Kesal Banyak Korban Kecelakaan, Warga Pati Gotong Royong Perbaiki Jalan Berlubang
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 1.980

Jalan Pati-Purwodadi di sekitar Perempatan Pentol, Desa Blaru yang diperbaiki oleh warga setempat.
PATI – Jalan Pati-Purwodadi di sekitar Perempatan Pentol, Desa Blaru, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, akhirnya diperbaiki oleh warga setempat pada hari Rabu (11/2/2026).
Inisiatif ini diambil sebagai bentuk protes atas lambatnya respons pemerintah terhadap kerusakan jalan yang sudah berlangsung berbulan-bulan dan mengakibatkan banyak kecelakaan.
Dengan bergotong royong, belasan warga mengumpulkan material seperti batu dan base course untuk menambal lubang-lubang di jalan yang bervariasi lebar dan kedalamannya. Material tersebut kemudian diratakan menggunakan alat stamper.
Deddy Gunawan, seorang warga Blaru, mengungkapkan bahwa warga telah mengeluarkan sekitar Rp7 juta untuk memperbaiki jalan sepanjang 1 kilometer tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan jalan ini sudah terjadi selama berbulan-bulan, dan penambalan yang pernah dilakukan sebelumnya hanya bersifat sementara karena menggunakan material yang mudah rusak saat hujan.
“Sementara kita masih tanggung pribadi tapi warga bersama-sama untuk membantu tenaganya. Ya kurang lebih sekitar tujuh jutaan,” ujarnya.
Aksi ini merupakan puncak kekesalan warga terhadap pemerintah yang dianggap mengabaikan kondisi jalan rusak tersebut, yang sudah menyebabkan banyak pengguna jalan menjadi korban kecelakaan.
Deddy berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati segera melakukan perbaikan permanen dengan material berkualitas agar jalan tidak cepat rusak kembali.
Ia juga meminta pihak dinas untuk terbuka jika memang tidak memiliki anggaran, sehingga masyarakat bisa sepenuhnya swadaya dalam memperbaiki jalan.
“Kami berharap pemerintah dalam hal ini (Bidang) Bina Marga (DPUTR Pati) mengatakan dengan jelas, dengan tegas, saya tidak ada dana dan biarkan kami masyarakat bekerja secara swadaya untuk nambal jalan,” tegasnya.
Upaya swadaya warga ini rupanya membuat DPUTR Pati bereaksi. Mereka segera mendatangi lokasi dengan membawa material grosok dan melakukan penambalan.
“Ini setelah warga bergerak dari PU baru turun. Baru bergerak, setelah saya teriak-teriak, saya viralkan,” kata Deddy.
Namun, Deddy menilai bahwa penambalan yang dilakukan oleh DPUTR tersebut kualitasnya buruk dan akan cepat rusak lagi jika terkena hujan, terutama karena tidak disertai dengan pengaspalan.
“Dengan kualitas perbaikan sementara ini, nggak bisa seperti ini, pasti ngelotok lagi, rusak lagi. Nggak bisa, ini hanya asal-asalan aja. Tambal sulam aja yang asal-asalan,” bebernya.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengurugan base course sebagai langkah sementara. Pihaknya berencana melakukan pengaspalan setelah pengurugan tersebut.
“Rencana besok kalo ada AMP hotmix yang buka akan ditambal aspal hotmix. Hari ini tadi kebetulan aspal hotmixnya tidak berproduksi. Mudah-mudahan besok berproduksi biar bisa dilanjut penambalan aspalnya,” ucapnya melalui pesan WhatsApp.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
