Breaking News
light_mode

DPRD Pati Hadiri Penyerahan Penghargaan Krenova, Siap Kawal Pengembangannya

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
  • visibility 99.940

PATI – Kabupaten Pati kembali mencatatkan prestasi di bidang kreativitas dan inovasi. Sebanyak tiga peserta asal daerah ini berhasil lolos masuk dalam jajaran 20 besar finalis ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.

Capaian membanggakan tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam acara penyerahan penghargaan Krenova Pati Innovation Award 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Pragolo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati pada Kamis (11/6).

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan DPRD Kabupaten Pati yang dipimpin Ketua Komisi C Joni Kurnianto, jajaran perangkat daerah terkait, unsur dari Kementerian Agama, serta para finalis dan pendamping peserta.

Menurut Risma, keberhasilan ketiga inovator tersebut menembus persaingan tingkat provinsi menjadi bukti nyata bahwa semangat berkarya dan kemampuan berinovasi masyarakat Pati, terutama generasi muda, terus tumbuh dan mampu bersaing di kancah yang lebih luas.

“Hari ini kami memberikan penghargaan kreativitas dan inovasi di Kabupaten Pati. Ternyata dari 20 finalis ajang serupa di Provinsi Jawa Tengah, tiga finalis berasal dari Kabupaten Pati. Ini membuktikan kreativitas anak-anak Kabupaten Pati sangat baik,” ujarnya kepada wartawan seusai acara.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pati memiliki komitmen penuh untuk memperkuat ekosistem inovasi. Salah satu caranya adalah dengan lebih rutin menyelenggarakan ajang Krenova serta memberikan apresiasi yang lebih layak bagi para penemu dan inovator berprestasi.

Risma juga berharap adanya dukungan dari DPRD agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering, sehingga semakin banyak ide dan temuan bermanfaat yang lahir dan dikembangkan di daerah ini.

“Kami berharap dengan dukungan Komisi C DPRD Kabupaten Pati, kegiatan seperti ini nantinya bisa dilaksanakan dua kali dalam setahun dengan nominal penghargaan yang lebih meningkat. Kami membutuhkan anak-anak berprestasi ini untuk ikut berpartisipasi membangun Kabupaten Pati,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai karya yang ditampilkan tahun ini dinilai memiliki manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah aplikasi pendidikan yang memudahkan orang tua memantau aktivitas belajar, tingkat konsentrasi, hingga perkembangan nilai anak secara langsung dan terkini.

Inovasi tersebut dinilai berpotensi besar mendukung peningkatan mutu pendidikan di jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di wilayah Pati.

“Aplikasi tersebut sangat menarik karena orang tua tidak perlu menunggu akhir semester untuk mengetahui perkembangan anaknya. Ke depan tentu akan kami kembangkan untuk mendukung pembelajaran di SD dan SMP di Kabupaten Pati,” ungkapnya.

Selain di bidang pendidikan, karya inovatif juga hadir dari sektor kesehatan dan teknologi terapan. Salah satunya adalah alat bantu pemulihan bagi pasien pasca-serangan stroke yang sudah mulai digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan setempat.

Di bidang lingkungan hidup, muncul pula alat pendeteksi sumber air tanah yang dinilai sangat membantu masyarakat dalam menemukan cadangan air dengan cara yang lebih cepat dan tepat.

“Penemuan alat pendeteksi sumber air tanah juga sangat menarik. Kami berharap inovasi-inovasi seperti ini terus berkembang, termasuk kemungkinan hadirnya aplikasi parkir digital yang mampu meminimalkan kebocoran di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, turut memberikan apresiasi atas berbagai karya yang dihasilkan. Ia menegaskan pihak legislatif siap mendukung sepenuhnya upaya pemerintah daerah dalam membangun lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya inovasi.

“Ya kita turut mengapresiasi dan siap mendukung upaya pemkab dalam menguatkan ekosistem inovasi daerah ini,” paparnya.

