Breaking News
light_mode

Ketika Menjaga Kebersihan Menjadi Kewajiban Setiap Pemeluk Agama

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
  • visibility 186
Seruan aksi menjaga kebersihan Sungai Juwana

Sejumlah aktivis lintas agama menggelar aksi bersih-bersih Sungai Juwana, Pati. Menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan untuk kehidupan lestari berkelanjutan.

PATI  – Sebuah kegiatan bertajuk “Bedo Kang Nyawiji” digelar oleh masyarakat lintas agama, ras dan golongan di bantaran Sungai Juwana. Tepatnya di area Jembatan Sampang Pati, Sabtu (29/10/2022).

Mereka yang terlibat mulai dari Badan Musyawarah Antar Gereja Kabupaten Pati, Ansor Pati, PMII, Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana, Wanameru hingga komunitas Eco Enzim Nusantara Pati. 

Meskipun mempunyai latar belakang yang berbeda, mereka antusias menggelar berbagai acara. Dari bersih-bersih kali hingga pentas seni. 

Kasat Korcab Banser Pati Muhammad Sutomo berharap masyarakat di sekitar sungai ikut tergerak merawat sungai. Dengan demikian, sungai di Kabupaten Pati lebih bersih dan tidak tercemar. 

”Kami berharap masyarakat setempat mencontoh dan memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan. Kita juga pasang bahwa membung sampah sembarangan itu bentuk kejahatan. Harapannya aksi kepedulian terhadap lingkungan ini tak hanya berhenti di sini saja,” paparnya.

Seorang peserta aksi membersihkan sampah di sekitar Sungai Juwana


Gerakan Besar

Sementara itu ketua panitia kegiatan, Otniel Tumonglo, mengatakan gelaran acara ini merupakan salah satu cara merayakan Hari Sumpah Pemuda. Pihaknya sepakat banyak hal yang bisa menyatukan meskipun mempunyai perbedaan. 

”Dimulai dari kepedulian kebersihan lingkungan, khususnya sungai. Sebelum acara ini dilakukan kita sempat survei lokasi sehingga diputuskan bersih-bersih sungai di momen sumpah pemuda. Semangat kepemudaan itu yang kita miliki. Di mana pemuda Indonesia berjanji berbahasa satu, berbangsa satu Indonesia. Semangat ini yang kita bawa,” jelasnya. 

Pihaknya berharap dengan terselenggara acara semacam ini, masyarakat antar umat beragama, ras dan golongan tidak mudah terpecah belah dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. 

”Kita melihat satu lain sama sehingga kita mempunyai tanggung jawab yang sama, membangun lingkungan kita, merawat lingkungan kita dan juga menjaga keharmonisan,” imbuhnya.

Ia juga berharap acara  ini menjadi momentum untuk menggelar acara selanjutnya. Agar nanti bisa bergerak lebih besar. Dengan acara besar dampaknya juga besar. (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persijap Jepara Taklukkan Persib Bandung dalam Laga Sengit di Gelora Bumi Kartini

    Persijap Jepara Taklukkan Persib Bandung dalam Laga Sengit di Gelora Bumi Kartini

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 227
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara berhasil mengamankan kemenangan atas tim bertabur bintang Persib Bandung dengan skor 2-1 dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Minggu (18/8). Pertandingan ini merupakan bagian dari kompetisi Super League musim 2025/2026. Sejak awal pertandingan, anak asuh Coach Mario Lemos menunjukkan intensitas tinggi dengan terus menekan pemain Persib Bandung. […]

  • Ditolak Warga Puncel Dukuhseti, Pemilik Tutup Operasional Hotel D’Ayana

    Ditolak Warga Puncel Dukuhseti, Pemilik Tutup Operasional Hotel D’Ayana

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 205
    • 0Komentar

    PATI – Hotel D’Ayana di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti Pati, Jawa Tengah resmi ditutup oleh pemiliknya (12/7/2024). Penutupan ini merupakan permintaan warga, karena hotel itu dituding menjadi tempat esek-esek. Masyarakat berulang kali menggelar aksi untuk menutup hotel tersebut. Pemilik hotel, Eko Suprayitno warga Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti membuat surat pernyataan penutupan operasional hotel tersebut. Surat […]

  • Pelanggaran Dana Desa Capai 10 Persen

    Pelanggaran Dana Desa Capai 10 Persen

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Istimewa Lingkar Muria, PATI – Inspektorat Kabupaten Pati masih menemukan pelanggaran terhadap pemerintah desa. Hal ini terlihat dari masih banyaknya desa yang  belum melakukan pembayaran pajak penambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh), setelah pengunaan sumber dana desa. Kepala Inspektorat Sumarsono Hadi mengatakan, pihaknya selalu melakukan teguran terhadap desa yang belum melunasi pajak. Sebab jika tidak […]

  • Grogi di Bawah Ekspektasi Tinggi

    Grogi di Bawah Ekspektasi Tinggi

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Full Time  Persipa Pati 0 Persip Pekalongan 1 Tampil di bawah performa  Priiiiit…… peluit panjang ditiup wasit Fero Arsanto asal Kendal. Papan skor tak beranjak. Persipa 0, Persip Pekalongan 1. Laskar Saridin harus mengakui keunggulan tamunya di hadapan ribuan suporter fanatik mereka di Stadion Joyokusumo. Semua nampak sekali kecewa. Penonton bergemuruh. Menggerutu kesal. Raut muka […]

  • Atlet POPDA Pati Siap Berlaga di Tingkat Provinsi

    Atlet POPDA Pati Siap Berlaga di Tingkat Provinsi

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 51 atlet muda Kabupaten Pati, terdiri dari siswa SD dan SMP, siap mengharumkan nama daerah di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025. Keberangkatan kontingen ini dilepas secara resmi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pati kemarin. Mereka akan berlaga di Semarang pada 23-25 Mei 2025, […]

  • Cerita Rakyat, Keteladanan dan Identitas Daerah

    Cerita Rakyat, Keteladanan dan Identitas Daerah

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Bedah buku DISKUSI: Penulis buku dan narasumber lain sedang membahas cerita-cerita rakyat di Kampung English Desa Temulus, Mejobo, Kudus KUDUS – Cerita rakyat bisa jadi sumber belajar yang menarik. Ada nilai-nilai luhur yang bisa digali dari jalan cerita yang berkembang di masyarakat. Meskipun hanya dari tutur lisan. Lazim diketahui, cerita rakyat ini umumnya “miskin” data-data […]

expand_less