Breaking News
light_mode

Begini Klarifikasi Wartawan Soal Tarif Liputan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 12 Des 2017
  • visibility 76
Wartawan Suara Merdeka daerah Pati Moh Nor Efendi saat berbincang dalam FGD yang diselenggarakan KPID Jawa Tengah di Hotel Safin Selasa (12/12/17)
Lingkar Muria, PATI – Muhammad Rujhan mahasiswa dari Institut Pesantren
Mathaliul Falah (IPMAFA) mengeluarkan semua kegelisahannya. Salah satunya soal
liputan yang berbayar. Rujhan heran mengapa dalam sebuah liputan di beberapa
media yang ia temui harus membayar. Kegelisahan ini kemudian dijawab wartawan
Suara Merdeka Moh Nor Efendi saat Focus Grup Discussion (FGD) yang
diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) di Ruang Adipati Hotel
Safin Selasa (12/12/17).
 ”Ada beberapa hal perlu diketahui. Ini kembali
soal teori jurnalistik. Berita itu harus memenuhi unsur penting, kemudian juga
unik. Nah apabila wartawan diundang liputan akan tetapi yang diliput itu soal
yang biasa, maka tentu ini tak masuk ketentuan layak tayang di media,”
jelasnya.
Fendi kemudian menyontohkan,
misalnya wartawan diundang liputan dalam acara salawatan. Tentu ini hal yang
lumrah, pembaca juga akan mengeluh dengan sajian berita yang biasa seperti ini.
”Nah jika panitia misalnya memaksa
untuk tayang, maka di beberapa media mempunyai aturan tersendiri. Misalnya
dengan cara membeli koran sejumlah yang ditentukan. Ada pula istilah berita
iklan, masuknya kemudian disitu,” terang Fendy.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sering
dirinya berbincang bersama dengan beberapa rekan. Misalnya untuk membuat
liputan acara yang lumrah terjadi, sebelumnya mesti ada perencanaan. Lanjut Fendi,
misalnya dengan cara mendesain sebuah isu dalam acara itu supaya lebih menarik
dan unik.
”Misalnya Salawatan, nantinya
diselingi pentas kesenian lokal khas daerah tersebut. Atau dalam acara itu
datang tokoh besar, nah itu nilai beritanya akan muncul,” beber Fendi dalam FGD
yang mengusung tema “Mewujudkan Siaran Jurnalistik yang Mencerahkan” ini.
Senada dengan Fendi, Lismanto
wartawan MuriaNews.Com mengungkapkan, memang dalam liputan-liputan yang
sifatnya seremonial itu, wartawan mesti pintar-pintar mencari sudut pandang
berita yang menarik.
”Tentu tak akan lolos dari dapur
redaksi jika hanya seremonial saja yang yang ditulis. Saya pernah mengalaminya,
baru sekali. Acara santunan di sebuah sekolahan, untuk itu perlu mencari sisi
lain yang unik,” terang Lismanto.

Kalau tidak, lanjut Lismanto,
acara-acara seremonial biasa yang memang ingin tayang di media, jalannya satu. Melalui
berita advetorial atau iklan, semua media punya aturan masing-masing soal itu. (lil)  
  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskusi Pendakian Gunung di Desa Rahtawu: Menuju Pendakian yang Profesional dan Berkelanjutan

    Diskusi Pendakian Gunung di Desa Rahtawu: Menuju Pendakian yang Profesional dan Berkelanjutan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KUDUS –  Suasana hangat tercipta di Abiyasa Inn, Desa Rahtawu. Tim pengabdian masyarakat LPPM Universitas Muria Kudus, dipimpin Dr. Mochamad Widjanarko, M.Si, berdiskusi dengan Karang Taruna Abiyasa. Diskusi kelompok terarah ini mengangkat tema “Menjadi Pendaki Profesional,” dengan Budi Kusriyanto (Koordinator Wilayah Pati Raya APGI 2022-2025) sebagai salah satu pemateri, pada Sabtu malam (15/2/2025). Desa Rahtawu, […]

  • Dukung Kiprah Persipa, Bupati Diharap Jadi Manager

    Dukung Kiprah Persipa, Bupati Diharap Jadi Manager

    • calendar_month Kam, 15 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto saat membuka kompetisi sepak bola U-21 beberapa waktu lalu di Stadion Joyokusumo Bupati Haryanto (tengah) saat membuka kompetisi sepak bola U-21 beberapa waktu lalu di Stadion Joyokusumo Lingkar Muria, PATI –  Nasib Persipa untuk berkompetisi pada musim ini belum juga menemukan kejelasan berarti. Untuk itu beberapa pihak berharap agar Bupati Haryanto sudi membantu […]

  • DPRD Pati Dorong Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Melalui Komitmen dan Inovasi

    DPRD Pati Dorong Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Melalui Komitmen dan Inovasi

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 120
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, menekankan pentingnya upaya pemerintah dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) pasca persalinan. Dukungan ini disampaikannya saat menghadiri forum konsultasi publik verifikasi dan analitis data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) pada Jumat (17/10/2025). “Harus ada komitmen dan inovasi dari kita, sehingga AKI bisa menurun,” tegasnya. […]

  • Komunitas Panahan CAT, Diikuti Lintas Profesi, Miliki Motto Sunah

    Komunitas Panahan CAT, Diikuti Lintas Profesi, Miliki Motto Sunah

    • calendar_month Jum, 7 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Bukan hanya para atlet prestasi saja yang tergabung di komunitas Cendekia Archery Team (CAT). Komunitas pecinta olahraga panahan ini diikuti lintas profesi. Ada pegawai swasta, pelajar, hingga pensiunan pegawai negeri pun ikut.   Hal itu lantaran ada motto menarik yang diselipkan di komunitas ini. Dimana, CAT memiliki motto yaitu Sunah, Sportif, dan Berjaya. Sunnah menjadi […]

  • Seminar Pendidikan Karakter di Madrasah Salafiyah Kajen: Menggali Nilai-Nilai Luhur dari Kitab Nihayatul Bidayah

    Seminar Pendidikan Karakter di Madrasah Salafiyah Kajen: Menggali Nilai-Nilai Luhur dari Kitab Nihayatul Bidayah

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka Pekan Muharram, Reuni Akbar, dan Harlah Madrasah Salafiyah ke-90, Ikatan Keluarga Alumni Salafiyah (IKLAS) Kajen, Pati, sukses menggelar Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Budaya Keilmuan di Pesantren”, Jumat (4/7/2025). Acara yang berlangsung meriah di halaman MA Salafiyah Kajen ini tak hanya diisi seminar, tetapi juga telaah dan […]

  • Ancaman PMK Masih Mengintai, DPRD Pati Desak Percepatan Vaksinasi

    Ancaman PMK Masih Mengintai, DPRD Pati Desak Percepatan Vaksinasi

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 82
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah, ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Pati. Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mendesak Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Pati untuk meningkatkan upaya vaksinasi PMK pada hewan ternak. Kekhawatiran muncul karena masih adanya kendala dalam program vaksinasi. “Selama ini kendala […]

expand_less