Breaking News
light_mode

Komitmen Ansor Pati Siap Terjunkan Banser untuk Tutup Prostitusi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 5 Okt 2021
  • visibility 869

 

Ketua GP Ansor Pati usai beraudiensi dengan Pemkab Pati.

Ansor
serius ingin membantu pemerintah menegakkan Perda dan menutup kegiatan
prostitusi. Langkah itu diiringi dengan penyiapan ribuan personel yang bakal
sukarela membantu Forkompinda.

PATI – Pimpinan
Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pati menyatakan siap jika pemerintah
meminta bantuan mereka dalam menutup tempat prostitusi secara permanen. Ansor
bakal menerjunkan ribuan personel Banser untuk membantu Forkompimda memastikan
tempat-tempat pelacuran tak kembali beroperasi. Termasuk dalam pelaksanaan
rehabilitasi eks pekerja lokalisasi.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten
Pati Itqonul Hakim mengungkapkan masyarakat sudah cukup frustasi dengan
berlarut-larutnya proses penutupan kegiatan prostitusi  selama ini. Pihaknya berharap pemerintah
memiliki batas waktu yang jelas kapan sejumlah tempat lokalisasi tersebut
dipulihkan fungsi sosialnya seperti seharusnya.

“Kami ingin membantu
pemerintah. Sebagai bagian masyarakat kami juga ingin tahu program rehabilitasi
seperti apa yang telah disiapkan, barangkali kami bisa turut berkontribusi,”
terangnya saat beraudiensi dengan Pemkab Pati kemarin (4/10/2021).

Namun Itqon menilai
kebijakan penutupan sejumlah tempat lokalisasi saat ini nampak berjalan di
tempat. Sebab bangunan yang seharusnya telah dirobohkan, namun hingga kini
masih berdiri tegak di lahan yang bukan peruntukannya.

“Kami selaku masyarakat
tidak lagi mendengar kabar bagaimana perkembangannya. Kami dari GP Ansor siap
membantu untuk segera merobohkan bagunan di LI dan tempat prostitusi lainnya.
Jika terus berlarut-larut, kami akan mengerahkan personil untuk turun ke jalan
kalau perlu,” tegasnya.

Sementara itu Kasatpol PP
Pati Sugiyono mengatakan, untuk progres penutupan tempat-tempat prostitusi itu
memang dilakukan secara bertahap. Ia mengungkapkan Bupati Pati sudah
mengeluarkan surat peringatan agar pemilik bangunan merobohkannya secara
mandiri.

“Pak Bupati Pati sudah
membuat surat peringatan pertama per 1 Oktober kemarin. Surat peringatan ini berjangka
tiga bulan. Kalau tiga bulan belum dirobohkan, maka akan ada surat peringatan
yang kedua,” terangnya.

Dirinya juga berterimakasih
atas dukungan yang diberikan dari berbagai pihak, termasuk GP Ansor.
Menurutnya, Forkopimda memang sudah berkomitmen untuk menutup tempat-tempat
prostitusi.

“Ada empat lokalisasi di
Pati yang cukup besar, pertama yang terbesar adalah LI, Ngemblok City, Kampung
Baru dan Wagenan. Juga beberapa yang kecil-kecil yang tersebar sudah kami
tutup. Bahkan tim kami juga membuat pos penjagaan di masing-masing lokasi,”
tandasnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluncuran Buku “Bukan Kartini”: Refleksi Kegelisahan Perempuan Masa Kini

    Peluncuran Buku “Bukan Kartini”: Refleksi Kegelisahan Perempuan Masa Kini

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 319
    • 0Komentar

    JEPARA – Suasana hangat dan penuh antusias mewarnai peluncuran buku “Bukan Kartini”, kumpulan esai karya Septiana Wibowo, di Gedung Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara, Sabtu (25/5/2025). Acara yang dihelat Komunitas Eks Prajabatan 2024 ini dihadiri para guru muda generasi Z, pegiat literasi, akademisi, dan tokoh sastra. Buku terbitan Ini Ibu Budi Publishing ini menyoroti […]

  • PWNU Jateng dan Pemprov Gelar Bimtek Olahan Lele, Dorong Santri Jadi Entrepreneur

    PWNU Jateng dan Pemprov Gelar Bimtek Olahan Lele, Dorong Santri Jadi Entrepreneur

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.578
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PWNU Jawa Tengah berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren. Kegiatan yang fokus pada diversifikasi olahan ikan lele ini berlangsung di Auditorium Pesantren Maslakul Huda, Kajen, pada Jumat hingga Sabtu (17-18/4/2026). Acara ini diikuti oleh 40 perwakilan Koperasi […]

  • Diskusi Pendakian Gunung di Desa Rahtawu: Menuju Pendakian yang Profesional dan Berkelanjutan

    Diskusi Pendakian Gunung di Desa Rahtawu: Menuju Pendakian yang Profesional dan Berkelanjutan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    KUDUS –  Suasana hangat tercipta di Abiyasa Inn, Desa Rahtawu. Tim pengabdian masyarakat LPPM Universitas Muria Kudus, dipimpin Dr. Mochamad Widjanarko, M.Si, berdiskusi dengan Karang Taruna Abiyasa. Diskusi kelompok terarah ini mengangkat tema “Menjadi Pendaki Profesional,” dengan Budi Kusriyanto (Koordinator Wilayah Pati Raya APGI 2022-2025) sebagai salah satu pemateri, pada Sabtu malam (15/2/2025). Desa Rahtawu, […]

  • Datangi Kantor DPRD Kades di Pati Minta Kesejahteraan Naik

    Datangi Kantor DPRD Kades di Pati Minta Kesejahteraan Naik

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

      Ketua Pasopati Pandoyo saat menyampaikan tuntutan di kantor DPRD Pati/ HUMAS DPRD PATI Para kepala desa (kades) di Kabupaten Pati meminta kenaikan kesejahteraan. Hal ini karena sesuai dengan kinerja yang telah dilakukan untuk melayani masyarakat siang – malam, di rumah maupun di kantor. PATI – Pimpinan DPRD Kabupaten Pati bersama anggota badan anggaran DPRD […]

  • GOR Pati Nampak Kumuh, Ternyata Anggaran Perawatan Khusus Belum Ada

    GOR Pati Nampak Kumuh, Ternyata Anggaran Perawatan Khusus Belum Ada

    • calendar_month Jum, 28 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi Gelanggang Olahraga (GOR) Pesantenan Pati yang berada di Jalan Kolonel Sunandar, Desa Puri memang terlihat memprihatinkan. Penampilannya kumuh dan sudah terjadi beberapa kerusakan di sana–sini. Hal itu diakui Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Sigit Hartoko melalui Kabid Olahraga Kardi. Menurutnya venue olahraga kebanggaan warga Pati ini dari luar […]

  • Edy Wuryanto Soroti Ketimpangan Upah Minimum dengan KHL yang Melebar

    Edy Wuryanto Soroti Ketimpangan Upah Minimum dengan KHL yang Melebar

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.844
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketimpangan yang semakin lebar antara upah minimum dan kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi perhatian serius Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto. Hal tersebut dikemukakannya dalam rapat kerja bersama Menteri Ketenagakerjaan, di mana ia menyoroti urgensi penanganan masalah ini. Menurut Edy, negara memiliki kewajiban berdasarkan konstitusi untuk menjamin kesejahteraan pekerja seluruh Indonesia. Ia […]

expand_less