Breaking News
light_mode

Membaca Secara Lengkap Artsotika Muria

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 2 Jun 2021
  • visibility 225

 

Instagram senisamar

Menyebut Muria, tidak bisa
sertamerta, sebuah wilayah secara geografis. Juga administratif. Muria, adalah
Alam dan Manusia. Yang didalamnya terdapat aneka ragam peradaban. Namun jika
merujuk pada Geografi dan Administrasi, Muria berada di tengah Segitiga Hijau,
yaitu Kota Pati, Jepara dan Kudus. Ketiga kota tersebut dalam wilayah Jawa
Tengah – Indonesia.

Artsotika Muria, Adalah menyamakan
rasa (EQ) dan pemikiran (IQ), bergotongroyong di seputar Gunung Muria, dalam
bentuk apapun, yang bertujuan menjaga, merawat, mengembalikan, dan
menumbuhkembangkan potensi Muria. Dalam hal Sumber Alam maupun Masyarakatnya.
Potensi Muria yang Eksotis dikemas dalam bentuk Art.

Instagram artsotikamuria


1.a. Menjaga dan Merawat Hayati.
Keindahan alam Muria, bisa terbilang mepesona. Tanah subur ditumbuhi aneka
hayati. Pohon Parijatha, Aren, Bendho, Dadap, Eukaliptus, Gintung, Ingas, Jati,
Anggrek, kopi, durian, rambutan, kapuk randu, dan lainnya. Binatang liar
melengkapi dan menambah suasana mepesona. Monyet ekor panjang, Macan tutul,
Elang jawa, Babi hutan, Kidang, Bebek rawa, dan lainnya. Artsotika Muria,
sebagai Ruang Bergotongroyong di seputar Muria, dirasa perlu untuk mendata
ulang, jenis aneka Hayati yang masih ada. Kemudian menjaga dan merawat dengan
langkah tertentu (ayo dirembug), agar jangan sampai rusak bahkan punah.
Sekiranya perlu, lewat jalur hukum (perlindungan hayati Muria).

1.b. Menjaga dan Merawat Tanah, Air
dan Batu. “..orang bilang, tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu
menjadi tanaman,” sepenggal lirik lagu dari Group Band Legendaris,
KOESPLUS dengan judul KOLAM SUSU. Gambaran itu ada di Muria. Tanah kita memang
tanah SURGA. Tinggal bagaimana menjaganya. Beberapa wilayah di seputar Gunung
Muria, kemiringan tanahnya retan akan longsor. Beberapa batu digali
(ditambang). Beberapa desa seputar Muria, kekurangan air. BENARKAH? Artsotika
Muria, Ruang untuk nyengkuyung menjaga dan merawatnya. Mengedukasi warga
setempat, betapa pentingnya mejaga lingkungan, untuk anak cucu. Tangan jahil
dari luar, perlu kiranya ada ikatan Hukum.

1.c. Menjaga dan Merawat Budaya.
Yang meliputi tradisi, seni, Adat-istiadat, Sejarah, Folklor, Artefak, Situs.
Dari sekian Budaya yang ada di seputar Muria, belum terdata secara maksimal.
Sementara ini data, masih banyak dalam bentuk lisan. Jika data tersebut
tertulis dalam bentuk Dokumen (buku), atau yang lainnya, tentu lebih menarik.
Bentuk Menjaga, dalam hal Doukumen. Festival Patiayam, adalah salah satu bentuk
Menjaga dan Merawat Situs Patiayam, agar situs tersebut tidak keluar dari
Habitatnya.

2.a. Mengembalikan Hayati. Beberapa
tumbuhan yang punah, dikembalikan dengan cara reboisasi. Memang tidak semudah
membalikan telapak tangan, jika dilakukan hanya segelentir kelompok peduli
lingkungan. Gotongroyong, akan terasa ringan. Lain halnya perlakuan terhadap
binatang liar. Sebut saja Monyet Ekor Panjang. Bagi masyarakat, pada masa
tertentu, monyet menjadi hama. Hingga banyak yang memburu dan membunuhnya. Saat
ini mulai punah. Untuk mengembalikan kemudian menjaga dan merawatnya, perlu
keterlibatan warga setempat, secara ketat.

