Pemkab Pati Hibahkan 5,2 Hektar Tanah kepada BULOG untuk Infrastruktur Pasca Panen
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 1.394

Pemerintah Kabupaten Pati melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektar kepada Perum BULOG
PATI – Pemerintah Kabupaten Pati hari ini secara resmi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektar kepada Perum BULOG. Hal ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis Pemerintah Pusat dalam pembangunan 100 Lokasi Infrastruktur Pasca Panen di seluruh wilayah Indonesia.
Penandatanganan MoU dilakukan di Pendopo Kabupaten Pati oleh Profesor Sudarsono Hardjosoekarto, Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, serta H. Sudewo, S.T., M.T., Bupati Pati.
Penyerahan hibah tanah tersebut mencakup dua lokasi strategis, yakni 2 hektar di Desa Kayen dan 3,2 hektar di Desa Margoyoso, pada hari Kamis (15/1/2026).
Lokasi tersebut dipilih karena terletak di kawasan sentra pertanian padi terbesar di Jawa Tengah, sehingga sangat ideal untuk pembangunan fasilitas logistik pangan.
Menurut Bupati Pati, hibah tanah ini adalah wujud nyata dukungan daerah terhadap komitmen Pemerintah Pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami berkomitmen menyediakan lahan strategis untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan bangsa,” ujarnya.
Proyek hibah tanah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan pembangunan 100 Lokasi Infrastruktur Pasca Panen, yang ditargetkan akan mulai dibangun pada tahun 2026.
Program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional dan meningkatkan daya serap hasil panen petani Indonesia.
Rencana pembangunan fasilitas infrastruktur pasca panen meliputi Gudang Penyimpanan, Sentra Penggilingan Padi, Gudang Penyimpanan Beras dan Jagung, serta Pabrik Tepung (Beras/Jagung).
Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan kualitas hasil panen dapat terjaga secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, sekaligus mengurangi kehilangan hasil pascapanen (post-harvest losses).
Perum BULOG menyatakan bahwa pembangunan gudang baru ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, melainkan merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Infrastruktur yang akan dibangun akan dilengkapi dengan fasilitas modern seperti pengering (dryer), unit penggilingan (rice milling unit/RMU), silo, serta teknologi penyimpanan terbaru yang disesuaikan dengan kebutuhan setempat.
Program ini dibiayai melalui Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2026. Peletakan fondasi proyek ini dilakukan untuk menghadapi tantangan tahun panen mendatang dan sebagai tanggapan terhadap peningkatan produksi beras nasional yang diproyeksikan akan terus meningkat.
Perum BULOG yakin, kehadiran infrastruktur ini akan memperkuat rantai pasok logistik pangan, mengefisienkan biaya distribusi, serta menjaga stabilitas harga baik di tingkat petani maupun konsumen.
Hal ini penting mengingat Indonesia telah mencapai swasembada beras, namun tetap memerlukan sistem penyimpanan dan distribusi yang unggul untuk menjaga ketersediaan sepanjang tahun.
Direktur SDM dan Transformasi BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah seperti Kabupaten Pati merupakan model kerja sama yang diharapkan dapat direplikasi di banyak kabupaten atau kota lainnya di seluruh Indonesia.
“Kolaborasi ini memperkuat sinergi pusat-daerah demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Sudarsono.
Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi terwujudnya strategi nasional infrastruktur pangan. Ke depan, BULOG bersama jajaran pemerintah daerah akan segera memulai perencanaan teknis pembangunan untuk memastikan fasilitas ini dapat dibangun dan beroperasi sesuai dengan target nasional.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
