Breaking News
light_mode

Balingtan Kenalkan Pertanian Ramah Lingkungan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 4 Jul 2018
  • visibility 314
BALINGTAN PATI

PATI – Pertanian dengan konsep ramah lingkungan makin digiatkan. Salah satunya
dengan menghadirkan teknologi tepat guna 
dengan bahan dasar limbah lingkungan. Hal ini berkaitan dengan banyaknya limbah pertanian
yang bisa dimanfaatkan oleh para petani.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Pati,
Asep Nugraha Ardiwinata dalam acara Bimbingan Teknis Teknologi Pertanian ramah
Lingkungan di Auditorium Balingtan Jakenan, Selasa (3/7/2018).
“Kami menawarkan teknologi yang bahan dasarnya ada di sekeliling kita.
Semisal 
plastik bekas dan limbah lainnya, karena kalau kita membeli alat pertanian, harganya tentu sangat  mahal. Tapi kalau kita berinovasi dan membuat
sendiri teknologi itu, tentunya akan lebih murah dan mudah,” 
terangnya. 
Pertama, terangnya, yang perlu diketahui dalam lingkungan
pertanian adalah kandungan tanah dan tanah yang bebas dari residu pastisida.
Mengingat, banyak para petani yang saat ini menggunakan pestisida untuk
menghilangkan hama pertanian. 
Padahal pestisida itu
meninggalkan racun yang bisa mengurangi kesuburan tanah. 
“Apabila pembunuhan hama tanaman itu dilakukan dengan menggunakan pestisida
kimia, maka itu akan mengurangi kesuburan tanah, juga karena residu yang
ditimbulkan,” imbuhnya. 
Jaga Kesuburan Tanah
Karena itu, lanjut Asep, perlu adanya teknologi pertanian yang ramah
lingkungan dan tepat guna untuk men
getahui kesuburan
tanah. Setelah itu, p
ara petani bisa memilih
pupuk yang tepat agar kesuburan tanahnya tidak berkurang.
Dia juga berharap, agar para petani
Indonesia bisa mengetaui produk-produk teknologi pertanian yang ramah
lingkungan. Selain itu, mereka juga bisa menggunakan teknologi tersebut, sesuai
dengan peruntukannya.
“Sudah kami jelaskan tadi, bagaimana agar kandungan kesuburan tanah pertanian
itu tidak berkurang, meskipun menggunakan teknologi yang berasal dari
lingkungan sekitar. Ini penting, karena masih banyak petani yang tidak
mengetahui hal itu,” tegasnya. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Rakyat, Keteladanan dan Identitas Daerah

    Cerita Rakyat, Keteladanan dan Identitas Daerah

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Bedah buku DISKUSI: Penulis buku dan narasumber lain sedang membahas cerita-cerita rakyat di Kampung English Desa Temulus, Mejobo, Kudus KUDUS – Cerita rakyat bisa jadi sumber belajar yang menarik. Ada nilai-nilai luhur yang bisa digali dari jalan cerita yang berkembang di masyarakat. Meskipun hanya dari tutur lisan. Lazim diketahui, cerita rakyat ini umumnya “miskin” data-data […]

  • Gagal Total Jerman dan Mitos Kutukan Juara Bertahan

    Gagal Total Jerman dan Mitos Kutukan Juara Bertahan

    • calendar_month Kam, 28 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Papan skor di Stadion Kazan Arena masih menunjukkan angka 0-0, hingga menit 90. Wasit Mark Geiger menambah enam menit lagi waktu bermain. Jerman yang sedang keasyikan memburu gol menuju babak 16 besar, harus meradang di malam nan kelam Rabu (27/6) waktu setempat Rusia. Adalah Kim Yong-Gwon sang pembawa petaka untuk tim yang menyandang status juara […]

  • Sosok Ratu Kalinyamat dalam Film “Sang Ratu”

    Sosok Ratu Kalinyamat dalam Film “Sang Ratu”

    • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 491
    • 0Komentar

      Pemeran Sang Ratu  Ratu Kalinyamat adalah sosok pemberani. Sejarah mencatat keberaniannya dalam berupaya mengusir orang-orang Portugis dari bumi nusantara.  Bahkan Portugis mencatatnya sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti “Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani”. JEPARA – Film sejarah digarap para seniman Dewan Kesenian […]

  • PPKM Darurat, 27 Pintu Tol Menuju Jateng Ditutup

    PPKM Darurat, 27 Pintu Tol Menuju Jateng Ditutup

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M. Iqbal Al-Qudusy SEMARANG – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah (Jateng) mengeluarkan kebijakan tegas dalam menyikapi PPKM Darurat. Hal itu ditunjukkan dengan bakal diberlakukannya penutupan terhadap 27 pintul Tol Exit mulai tanggal 16 Juli hingga 22 Juli 2021. Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al-Qudusy mengungkapkan […]

  • PWI Pati mengirimkan bantuan air bersih untuk korban kekeringan di wilayah Pucakwangi Pati

    Kekeringan Parah PWI Pati Kirimkan Bantuan Air Bersih

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 319
    • 0Komentar

    PWI Pati mengirimkan bantuan air bersih untuk korban kekeringan di wilayah Pucakwangi Pati

  • Riset banyu pengilon untuk atasi krisis air bersih.

    Mencari Solusi Krisis Air Bersih dari Kearifan Banyu Penguripan

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melakukan penelitian yang mengungkapkan bagaimana masyarakat di Kudus, Jawa Tengah, melestarikan sumber air mereka melalui kearifan lokal yang dikenal sebagai Banyu Penguripan.

expand_less