2.b. MengembalikanTanah, Air dan
Batu. Untuk Tanah yang terlanjur rusak/longsor memang susah untuk dikembalikan.
Kemampuan kita hanya merawatnya, dengan langkah penanaman secara besar-besaran.
(jika ada yang punya ide, soal pengelolaan atau pengolahan tanah, kita
sengkuyung bareng). Air? Setelah melakukan diskusi di 3 Kota (di Omah Pencu
desa Panjang, kecamata BAE – Kudus, Pendapa Padepokan di desa Pohgading,
kecamatan Gembong Pati, dan di Rumah Belajar Ilalang desa Kecapi kecamatan
Taunan-Jepara), krisis air melanda warga Muria. Mari kita bergotongroyong
mencari penyebab dan solusinya. Air milik masyarakat, bukan milik Perorangan
atau Perusahaan. Persoalan Batu seperti Tanah! Yang masih bisa dilakukan, salah
satunya adalah: menghentikan PENAMBANGAN Batu secara besar-besaran.

2.c. Mengembalikan Budaya. Dari
hasil diskusi 3 kota, ada beberapa hal yang hilang. Peninggalan sejarah, 
tradisi, kesenian, folklor, dan lainnya. Data memang belum lengkap sepenuhnya.
Dari hasil duskusi, masyarakat yang peduli mulai bergerak. Jika tidak terlacak,
Revitalisasi atau sejenisnya, sekiranya perlu dilakukan. Seperti halnya yang
dilakukan Rumah Kartini Jepara, membuat Gong Senin. Seniman Pati dalam rintisan
merevitalisasi Wayang Sonean, yang nyaris punah.

3.a. Menumbuhkembangkan Hayati.
Budidaya dan pengembangbiakan secara berkelanjutan. Hal ini perlu adanya
pemantik atau motivasi sebagai pendukung. Misalnya tanaman Kopi. Munculnya
produksi Kopi Muria dengan berbagai merek dan Cafe atau Warung Kopi, membuat
Kopi Muria terangkat. Kopi Nangka yang semula terabaikan, warga kini mulai
bergairah menumbuhkembangkan. Tumbuhan Nilam sebagai bahan Parfum, mulai
dikembangkan. Binatang liar yang sudah langka, DILARANG diburu. Biarkan
berkembang biak secara alami. Atau dibantu pengembangbiakannya.

3.b. Menumbuhkembangkan Tanah, Air
dan Batu. Selain longsor, mungkin beberapa tanah garapan mulai rusak. Salah
satu faktor penyebab, pupuk anorganik. Kita kembali pada hal yang Organik atau
alami. Cara tradisional untuk pengolahan tanah, kiranya perlu dikembangkan
dengan pola kekinian. Soal Air. Perlu peningkatan perawatan. Jauhkan dari pencemaran.
Pengelolaan Air secara mandiri.

3.c. Menumbhkembangkan Budaya.
Nguri-nguri budaya, memang penting. Lebih penting lagi, ngurip-uripi. Seni
Ketoprak Pati bertahan hidup, karena diuripi/dihidupi masyarakat. Menggali
potensi lokal, menjawab tantangan global. Pasca era Melinia, kembali pada
tradisi. Penggalian budaya pada akar, seperti haalnya yang dilakukan Rumah
Karitini jepara pada Gong Senin, dan Seniman Pati pada wayang Sonean, tidak
berhenti pengembalian. Langkah dan upaya lain, perlu ditumbuhkan. Komunitas
Kopi Muria, membuat kegiatan Tradisi Wiwit. Ini salah satu contoh nyata, untuk
menumbuhkembangkan budaya. 

