Breaking News
light_mode

Melihat Pentas Tujuh Purnama dan Rukti Lakuna

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
  • visibility 115
Penampilan Rukti Lakuna di Desa Jimbaran Kayen Pati 

Puncak pertunjukan Rukti Lakuna dari Teater Mina Tani berlangsung di halaman Sendang Simbar Dodo pada Sabtu (2/9/2023) malam. Sendang yang berada Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen penampilan penutup Rukti Lakuna yang sudah berkeliling dari berbagai tempat. 

PATI – Di bawah rimbun tiga pohon beringin yang ada di sendang tersebut, tampak dihiasi lampu penerang layaknya panggung. Sejumlah pemuda kemudian berkumpul, dan menunjukkan sejumlah karyanya. 

Malam itu ada tujuh penampil. Teater Minatani membuka pra acara dengan menghadirkan pentas berjudul Angkara dan dimainkan oleh Angga, Tata dan Abel serta disutradarai Arif Khilwa.

Kemudian ada juga pentas tari berjudul Manembah yang dibawakan Nurul dan Ningrum, perform berjudul “Dibelenggu” dari Nosferatu. Pembacaan puisi “Manah Jimbar” dari Apip, Rifky dan Nuwanda, Musik Kampung Gagego Gabus, tari “Bang Bintulu” dari Sanggar Kayun, musik kolaborasi Aristya Kuver dan Nursyam serta pembacaan puisi dari Bocah Angon  yang dibawakan Angga Saputra.

Rukti Lakuna menjadi sajian utama Teater Minatani yang dibawakan oleh Siwigustin dan Ellisa. Malam itu, juga menjadi purnama ketujuh sekaligus puncak dari pertunjukkan Rukti Lakuna. Mereka dibantu Rumah Merdeka dalam penyelenggaraan titik ketujuh tersebut.

Pertunjukkan Rukti Lakuna memang menjadi karya terbaru dari Teater Minatani yang juga ditampilkan di tujuh titik tempat bertepatan dengan tujuh purnama. Pentas pertama digelar di Pendopo Kemiri, pentas kedua di halaman belakang sanggar Teater TigakomA Universitas Muria Kudus (UMK).

Titik Akhir

Pentas ketiga dihadirkan di halaman rumah Aloeth Pati, Kecamatan Margoyoso. Titik keempat dihadirkan di kolam rumah Mbah Munawar, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi. Titik kelima di pantai Empu Rancak, Jepara. Titik keenam di lapangan Ndalem Prawito, Kecamatan Juwana. Sementara titik akhirnya di sendang Simbar Dodo, Kecamatan Kayen.

“Ini menjadi laku perjalanan kami. Selain laku dalam berkarya, juga menjadi bentuk bersilaturahmi ke saudara pegiat seni yang ada di sejumlah daerah di Pati, Kudus, dan Jepara,” ujar Siwigustin, Ketua Teater Minatani Pati.

Perempuan yang juga menjadi aktor Rukti Lakuna menyebut, proses tersebut juga menjadi momen belajar akan konsep baru bagi Teater Minatani. Dimana menjadikan gerak dan rasa sebagai dasar utama bukan bertumpu pada teks.

“Rukti Lakuna memiliki arti Merawat Kekosongan. Jiwa yang begitu luas dan dalam tentu memiliki dimensi dan peristiwanya masing-masing. Rukti Lakuna menyerap narasi, membagikannya dengan sulur gerak, rasa dan kata,”imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Siwi juga menyebutkan terimakasihnya pada semua pihak yang telah berkenan membantu dalam perjalanan tujuh purnama tersebut. Keguyub-rukunan dalam membangun ruang kesenian itu juga menjadi salah satu harapan utama digelarnya Rukti Lakuna. (ftw)

Editor : Arif

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Jepara Apresiasi BUMDes Tegal Makmur Tegalsambi

