Breaking News
light_mode

Hebat Sekolah TK di Tayu jadi Tempat Belajar Guru Rembang

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 6 Okt 2023
  • visibility 122

PATI, LINGKARMURIA.COM – TK Annida Ya Fatimah, Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu menarik minat sejumlah guru asal Rembang. Mereka ingin belajar langsung ke sekolah yang sudah meraih predikat Sekolah Penggerak Terakreditasi A.

Para guru dari Rembang ini tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.

Dalam kesempatan tersebut para guru ini menimba ilmu dalam forum bertajuk “Belajar Bareng Kurikulum Merdeka” bersama Fasilitator Program Sekolah Penggerak (PSP), Luluk Elyana.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Luluk ini mengatakan, kegiatan ini merupakan penerapan “berbagi praktik baik” dalam PSP.

Kepala Kelompok Bermain Berbasis al-Quran (KB BQ) Annida Ya Fatimah, Siti Marfu’atun mengungkapkan, melalui kegiatan ini pihaknya berbagi dengan sekolah-sekolah lain tentang cara mengimplementasikan kurikulum merdeka.

Sebelum bediskusi, rombongan IGTKI Kecamatan Sumber diajak mengamati kegiatan pembelajaran yang ada di TK Annida ya Fatimah.

“Memang kami sudah melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada anak dan sesuai kebutuhan serta minat-bakat peserta didik,” ucap dia.

Ketua IGTKI Sumber Rembang, Ery Muzayanah, mengatakan bahwa pihaknya memang sengaja datang untuk belajar tentang implementasi kurikulum merdeka (IKM).

“Kami ingin lebih dalam menggali bagaimana kurikulum merdeka. Apalagi saya sudah kenal Bunda Luluk, awalnya dari pelatihan IKM di Semarang. Saat itu beliau jadi pemateri dan menyampaikan secara enak, asyik, dan mudah dipahami,” ungkap Ery.

Ery mengaku antusias, terlebih karena rombongannya langsung disambut dengan pengamatan pembelajaran anak-anak di TK Annida Ya Fatimah.

“Kami jadi tambah ilmu, ternyata begini pembelajarannya, pembelajaran loose part yang lebih menyenangkan ternyata seperti ini,” ucap dia.

Setelah kegiatan ini, Ery mengatakan akan menerapkan pembelajaran kurikulum merdeka di wilayahnya sebagaimana yang dia lihat dalam studi tiru.

“Akan kami terapkan pembelajaran kurikulum merdeka mulai dari administrasinya, modul ajar, pengembangan kegiatannya, penilaian-penilaiannya, mungkin akan kami modifikasi sesuai kondisi di daerah kami di Kecamatan Sumber,” tandas dia.

Penulis : Arif

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Askab PSSI Pati Dorong Klub Bermitra dengan Desa

    Askab PSSI Pati Dorong Klub Bermitra dengan Desa

    • calendar_month Sab, 11 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

      Kongres tahunan Askab PSSI Pati (10/3/2023) Pengurus Askab PSSI Pati berharap klub anggotanya untuk menjalin kerjasama yang baik dengan stakeholder, khususnya pemerintah desa masing-masing tempat klub bermarkas. Kerjasama itu penting guna kemajuan klub-klub itu sendiri.  PATI – Askab PSSI Pati menggelar kongres tahunan, Jumat (10/3/2023) di Pemancingan Sumber Urip Plangitan. Kongres dihadiri para pengurus, […]

  • Sidang kasus pemalsuan celana cardinal oleh warga Gabus Pati.

    Viral Warga Pati Palsukan Celana Cardinal, Dituntut Dua Tahun Penjara

    • calendar_month Rab, 3 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    PATI – Seorang warga Pati harus merasakan pahit akibat memalsukan produk celana Cardinal palsu. Kasus ini telah masuk di persidangan di Pengadilan Negeri Pati. Terdakwa pemalsuan merek celana Cardinal adalah Neneng Setiawati. Karena itu Neneng dikasuskan oleh PT Multi Garmenjaya, sebagai pemegang merek Cardinal. Staf Khusus PT Multi Garmenjaya Sufiyanto mengungkapkan, pihaknya menghargai tuntutan dari […]

  • Nyadong Berkah, Yayasan Monumen Mujahidin Bageng Gelar Santunan Yatim Piatu

    Nyadong Berkah, Yayasan Monumen Mujahidin Bageng Gelar Santunan Yatim Piatu

    • calendar_month Ming, 22 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

      Kegiatan santunan anak yatim piatu di Yayasan PIM Mujahidin, Bageng, Gembong, Pati PATI – Minggu pagi yang hangat, anak-anak berpakaian baju muslim itu terlihat bahagia. Hari itu sebanyak 80 anak-anak dari lima desa di Kecamatan Gembong, mendapat santunan dari Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong. Kegiatan itu dibalut dalam acara doa […]

  • Bulan Puasa Tarung Derajat Pati Non Stop Latihan untuk Porprov

    Bulan Puasa Tarung Derajat Pati Non Stop Latihan untuk Porprov

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Latihan tarung derajat di Desa Sidoharjo, Pati.  Bulan puasa tidak menghalangi intensitas latihan yang dilakukan oleh cabor tarung derajat Kabupaten Pati. Untuk menyongsong even Porprov pada bulan Agustus nanti, selama bulan puasa para atlet terus berlatih keras. PATI – Waktu efektif persiapan Porprov tinggal kurang dari 4 bulan saja. Karena itu persiapan terus digeber. Hal […]

  • Festival Kali Juwana ke-5: Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Bersama Jampisawan

    Festival Kali Juwana ke-5: Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Bersama Jampisawan

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 257
    • 0Komentar

    PATI – Puluhan anak berpartisipasi dalam kompetisi melukis dan mewarnai di sepanjang Sungai Juwana, kemarin. Kompetisi ini merupakan bagian dari Festival Kali Juwana ke-5 yang diselenggarakan oleh Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan). Sunhadi, Ketua Jampisawan, menjelaskan bahwa kompetisi melukis dan mewarnai ini diselenggarakan di tepi Sungai Juwana dengan tujuan memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang […]

  • Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

    Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 331
    • 0Komentar

      Juliono pintar melihat peluang. Saat pekerjaan sebagai buruh bangunan sepi, dia memilih menjadi petani. Budidaya anggur dipilihnya untuk mengisi hari-hari nganggur. Hasilnya cukup menggemberikan, usahanya berhasil PATI – Juliono (25) merupakan pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi. Pria tamatan Madrasah Aliyah ini  mengeluh karena pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 mulai tahun 2020 lalu menyebabkan […]

expand_less