Breaking News
light_mode

Membaca Secara Lengkap Artsotika Muria

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 2 Jun 2021
  • visibility 447

 

Instagram senisamar

Menyebut Muria, tidak bisa
sertamerta, sebuah wilayah secara geografis. Juga administratif. Muria, adalah
Alam dan Manusia. Yang didalamnya terdapat aneka ragam peradaban. Namun jika
merujuk pada Geografi dan Administrasi, Muria berada di tengah Segitiga Hijau,
yaitu Kota Pati, Jepara dan Kudus. Ketiga kota tersebut dalam wilayah Jawa
Tengah – Indonesia.

Artsotika Muria, Adalah menyamakan
rasa (EQ) dan pemikiran (IQ), bergotongroyong di seputar Gunung Muria, dalam
bentuk apapun, yang bertujuan menjaga, merawat, mengembalikan, dan
menumbuhkembangkan potensi Muria. Dalam hal Sumber Alam maupun Masyarakatnya.
Potensi Muria yang Eksotis dikemas dalam bentuk Art.

Instagram artsotikamuria


1.a. Menjaga dan Merawat Hayati.
Keindahan alam Muria, bisa terbilang mepesona. Tanah subur ditumbuhi aneka
hayati. Pohon Parijatha, Aren, Bendho, Dadap, Eukaliptus, Gintung, Ingas, Jati,
Anggrek, kopi, durian, rambutan, kapuk randu, dan lainnya. Binatang liar
melengkapi dan menambah suasana mepesona. Monyet ekor panjang, Macan tutul,
Elang jawa, Babi hutan, Kidang, Bebek rawa, dan lainnya. Artsotika Muria,
sebagai Ruang Bergotongroyong di seputar Muria, dirasa perlu untuk mendata
ulang, jenis aneka Hayati yang masih ada. Kemudian menjaga dan merawat dengan
langkah tertentu (ayo dirembug), agar jangan sampai rusak bahkan punah.
Sekiranya perlu, lewat jalur hukum (perlindungan hayati Muria).

1.b. Menjaga dan Merawat Tanah, Air
dan Batu. “..orang bilang, tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu
menjadi tanaman,” sepenggal lirik lagu dari Group Band Legendaris,
KOESPLUS dengan judul KOLAM SUSU. Gambaran itu ada di Muria. Tanah kita memang
tanah SURGA. Tinggal bagaimana menjaganya. Beberapa wilayah di seputar Gunung
Muria, kemiringan tanahnya retan akan longsor. Beberapa batu digali
(ditambang). Beberapa desa seputar Muria, kekurangan air. BENARKAH? Artsotika
Muria, Ruang untuk nyengkuyung menjaga dan merawatnya. Mengedukasi warga
setempat, betapa pentingnya mejaga lingkungan, untuk anak cucu. Tangan jahil
dari luar, perlu kiranya ada ikatan Hukum.

1.c. Menjaga dan Merawat Budaya.
Yang meliputi tradisi, seni, Adat-istiadat, Sejarah, Folklor, Artefak, Situs.
Dari sekian Budaya yang ada di seputar Muria, belum terdata secara maksimal.
Sementara ini data, masih banyak dalam bentuk lisan. Jika data tersebut
tertulis dalam bentuk Dokumen (buku), atau yang lainnya, tentu lebih menarik.
Bentuk Menjaga, dalam hal Doukumen. Festival Patiayam, adalah salah satu bentuk
Menjaga dan Merawat Situs Patiayam, agar situs tersebut tidak keluar dari
Habitatnya.

2.a. Mengembalikan Hayati. Beberapa
tumbuhan yang punah, dikembalikan dengan cara reboisasi. Memang tidak semudah
membalikan telapak tangan, jika dilakukan hanya segelentir kelompok peduli
lingkungan. Gotongroyong, akan terasa ringan. Lain halnya perlakuan terhadap
binatang liar. Sebut saja Monyet Ekor Panjang. Bagi masyarakat, pada masa
tertentu, monyet menjadi hama. Hingga banyak yang memburu dan membunuhnya. Saat
ini mulai punah. Untuk mengembalikan kemudian menjaga dan merawatnya, perlu
keterlibatan warga setempat, secara ketat.

