Breaking News
light_mode

Peduli Nasib Persipa, Suporter Unjuk Rasa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 16 Des 2017
  • visibility 147
Para suporter bernyanyi dan melakukan orasi di Stadion Joyokusumo usai laga final Kejuaraan Sepakbola U-21 Minggu (3/12/17) lalu. 
Lingkar Muria, PATI – Suporter
Persipa melakukan unjuk rasa usai laga final Kejuaraan Sepakbola U-21 yang
berlangsung di Stadion Joyokusumo Minggu (3/12/17) lalu. Dengan mengenakan pakaian
serba merah warna kebesaran Persipa mereka hendak meminta kejelasan nasib tim
kesayangan masyarakat Bumi Mina Tani.
Para supporter
yang tergabung dalam organisasi Patifosi ini meminta semua pihak, terutama
pemerintah kabupaten untuk dapat menangani permasalahan ini. Berbagai spanduk
juga dibentangkan di tengah lapangan. Spanduk-spanduk ini bertuliskan nada
kekecewaan terhadap nasib klub berjuluk Laskar Saridin ini.
Wakil ketua
Patifosi, Tantowi mengungkapkan, dalam aksi ini suporter memberikan empat
tuntutan. ”Pertama persipa wajib mengikuti liga tahun depan, kedua segera
dibentuk manajemen yang baru, anggaran yang jelas, serta mengharap agar
pengurus Askab PSSI, pengurus Persipa dan Pemkab Pati agar tidak
salah-salahan,” jelasnya.
Selain itu ia
berharap semua pihak agar mau menyelamatkan Persipa, jangan sampai
keanggotaannya dicoret dari Asprov Jawa Tengah. Sebab di tahun 2017 Persipa
sudah absen di liga. ”Maka kalau tahun 2018 mendatang masih absen dalam
kompetisi secara otomatis bisa dicoret dari keanggotaan,” tuturnya.
Sejatinya para
supporter ini akan melakukan orasi di depan bupati, namun saying dalam laga
final serta penutupan kejuaraan sepakbola U-21 Bupati Haryanto tak bisa hadir.
Namun, di tengah-tengah laga final itu ada Wakil Ketua III DPRD Pati Joni
Kurnianto. Perwakilan supporter pun meminta Joni untuk memberikan tanggapan,
serta berharap dapat menyampaikan tuntutan ini langsung kepada Bupati Haryanto.
Melihat aksi yang
dilakukan para supporter ini. ”Ini tentu menjadi hal wajar ya. Ini bentuk
aspirasi mereka terhadap apa yang terjadi di tubuh manajemen Persipa,” kata
Joni kepada jawa Pos Radar Kudus.
Lanjut Joni,
sebenarnya permasalahannya kan ada di internal manajemen. Untuk menyelesaikan
persoalan ini, tentu harus ada tahapan-tahapan, manajemen saat ini juga
kepengurusannya masih sampai tahun 2018.

”Jadi tidak
semabarangan tidak serta merta bisa diganti begitu saja. Mengingat ini soal
administrasi dan juga ada anggaran pemerintah di dalamnya,” imbuh pria yang
juga menjadi Dewan Penyantun Askab PSSI Pati ini. (lil)
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengisian Perangkat Desa, Kecamatan Mejobo Sepakat Pakai Tes CAT

    Pengisian Perangkat Desa, Kecamatan Mejobo Sepakat Pakai Tes CAT

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Bintek bagi panitia pengisian perangkat desa se Kec. Mejobo Kudus KUDUS – Bimbingan teknis bagi panitia pengisian perangkat desa se kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus tahun 2022 digelar Kamis (29/9/2022) di aula balaidesa Kesambi.  Dalam kegiatan itu turut hadir sebagai pemateri adalah Dinas PMD Kabupaten Kudus yang diwakili oleh Kabid Pemberdayaan Desa, Dian Noor Tamzis Hanafi. […]

  • Gembleng Karakter, SLB di Pati Gelar Pesantren Kilat

    Gembleng Karakter, SLB di Pati Gelar Pesantren Kilat

    • calendar_month Sel, 5 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    PATI – Sekolah Luar Biasa Kabupaten Pati menggelar pesantren kilat (sanlat). Hal itu dilakukannya sebagaoi langkah untuk pemantapan karakter anak-anak yang notabene berkebutuhan khusus tersebut. Acara sanlat selama dua hari. Mulai tanggal 5 – 6 Juni 2018. dalam rangka memaksimalkan kegiatan di bulan Ramadan. Pesertanya dari dua sekolah. SLB Negeri dan Yayasan Bina Citra. Ketua […]

  • DPRD Pati Dorong Pengisian Mobil Damkar di Jakenan dan Tayu untuk Efektivitas Penanganan Kebakaran

    DPRD Pati Dorong Pengisian Mobil Damkar di Jakenan dan Tayu untuk Efektivitas Penanganan Kebakaran

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 193
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati terus berupaya meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran di wilayahnya. Salah satu langkah yang didorong adalah penempatan mobil pemadam kebakaran (Damkar) di dua lokasi strategis, yaitu Kecamatan Jakenan dan Tayu. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, mengungkapkan bahwa selama ini, jarak tempuh mobil Damkar yang terlalu jauh […]

  • DPRD Pati Usulkan Influencer dan Wi-Fi Gratis untuk Majukan UMKM

    DPRD Pati Usulkan Influencer dan Wi-Fi Gratis untuk Majukan UMKM

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 151
    • 0Komentar

    PATI – Danu Ikhsan Hariscandra, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDIP, menyoroti kendala pemasaran yang dihadapi UMKM di daerah tersebut. Ia menilai, kurangnya promosi produk menjadi salah satu faktor utama yang menghambat penjualan. “Mungkin nanti dengan APBD kita bisa melibatkan influencer yang followers-nya banyak untuk memajukan UMKM,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi […]

  • Gayengnya Kopdar Peternak Kambing Domba di Pati

    Gayengnya Kopdar Peternak Kambing Domba di Pati

    • calendar_month Jum, 27 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Kopdar dan halalbihalal peternak kambing dan domba di Kabupaten Pati PATI – Acara kopi darat (kopdar) sekaligus halalbihalal Paguyuban Peternak Domba dan Kambing Pati (PPDKP) digelar di Berkah Ngarit Farm Desa Tawangrejo Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Kamis (26/5/2022). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati Niken Trimeiningrum dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin. Acara […]

  • DPRD Pati Mengkritik Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan Masyarakat

    DPRD Pati Mengkritik Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan Masyarakat

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 170
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati, Ali Badruddin, menyoroti perilaku masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan. Politisi dari PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa masalah sampah ini terjadi di seluruh kecamatan di Kabupaten Pati. “Rata-rata masyarakat mengabaikan kebersihan dengan membuang sampah di tepi jalan atau di sungai. Ini sudah menjadi kebiasaan buruk dan sering dianggap sepele,” […]

expand_less