(adv)

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Tekankan Pelestarian Kesenian Tradisional Butuh Dukungan Nyata Pemerintah

    DPRD Pati Tekankan Pelestarian Kesenian Tradisional Butuh Dukungan Nyata Pemerintah

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.086
    • 0Komentar

    PATI – Keberlangsungan kesenian tradisional di Kabupaten Pati menjadi perhatian khusus Anggota Komisi A DPRD Pati, Suharmanto. Ia menilai warisan seni budaya daerah kini menghadapi tantangan berat akibat arus modernisasi yang kian deras, serta masih terbatasnya dukungan dari pemerintah daerah. Menurut Suharmanto, upaya pelestarian selama ini lebih banyak bergantung pada inisiatif masyarakat dan para pelaku […]

  • 720 Warga Pati Dapat Bantuan Beras dari Pemerintah, Fokus pada Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    720 Warga Pati Dapat Bantuan Beras dari Pemerintah, Fokus pada Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 992
    • 0Komentar

    PATI — Bupati Pati, Sudewo, menghadiri penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah untuk penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem tahun 2025 yang digelar di Balai Desa Ngemplak Lor, Kecamatan Margoyoso. Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memastikan warga rentan memperoleh dukungan langsung dari negara, Selasa (2/12/2025). Pada acara yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati Risma Ardhi […]

  • Mahrojan Aroby UIN Sunan Kudus: Wadah Kreativitas Bahasa Arab bagi Mahasiswa dan Siswa MA se-Kabupaten Kudus

    Mahrojan Aroby UIN Sunan Kudus: Wadah Kreativitas Bahasa Arab bagi Mahasiswa dan Siswa MA se-Kabupaten Kudus

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 464
    • 0Komentar

    KUDUS – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Sunan Kudus sukses menggelar Mahrojan Aroby, sebuah ajang kompetisi dan kreativitas dalam bidang bahasa Arab. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari Senin hingga Rabu (27–29/10/2025), ini melibatkan peserta internal dari kalangan mahasiswa serta peserta eksternal dari madrasah aliyah (MA) se-Kabupaten Kudus. Nadiatus Sa’adah, selaku […]

  • Mbah Gatot Undur Diri, Rudy Eka Priambada Mengganti

    Mbah Gatot Undur Diri, Rudy Eka Priambada Mengganti

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Rudy Eka Priambada saat di mes Persipa  PATI – Dua kekalahan beruntun yang dialami Persipa, akhirnya memakan tumbal. Pelatih kepala Gatot Barnowo mengundurkan diri lebih awal. Sebelum menemani Ihsan Ramadhani bertandang ke Stadion Krida, menghadapi Persipur Purwodadi Rabu (24/7/2019). Posisi pria yang akrab disapa Mbah Gatot itu digantikan Rudy Eka Priambada. Pelatih berusia 37 tahun […]

  • Bupati Pati Sambut Mahasiswa KKN UGM dan IPB, Dorong Kolaborasi di Sektor Pertanian dan Pendidikan

    Bupati Pati Sambut Mahasiswa KKN UGM dan IPB, Dorong Kolaborasi di Sektor Pertanian dan Pendidikan

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 222
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menyambut kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Pendopo Kabupaten Pati pada Senin (23/6). Dalam sambutannya, Sudewo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan kedua universitas tersebut memilih Kabupaten Pati sebagai lokasi KKN. “Kami ucapkan terima kasih kepada UGM dan IPB karena telah […]

  • Warga Tambaharjo Keberatan KDMP Memakan Area Lapangan Sepakbola

    Warga Tambaharjo Keberatan KDMP Memakan Area Lapangan Sepakbola

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.464
    • 0Komentar

    PATI – Perselisihan seputar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, terus berkembang. Warga mengemukakan keberatan karena pembangunan dinilai menempati sebagian area Lapangan Sepakbola Tambaharjo dan berdampak pada toko serta ruko di sekitar lokasi. Abdul Jabar, Pembina Pemuda Tambaharjo sekaligus pengguna lapangan, menyatakan bahwa warga pada dasarnya tidak menolak […]

expand_less