2.b. MengembalikanTanah, Air dan
Batu. Untuk Tanah yang terlanjur rusak/longsor memang susah untuk dikembalikan.
Kemampuan kita hanya merawatnya, dengan langkah penanaman secara besar-besaran.
(jika ada yang punya ide, soal pengelolaan atau pengolahan tanah, kita
sengkuyung bareng). Air? Setelah melakukan diskusi di 3 Kota (di Omah Pencu
desa Panjang, kecamata BAE – Kudus, Pendapa Padepokan di desa Pohgading,
kecamatan Gembong Pati, dan di Rumah Belajar Ilalang desa Kecapi kecamatan
Taunan-Jepara), krisis air melanda warga Muria. Mari kita bergotongroyong
mencari penyebab dan solusinya. Air milik masyarakat, bukan milik Perorangan
atau Perusahaan. Persoalan Batu seperti Tanah! Yang masih bisa dilakukan, salah
satunya adalah: menghentikan PENAMBANGAN Batu secara besar-besaran.

2.c. Mengembalikan Budaya. Dari
hasil diskusi 3 kota, ada beberapa hal yang hilang. Peninggalan sejarah, 
tradisi, kesenian, folklor, dan lainnya. Data memang belum lengkap sepenuhnya.
Dari hasil duskusi, masyarakat yang peduli mulai bergerak. Jika tidak terlacak,
Revitalisasi atau sejenisnya, sekiranya perlu dilakukan. Seperti halnya yang
dilakukan Rumah Kartini Jepara, membuat Gong Senin. Seniman Pati dalam rintisan
merevitalisasi Wayang Sonean, yang nyaris punah.

3.a. Menumbuhkembangkan Hayati.
Budidaya dan pengembangbiakan secara berkelanjutan. Hal ini perlu adanya
pemantik atau motivasi sebagai pendukung. Misalnya tanaman Kopi. Munculnya
produksi Kopi Muria dengan berbagai merek dan Cafe atau Warung Kopi, membuat
Kopi Muria terangkat. Kopi Nangka yang semula terabaikan, warga kini mulai
bergairah menumbuhkembangkan. Tumbuhan Nilam sebagai bahan Parfum, mulai
dikembangkan. Binatang liar yang sudah langka, DILARANG diburu. Biarkan
berkembang biak secara alami. Atau dibantu pengembangbiakannya.

3.b. Menumbuhkembangkan Tanah, Air
dan Batu. Selain longsor, mungkin beberapa tanah garapan mulai rusak. Salah
satu faktor penyebab, pupuk anorganik. Kita kembali pada hal yang Organik atau
alami. Cara tradisional untuk pengolahan tanah, kiranya perlu dikembangkan
dengan pola kekinian. Soal Air. Perlu peningkatan perawatan. Jauhkan dari pencemaran.
Pengelolaan Air secara mandiri.

3.c. Menumbhkembangkan Budaya.
Nguri-nguri budaya, memang penting. Lebih penting lagi, ngurip-uripi. Seni
Ketoprak Pati bertahan hidup, karena diuripi/dihidupi masyarakat. Menggali
potensi lokal, menjawab tantangan global. Pasca era Melinia, kembali pada
tradisi. Penggalian budaya pada akar, seperti haalnya yang dilakukan Rumah
Karitini jepara pada Gong Senin, dan Seniman Pati pada wayang Sonean, tidak
berhenti pengembalian. Langkah dan upaya lain, perlu ditumbuhkan. Komunitas
Kopi Muria, membuat kegiatan Tradisi Wiwit. Ini salah satu contoh nyata, untuk
menumbuhkembangkan budaya. 

