Sidang Vonis Dua Pentolan AMPB Digelar di PN Pati, Putri Gus Dur Pantau Langsung
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2.678

Putri Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari Wahid
PATI – Pengadilan Negeri Pati menggelar sidang putusan vonis bagi Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto alias Pak RW, dua tokoh utama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), pada hari Kamis (5/3/2026).
Acara sidang tersebut menarik perhatian berbagai elemen, termasuk tokoh nasional Inayah Wulandari Wahid yang menghadiri secara langsung untuk mengawasi proses peradilan.
Perwakilan jaringan Gusdurian itu tiba di kompleks pengadilan sekitar pukul 08.30 WIB. Kehadirannya diungkapkan sebagai wujud dukungan bersama terhadap upaya masyarakat dalam menyampaikan aspirasi mereka.
Sebagai putri Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, kebebasan masyarakat untuk menyampaikan kritik harus selalu dijaga dan dihormati.
Ia menilai tidak tepat jika aksi protes dari masyarakat seringkali disandarkan label provokasi.
“Negara yang memang banal dan tidak pada tempatnya, ngawur. Jadi kalau kemudian ini dianggap provokasi, kenapa kok perangkat negara yang sukanya ngomong awur-awuran, arogan, tidak taat hukum, bahkan sekarang terbukti memang dicokok KPK, kok tidak dianggap sebagai provokasi,” ujar Inayah.
Menurutnya, praktik korupsi yang merugikan rakyat justru lebih berpotensi mengganggu stabilitas ketertiban umum dan menyakitkan hati masyarakat, namun seringkali tidak mendapatkan penilaian serupa sebagai bentuk provokasi.
“Itu provokasi, tapi mereka tidak pernah disalahkan. Kenapa malah yang protes sebagai pemilik negara ini selalu dianggap menyalahi aturan, dianggap mengganggu tata tertib. Loh, korupsi segitu banyak tidak mengganggu tata tertib kah? Menyakiti hati masyarakat, merugikan mereka, emangnya tidak mengganggu tata tertib?” lanjutnya.
Inayah menyatakan bahwa kasus semacam ini sering diperhatikan secara sepihak, sehingga suara kritik dari masyarakat justru kerap menjadi sorotan masalah.
Oleh karena itu, jaringan Gusdurian bersama keluarga Gus Dur memberikan dukungan penuh agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyuarakan aspirasi secara terbuka dan bertanggung jawab.
“Makanya ini solidaritas teman-teman jaringan Gusdurian, termasuk keluarga Abdurrahman Wahid, mendukung supaya masyarakat tetap bisa menyuarakan aspirasinya,” kata Inayah.
Ia juga mengingatkan bahwa hasil putusan terhadap kedua pemimpin AMPB ini memiliki implikasi penting bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.
“Makanya kita lihat. Kalau putusannya tidak bebas, itu akan jadi preseden buruk untuk demokrasi kita,” pungkasnya.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

