Breaking News
light_mode

Dana Konsumtif Fakir Miskin Senilai Rp 50 Juta Dibagikan di Tayu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 2 Mei 2019
  • visibility 409

Bupati Haryanti menyerahkan
Bantuan Dana Konsumtif senilai Rp 52.500.000, – bagi 210 orang fakir miskin di
wilayah Kecamatan Tayu. Penyerahan bantuan dana dari Badan Amil Zakat Nasional
(Baznas) Kabupaten Pati itu dilaksanakan di Masjid Besar Riyadlus Sholihin,
Kecamatan Tayu.

Bupati Haryanto menjelaskan,
penyerahan bantuan tersebut bukan kali pertama, melainkan sudah bertahun-tahun
bergulir. ”Bantuan konsumtif maupun produktif sudah tiap tahun di gulirkan,
selain itu ada pula bantuan terhadap korban bencana, bantuan beasiswa, dan
lain-lain,” jelas bupati.

Sumber dananya adalah gaji ASN
yang dipotong 2,5 persen. “Padahal itu belum menyentuh pengusaha
se-Kabupaten. Misal seluruh pengusaha di Pati dilibatkan dalam program ini,
saya kira semakin banyak pihak yang bisa dikurangi bebannya,” imbuhnya.

Meski bantuan yang diterima tidak
banyak, Bupati Haryanto mengajak seluruh penerima bantuan untuk bersyukur.
Sebab, tidak semua orang mendapatkannya.

“Meski nilainya tidak
seberapa semoga bantuan ini paling tidak bisa sedikit menambah pemenuhan
kebutuhan, minimal sehari dua kali. Kita syukuri nikmat dari Allah ini,”
ucapnya.

Dalam laporannya, Ketua Baznas
Pati Imam Zarkasi mengatakan warga penerima bantuan kali ini berasal dari 21 desa
yang ada di Kecamatan Tayu.

“Ada 10 orang penerima
bantuan per desa yang masing-masing mendapatkan Rp 250 ribu,” jelasnya.

“Meski nilainya tidak
seberapa, diharapkan bantuan tersebut menjadi rezeki yang barokah bagi penerima
bantuan”, harap Imam Zarkazi. Menurut Imam Zakarsi, Basnaz juga akan
melanjutkan menyalurkan bantuan sejenis kepada 180 fakir dan miskin dari 18
desa di Kecamatan Dukuhseti.

Ia menjelaskan, seluruh program
sosial dari Basnaz dapat terlaksana berkat kerjasama Aparatur Sipil Negara
(ASN), bupati dan jajarannya, serta Basnaz. Sumber bantuan ini berasal dari
infaq dan shadaqah ASN yang dihimpun Basnaz.

Pada 2018 terkumpul dana Rp 2,3
miliar. “Alhamdulillaah bisa disalurkan kepada yang berhak,”
ungkapnya. (ris)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjadi Guru Idola

    Menjadi Guru Idola

    • calendar_month Ming, 10 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Ilustrasi ayobandung.com Guru idola? Guru yang diidolakan siswa tidak harus guru yang cantik, atau ganteng. Bukan guru yang paling kaya atau paling pintar. Banyak kriteria untuk menjadi seorang guru idola. Jika kedatangan sang guru sangat dinantikan oleh siswa, ini merupakan langkah awal untuk menjadi guru idola.  Di era sekarang, banyak hal yang diinginkan oleh pelajar […]

  • Warga Desa Watuaji Antusias Meriahkan Peluncuran Embung Pule Krentel

    Warga Desa Watuaji Antusias Meriahkan Peluncuran Embung Pule Krentel

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 184
    • 0Komentar

    JEPARA – Suasana meriah menyelimuti Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Jepara dengan diadakannya acara peluncuran Embung Pule Krentel, yang dihadiri oleh sekitar 200 warga desa, perangkat desa, Karang Taruna, Banom NU, mahasiswa KKN IPMAFA, TIM Outbound Watuaji, dan Camat Keling, pada Minggu (18/08/2024). Sebelum acara peluncuran resmi, warga diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan menarik. Jalan […]

  • DPRD Pati Dorong Pembelajaran Sejarah untuk Bangun Karakter Generasi Muda

    DPRD Pati Dorong Pembelajaran Sejarah untuk Bangun Karakter Generasi Muda

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 193
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muntamah, menekankan pentingnya pembelajaran sejarah bagi generasi muda untuk membangun karakter dan jati diri bangsa. “Pelajaran sejarah juga bisa menumbuhkan moral dan jati diri bangsa,” ujar Muntamah. Menurutnya, mempelajari sejarah, mulai dari sebelum era kolonialisme, era pendudukan Belanda dan Jepang, awal kemerdekaan, hingga saat ini, dapat mengenalkan karakter dan sikap […]

  • Jokowi Dijadwalkan Hadiri Muktamar JATMI

    Jokowi Dijadwalkan Hadiri Muktamar JATMI

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Pembukaan muktamar Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (JATMI) rencananya bakal dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, muktamar sendiri akan dilaksanakan di Ponpes AKN Marzuqi Dukuhseti Pati, pada, Sabtu (10 Maret 2018) mendatang. Hal itu disampaikan Ketua Umum JATMI, Abdul Rauf saat berkunjung di Ponpes AKN Marzuqi, Slempung, Dukuhseti, Pati, Selasa (6 Februari […]

  • Di Bawah “Kanopi Persaudaraan”, Gereja dan Masjid di Winong Pati Gelar Sarasehan Paseduluran

    Di Bawah “Kanopi Persaudaraan”, Gereja dan Masjid di Winong Pati Gelar Sarasehan Paseduluran

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.346
    • 0Komentar

    PATI – Di Jalan Kolonel Sunandar Gang 6, Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, dua bangunan tempat ibadah — Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Winong dan Masjid Al-Muqorrobin — berdiri tegak saling berhadapan. Bukan sekadar bertetangga, sebuah kanopi permanen selebar kurang lebih lima meter membentang di atas jalan, menghubungkan atap keduanya seolah menjadi simbol tangan […]

  • Membaca Kecerdasan Sang Idiot, Kisah Pertetitrahan Kyai Sandal Jepit

    Membaca Kecerdasan Sang Idiot, Kisah Pertetitrahan Kyai Sandal Jepit

    • calendar_month Kam, 12 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sampul buku Kecerdasan Sang Idiot             Kyai Sandal Jepit adalah patron yang saya usung dalam buku-buku kisah hikmah. Pada awalnya, kisah Kyai Sandal Jepit diterbitkan oleh Narasi, Yogyakarta. Disebabkan best seller, maka kisah Kyai Sandal Jepit kemudian dilanjut di buku yang kedua dan diterbitkan oleh penerbit yang sama.             Sekitaran sepuluh tahun berikutnya kisah Kyai […]

expand_less