Kepala Dispermades Pati Ikut Dipanggil KPK Soal OTT Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa, Begini Ceritanya
- account_circle Abdul Adhim
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 1.483

Kepala Dispermades Pati Tri Haryama.
PATI – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Tri Hariyama, mengaku turut dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo, dalam dugaan kasus jual beli jabatan perangkat desa.
Tri mengatakan, pemeriksaan dilakukan di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang, pada Senin (19/1/2026). Ia mengaku menjalani pemeriksaan selama kurang lebih lima jam.
Dalam pemeriksaan itu, Tri menjelaskan bahwa penyidik KPK menanyakan seputar mekanisme serta persiapan pengisian perangkat desa tahun 2026. Menurutnya, materi pertanyaan yang diajukan masih berkisar pada persoalan administratif.
“Saya memang diundang penyidik KPK ke Polsek Sumber. Ditanya terkait pengisian perangkat desa. Tidak lama, sekitar lima jam,” ujar Tri.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada regulasi maupun pengajuan resmi dari desa terkait pengisian jabatan perangkat desa tersebut. Tri juga mengaku belum memproses apa pun karena belum ada permohonan yang masuk secara prosedural.
“Per tanggal 20 Januari ini, belum ada pengajuan. Selama belum ada desa yang mengajukan melalui camat ke bupati, tentu belum saya proses. Terkait di media soal OTT dan lainnya, saya tidak tahu-menahu,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2026).
Selain dirinya, Tri menyebut penyidik KPK juga memanggil sejumlah camat untuk dimintai keterangan. Setidaknya ada empat camat yang turut diperiksa, yakni Camat Margorejo, Camat Jaken, Camat Jakenan, dan Camat Batangan.
Tak hanya itu, beberapa kepala desa dari wilayah Kecamatan Jaken dan Jakenan juga dipanggil. Namun, Tri mengaku tidak hafal secara detail nama-nama kepala desa yang dimintai keterangan.
“Kalau kepala desanya saya tidak hafal satu per satu. Tapi dari Kecamatan Jaken sepertinya ada empat kepala desa, lalu dari Jakenan satu kepala desa,” pungkasnya.