    Pj Bupati Jepara Apresiasi BUMDes Tegal Makmur Tegalsambi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 160
    • 0Komentar

    DESA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tegal Makmur di area Taman Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan mendapat apresiasi langsung dari Penjabat (Pj) Bupati Jepara H. Edy Supriyanta. Hal ini itu diungkapkan Edy Supriyanta saat meresmikan Kantor BUMDes Tegal Makmur di area Taman Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Minggu, (4/2/2024). Pj Bupati menyebut Desa Tegalsambi merupakan desa […]

  • DPRD Pati Ungkap Kondisi Petani Tebu Dihadapkan Tantangan dan Solusi untuk Meningkatkan Produksi

    DPRD Pati Ungkap Kondisi Petani Tebu Dihadapkan Tantangan dan Solusi untuk Meningkatkan Produksi

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 135
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Kamari, mengakui bahwa saat ini sulit untuk menambah lahan pertanian tebu. “Memang sulit untuk menambah lahan karena keterbatasan lahan,” jelasnya. Meskipun demikian, Kamari optimis bahwa produksi tebu dapat ditingkatkan dengan penggunaan alat mekanisasi dan intensifikasi. “Saat ini, yang bisa dilakukan petani adalah meningkatkan hasil per hektarnya,” ungkapnya. Kamari juga menjelaskan […]

  • Melayani Pasien adalah Bentuk Pengabdian

    Melayani Pasien adalah Bentuk Pengabdian

    • calendar_month Sen, 28 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Bupati Kudus memberikan motivasi kepada pegawai RSUD dr. Loekmono Hadi Bupati Kudus Hartopo meminta para pegawai di RSUD dr. Loekmono Hadi untuk melayani dengan sepenuh hati. Hal ini merupakan sebuah bentuk nyata pengabdian. KUDUS – Bupati Kudus Hartopo memotivasi pegawai RSUD dr. Loekmono Hadi untuk melayani dengan sepenuh hati. Kegiatan ini dilakukan dalam bincang bersama […]

  • Diduga Dikeroyok Massa Saat Nonton Orkes Dangdut, Warga Desa Sambilawang Babak Belur

    Diduga Dikeroyok Massa Saat Nonton Orkes Dangdut, Warga Desa Sambilawang Babak Belur

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 90
    • 0Komentar

    PATI – Abdul Mutalib, warga Desa Sambilawang, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, mengalami nasib nahas setelah diduga dikeroyok oleh sejumlah orang saat menonton orkes dangdut di belakang Balai Desa Sambilawang, Sabtu (26/4/2025). Peristiwa yang viral di media sosial ini menyisakan luka fisik dan mental bagi korban. Menurut keterangan Abdul Mutalib saat ditemui di rumahnya Senin (28/4/2025), […]

  • Menjadi Guru Idola

    Menjadi Guru Idola

    • calendar_month Ming, 10 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Ilustrasi ayobandung.com Guru idola? Guru yang diidolakan siswa tidak harus guru yang cantik, atau ganteng. Bukan guru yang paling kaya atau paling pintar. Banyak kriteria untuk menjadi seorang guru idola. Jika kedatangan sang guru sangat dinantikan oleh siswa, ini merupakan langkah awal untuk menjadi guru idola.  Di era sekarang, banyak hal yang diinginkan oleh pelajar […]

  • Abadikan Hidup Dengan Menulis

    Abadikan Hidup Dengan Menulis

    • calendar_month Sab, 9 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Zumrotun Menulis memang menjadi hobi Zumrotun. Gadis kelahiran Pati, 6 Januari 1995 ini sejak duduk di bangku SMA sudah rutin menulis. Terbukti ia kerap kali mengikuti lomba kepenulisan, meskipun jarang mendapatkan juara. ”Saat SMA, saya pernah ikut lomba menulis karya sastra, meskipun hanya juara harapan satu, saya tak patah semangat, sebab menulis adalah hobi saya,” […]

expand_less