Instagram sulistiyoraden14

Di tahun 2019, kita coba tawarkan dan mengawali, menata Muria. Peran
masyarakat/warga setempat, sangat penting. Tanpa keterlibatannya dalam hal
Menjaga, Merawat, Mengembalikan dan Menumbuhkembangkan, tinggal menungu waktu.
Muria semakin HANCUR! Dan alam yang akan Menjawabnya. #artsotikamuria

TBRS-Semarang, 31 Desember 2018, tulisan ini
sebelumnya sudah dimuat di blog pribadi Widyo Babahe Leksono

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi Jawa Tengah ke-XXX Tahun 2024

    Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi Jawa Tengah ke-XXX Tahun 2024

    • calendar_month Rab, 24 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024. Dalam acara ini, akan ada kafilah perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang akan bersaing dalam sembilan cabang dan 24 golongan perlombaan. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, MTQ Provinsi Jawa […]

  • Kapolda Jateng Copot Kasatreskrim Polres Boyolali Diduga Langgar Etika Polri

    Kapolda Jateng Copot Kasatreskrim Polres Boyolali Diduga Langgar Etika Polri

    • calendar_month Rab, 19 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

      konferensi pers Kapolda Jawa Tengah atas kasus dugaan pelanggaran oleh Kasatreskrim Polres Boyolali SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.,  langsung mencopot Kasatreskrim Polres Boyolali. Hal ini diduga karena dugaan pelanggaran etika yang dilakukan kepada pelapor berinisial R. “Sebelumnya Saya Kapolda Jateng menyampaikan permohonan maaf  yang sebesar-besarnya kepada warga […]

  • Kabar gembira ! Liburan ke Karimunjawa Naik Pesawat Ini

    Kabar gembira ! Liburan ke Karimunjawa Naik Pesawat Ini

    • calendar_month Jum, 1 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    ISTIMEWA JEPARA – Mulai Jumat (8/6/2018) mendatang, maskapai Nam Air bakal melayani penerbangan ke Karimunjawa, Jepara. Rutenya dari bandara Ahmad Yani di Semarang. Pesawat dengan kode ATR 72 ini melayani penerbangan pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Dilansir dari laman twitter @jeparakabgoid, jadwal penerbangan pada pukul 06.00 dari bandara Ahmad Yani Semarang, sedangkan pukul 7.15 […]

  • Sky Badminton Hall Pati Targetkan Bina Pemain Muda

    Sky Badminton Hall Pati Targetkan Bina Pemain Muda

    • calendar_month Kam, 3 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

      Azizul Fajri mendirikan Sky Badminton Hall Pati. Niat tulusnya ingin meramaikan olahraga bulutangkis di Kabupaten Pati. Dengan menyediakan fasilitas lapangan yang sesuai standar nasional. Demi menggairahkan anak-anak muda berlatih untuk berprestasi. PATI – Pecinta olahraga bulutangkis tidak perlu galau karena minimnya sarana dan prasarana olahraga tepok bulu ini. Sebab kini telah hadir tempat latihan […]

  • Mengintip Latihan Beladiri di Abror Muay Thai Boxing Camp Pati

    Mengintip Latihan Beladiri di Abror Muay Thai Boxing Camp Pati

    • calendar_month Ming, 13 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 390
    • 0Komentar

      PATI, Cluwak – Sore menjelang, anak-anak mulai berdatangan ke sebuah tempat latihan beladiri yang sederhana di Desa Mojo Kecamatan Cluwak. Tempat latihan itu bernama Abror Muay Thai Boxing Camp. Camp latihan ini berdiri sudah setahunan ini, sejak Desember 2020. Pendiri sekaligus pengelolanya adalah Ahmad Azarudin Al Abror. Dia berlatar belakang atlet beladiri. Namanya sempat […]

  • Empat Paket Rehabilitasi Jalan Masuk Tahap Persiapan, DPUTR Pati Siapkan Anggaran Rp18 Miliar Tahap Pertama

    Empat Paket Rehabilitasi Jalan Masuk Tahap Persiapan, DPUTR Pati Siapkan Anggaran Rp18 Miliar Tahap Pertama

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.917
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mulai bergerak mempersiapkan pelaksanaan pembangunan sekaligus perbaikan infrastruktur jalan untuk tahap pertama pada tahun anggaran 2026 ini. Sejumlah paket pekerjaan pengadaan bahkan sudah resmi diumumkan dan ditargetkan akan segera memasuki tahap pengerjaan fisik di lapangan dalam waktu dekat ini. Kepala Bidang Bina Marga DPUTR […]

expand_less