Breaking News
light_mode

Pemuda di Pati Dianiaya Brutal, Dua Jari Putus

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 24 Feb 2025
  • visibility 178

PATI – Aksi kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Pati. Seorang pemuda, C (30), warga Desa Geritan, Kecamatan Pati, menjadi korban penganiayaan brutal oleh orang tak dikenal (OTK) pada Minggu malam (23/2/2025) sekitar pukul 21.30 WIB di wilayah Kecamatan Jakenan.

Korban mengalami luka serius berupa bacokan di punggung, kaki, dan lengan kiri, serta kehilangan dua jari tangan kirinya, yaitu jempol dan telunjuk.

Kepala Desa Geritan, Agus Suntoro, menjelaskan kronologi kejadian. Korban, yang hendak menemui temannya di Jakenan untuk bersama-sama menghadiri acara dangdut di Rembang, dihadang dan diserang secara membabi buta oleh OTK di tengah perjalanan.

Meskipun terluka parah, korban berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motornya hingga sampai di Puskesmas Puncakwangi untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Saat ini korban sudah dirawat di RSUD Suwondo Pati,” ujar Agus, Senin (24/2/2025).

Kapolsek Puncakwangi, AKP Suwarno, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa korban masih belum sadarkan diri sehingga keterangan lebih lanjut belum bisa didapatkan dari korban.

“Kami belum bisa memberikan detail lebih jauh karena korban masih dirawat intensif dan belum sadar,” jelasnya.

AKP Suwarno menambahkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah pengamanan di sekitar lokasi kejadian dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas pelaku dan motif penganiayaan tersebut.

“Saat ini kami menunggu korban sadar untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Kasus penganiayaan brutal ini menimbulkan keresahan di masyarakat Geritan dan sekitarnya. Aparat kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban.

Penyelidikan intensif terus dilakukan untuk menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik peristiwa mengerikan ini.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maguwoharjo dan Segiri Referensi Stadion Baru Kota Pati

    Maguwoharjo dan Segiri Referensi Stadion Baru Kota Pati

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Stadion Segiri Samarinda dengan tribun melingkar yang tidak terlalu besar namun rapi Pemkab Pati hendak membangun stadion baru. Lalu desain seperti apakah yang cocok untuk mengarungi liga profesional.  PATI – Pimpinan DPRD Kabupaten Pati melempar wacana pembangunan stadion baru. Hal ini mencuat setelah keberhasilan tim Persipa Pati promosi ke Liga 2. Wacana ini didukung ketersediaan […]

  • Kyai Mutamakkin dan Corak Islam di Nusantara Sebelum Abad ke-20

    Kyai Mutamakkin dan Corak Islam di Nusantara Sebelum Abad ke-20

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Masjid Kajen merupakan peninggalan Mbah Mutamakkin. Oleh Ulil Abshar Abdalla Bulan Sura punya makna yang khusus bagi komunitas Muslim di Nusantara, termasuk Jawa. Banyak ritual slametan dan haul yang berlangsung pada bulan ini, antara lain haulnya seorang wali yang amat populer di kawasan Pati (Jawa Tengah) dan sekitarnya, yaitu Kiai Mutamakkin. Atau dikenal di daerah […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Kembangkan Ekonomi Kreatif Melalui Seni Pertunjukan

    DPRD Pati Dorong Pemkab Kembangkan Ekonomi Kreatif Melalui Seni Pertunjukan

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 183
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif di sektor seni pertunjukkan. Hal ini sejalan dengan penetapan seni pertunjukkan sebagai Sub Sektor Unggulan dalam pengembangan ekonomi kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenkraf RI). “Kami sebagai anggota legislatif sangat mendorong dan mengapresiasi langkah ini, […]

  • Muria Fight Night: Event Boxing Spektakuler di Lereng Pegunungan Muria

    Muria Fight Night: Event Boxing Spektakuler di Lereng Pegunungan Muria

    • calendar_month Kam, 23 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 148
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Pada Sabtu, 1 Juni 2024, akan diselenggarakan acara boxing “Muria Fight Night”, yang akan berlangsung dari sore hingga malam hari. Acara ini akan dihelat di venue yang menarik, yaitu di lereng pegunungan Muria, tepatnya di Ahara Cafe Desa Damarwulan, Keling, Jepara. Acara ini akan menampilkan partisipasi 54 petarung laki-laki dan 6 petarung perempuan […]

  • BPD di Pati Tuntut Tunjangan Naik jadi 4 Juta

    BPD di Pati Tuntut Tunjangan Naik jadi 4 Juta

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Kegiatan audiensi BPD bersama DPRD Pati.  Merasa memiliki tanggungjawab dan andil penting dalam pemerintahan desa, anggota BPD meminta kenaikan tunjangan. Mereka ngadu ke DPRD untuk memuluskan usulan kenaikan tunjangan sesuai kehendak mereka yaitu 4 juta per tahun. PATI – Lembaga Komunitas dan Komunikasi (LKK) Badan Permusywaratan Daerah (BPD) Kabupaten Pati menuntut kenaikan tunjangan. Dari sebelumnya […]

  • Hindari Pungli Sertifikat Tanah, Begini Caranya

    Hindari Pungli Sertifikat Tanah, Begini Caranya

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    rimanews.com Lingkar Muria, REMBANG – Pemerintah desa didorong menetapkan biaya pengurusan sertifikat tanah di luar program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penetapan biaya itu untuk menghindari pungutan liar bagi warga pemohon program tersebut. Bupati Rembang Abdul Hafidz mengakui program Prona memang belum bisa mengakomodir keinginan masyarakat yang akan mengurus sertifikat tanah. Namun, setiap tahun pemerintah […]

expand_less