Instagram sulistiyoraden14

Di tahun 2019, kita coba tawarkan dan mengawali, menata Muria. Peran
masyarakat/warga setempat, sangat penting. Tanpa keterlibatannya dalam hal
Menjaga, Merawat, Mengembalikan dan Menumbuhkembangkan, tinggal menungu waktu.
Muria semakin HANCUR! Dan alam yang akan Menjawabnya. #artsotikamuria

TBRS-Semarang, 31 Desember 2018, tulisan ini
sebelumnya sudah dimuat di blog pribadi Widyo Babahe Leksono

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua alumni Omah Dongeng Marwah meraih juara monoIog tingkat nasionaI.

    Alumni Omah Dongeng Marwah Juara 2 Monolog Festival Kesenian Indonesia

    • calendar_month Sab, 28 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Dua alumni Omah Dongeng Marwah meraih juara monoIog tingkat nasionaI.

  • Kondisi tambang di gunung Kendeng Sukolilo Pati yang longsor.

    Tambang di Gunung Kendeng Longsor Sopir Truk Tewas

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Kondisi tambang di gunung Kendeng Sukolilo Pati yang longsor. Tambang di Gunung Kendeng Pati mengalami longsor. Tiba-tiba saja tanah bergerak dan material batu padas menimbun truk dum yang ada di sana. PATI – Musibah longsor terjadi di area tambang galian C di Desa Wegil Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Minggu (2/7/2023). Akibatnya seorang sopir truk dum […]

  • Jadwal Lengkap Persipa Pati di Bulan September Pegadaian Liga 2 Musim 2024/2025

    Jadwal Lengkap Persipa Pati di Bulan September Pegadaian Liga 2 Musim 2024/2025

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 130
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati akan menghadapi serangkaian pertandingan berat di bulan September dalam lanjutan Liga 2 musim 2024/2025. Tim berjuluk Laskar Saridin ini akan melakoni empat pertandingan, dua di kandang dan dua di laga tandang. Persipa Pati mengawali bulan September dengan laga tandang melawan Bhayangkara Presisi FC di Stadion Trisanja Tegal pada Minggu (8/9/2024). Laga […]

  • Cak Nun Ajak Masyarakat Tak Golput, Kasihan Panitia

    Cak Nun Ajak Masyarakat Tak Golput, Kasihan Panitia

    • calendar_month Sab, 30 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Cak Nun  Budayawan Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 17 April mendatang. Hal itu diungkapkannya saat berbicara di acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di halaman Mapolres Jepara, Jumat (29/3/2019) malam. ”Nanti jangan lupa gunakan hak suara anda di pemilu. Pilih pemimpin […]

  • Puncak Peringatan HKG PKK ke-53 Kabupaten Pati: Bupati Apresiasi Keterlibatan Aktif Kader PKK

    Puncak Peringatan HKG PKK ke-53 Kabupaten Pati: Bupati Apresiasi Keterlibatan Aktif Kader PKK

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 125
    • 0Komentar

    PATI – Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat Kabupaten Pati digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (22/7). Bupati Pati, Sudewo, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, hadir dan memberikan apresiasi atas dedikasi para kader PKK. Sudewo mengungkapkan rasa harunya melihat kehadiran para kader PKK tingkat desa yang turut meramaikan acara […]

  • Lezatnya Kolak Singkong Gudang khas Kudus

    Lezatnya Kolak Singkong Gudang khas Kudus

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Penampakan kolak singkong gudang dengan balutan gula merah  Banyak sekali olahan singkong yang lezat dan banyak disukai orang-orang. Singkong merupakan hasil bumi yang banyak dikreasikan untuk menjadi kudapan yang enak. Seperti menjadi getuk, singkong keju atau olahan lainnya. Di Kudus Jawa Tengah ada salah satu olahan singkong yang lezat dan juga unik. Nama olahannya adalah […]

expand_less