan manusia penyinggah.

Manusia penetap menganggap bumi sebagai tempat tinggal permanen dan final, sementara manusia penyinggah melihat bumi sebagai tempat singgah sementara.

“Manusia penetap cenderung egois dan memosisikan dirinya sebagai pusat dan pemilik segala sesuatu di bumi,” jelasnya.

“Ego ini dapat memicu kebencian dan permusuhan, baik dalam ranah individual, sosial, maupun bernegara,” lanjutnya.

Anis mencontohkan penolakan terhadap Nabi Isa dan Nabi Muhammad yang dilatarbelakangi oleh ketakutan elite agama dan sosial akan hilangnya posisi dan kekuasaan mereka.

“Mereka lebih memprioritaskan ego sosial daripada kebenaran dan ajaran yang dibawa oleh Nabi,” tegasnya.

Anis menegaskan bahwa penentangan tersebut tak menyangkut soal kebenaran atau ajaran yang dibawa oleh Nabi, melainkan lebih pada ego sosialnya.

Ego tersebutlah yang menutup kesadaran mereka untuk melihat kemungkinan kebenaran dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad.

“Kenyataan bahwa elite Quraisy pernah menawarkan kompromi, sehari menyembah Allah, sehari menyembah berhala; justru menunjukkan bahwa bukan agama dan kebenaran yang mereka anggap penting, tapi mempertahankan ststus quo bagi ego sosialnya,” terangnya.

Media Sosial: Mengobarkan Kebencian dan Memudarkan Kasih Sayang

Dalam diskusi yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut, Anis juga menyentil gejala hilangnya kasih sayang yang meruyak bersamaan dengan munculnya media sosial.

Orang bisa dikondisikan dan dikendalikan untuk saling membenci dan memusuhi meski tak pernah bertemu.

“Cara paling baik untuk menghindari badai kebencian dan permusuhan ini adalah dengan menghindar sajauh-jauhnya. Kalau kita benar-benar tahu dan yakin akan pengetahuannya lebih baik diam dan tidak usah ikut-ikutan,” tuturnya.

“Jangan sampai menjadi fitnah karena apa pun itu nantinya dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” sambungnya.

Media Sosial: Penyebar Kebencian dan Permusuhan 

Anis juga menyoroti peran media sosial dalam menyebarkan kebencian dan permusuhan. Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat mengondisikan dan mengendalikan orang untuk saling membenci meskipun tidak pernah bertemu.

“Cara terbaik untuk menghindari badai kebencian adalah dengan menghindar. Jika kita benar-benar yakin akan pengetahuannya, lebih baik diam dan tidak ikut-ikutan,” tegasnya.

Anis juga mempertanyakan bagaimana rakyat Indonesia yang dikenal ramah bisa tiba-tiba menjadi pemarah dan pembenci di media sosial.

Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia didapat atas berkat dan rahmat Allah, yang berarti kasih sayang.

“Pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa kemerdekaan kita adalah atas berkat dan rahmat Allah. Rahmat artinya adalah kasih sayang. Jika bangsa ini terus berubah menjadi pemarah dan pembenci, artinya rahmat Allah sudah kita abaikan. Kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi lima hingga sepuluh tahun ke depan,” pungkasnya.

Diskusi Suluk Maleman ini berhasil menarik ratusan jamaah yang hadir langsung dan online. Iringan Sampak GusUran dan hadrah Syubbanul Muttaqin menambah semarak acara tersebut.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senangnya Pak RT dan Pak RW di Jepara Dapat Gaji Bulanan

    Senangnya Pak RT dan Pak RW di Jepara Dapat Gaji Bulanan

    • calendar_month Sel, 25 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 67
    • 0Komentar

      Bupati Jepara, Dian Kristiandi JEPARA – Senangnya para ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kabupaten Jepara. Karena Bupati Jepara Dian Kristiandi memberikan bantuan operasional untuk mereka. Pada tahun anggaran 2022 pemkab mengalokasikan anggaran sebesar 10,2 miliar. Ketua RT dan Ketua RW mendapat bantuan Rp 150 ribu setiap bulan. Di Kota Ukir […]

  • Aksi Damai di Sukolilo: Warga Serukan Dukungan untuk Bupati Sudewo

    Aksi Damai di Sukolilo: Warga Serukan Dukungan untuk Bupati Sudewo

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 80
    • 0Komentar

    PATI – Ratusan warga dari 16 desa di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, menggelar aksi “Pati Cinta Damai” pada Minggu (24/8/2025) di Lapangan Desa Gadudero. Aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap Bupati Sudewo yang tengah gencar melakukan pembangunan di wilayah tersebut. Masyarakat Sukolilo membawa spanduk-spanduk berisi dukungan untuk Sudewo, yang sebelumnya sempat menghadapi aksi demonstrasi yang […]

  • Penurunan Kemiskinan di Jawa Tengah: BPS Catat 29.65 Ribu Jiwa Lepas dari Kemiskinan

    Penurunan Kemiskinan di Jawa Tengah: BPS Catat 29.65 Ribu Jiwa Lepas dari Kemiskinan

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 77
    • 0Komentar

    SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat penurunan jumlah penduduk miskin pada Maret 2025. Angka kemiskinan turun menjadi 9,48 persen (3,367 juta jiwa), berkurang 0,10 persen poin dibandingkan September 2024 (9,58 persen atau 3,40 juta jiwa). Penurunan ini setara dengan 29.65 ribu orang. Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan beberapa faktor […]

  • DPRD Pati Kawal RPJMD, Pastikan Pemberdayaan Masyarakat Tercakup

    DPRD Pati Kawal RPJMD, Pastikan Pemberdayaan Masyarakat Tercakup

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 77
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi PKB DPRD Kabupaten Pati, melalui anggota dewannya, Muntamah, menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai pilar utama dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati periode 2025-2029. Muntamah menekankan agar RPJMD tersebut dirancang secara komprehensif, mencakup sektor ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, lingkungan hidup, dan kesehatan. “Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya. […]

  • Persijap Jepara Krisis Pertahanan, Mario Lemos Harus Putar Otak Jelang Lawan Bhayangkara FC

    Persijap Jepara Krisis Pertahanan, Mario Lemos Harus Putar Otak Jelang Lawan Bhayangkara FC

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 129
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara akan menghadapi Bhayangkara FC pada 27 Oktober 2025 di Stadion Sumpah Pemuda Lampung dalam lanjutan kompetisi Super League musim 2025/2026. Laga ini tentu menarik untuk dinantikan, apakah Persijap bisa bangkit dan mencuri poin di kandang lawan, atau justru terus terpuruk dengan hasil kekalahan. Persijap saat ini sedang dihadapkan pada masalah inkonsistensi […]

  • Coach Rudi Widodo Evaluasi Persipa Pati Usai Kekalahan dari Dejan FC, Siap Hadapi Batavia FC

    Coach Rudi Widodo Evaluasi Persipa Pati Usai Kekalahan dari Dejan FC, Siap Hadapi Batavia FC

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 848
    • 0Komentar

    MAGELANG – Persipa Pati gagal meraih kemenangan saat berhadapan dengan Dejan FC dalam laga lanjutan Liga Nusantara 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, pada Sabtu (29/11/2025) berakhir dengan skor 1-2 untuk keunggulan Dejan FC. Menanggapi hasil tersebut, Coach Rudi Widodo menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim. Evaluasi ini dilakukan sebagai […]

expand_less