Breaking News
light_mode

Akhlak dan Perubahan Peradaban Pasca Pandemi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 22 Mei 2022
  • visibility 456
Ngaji budaya Suluk Maleman

Akhirnya setelah 26 bulan digelar secara live streaming, Ngaji NgAllah Suluk Maleman akhirnya bisa kembali digelar secara tatap muka. Hal itu bisa dilakukan setelah kasus Covid-19 kian melandai, sehingga pembatasan kegiatan yang merupakan dampak pandemi juga dilonggarkan.

Dalam pengajian yang diselenggarakan pada Sabtu (21/5/2022) tersebut , Anis Sholeh Ba’asyin mengingatkan tentang pembelajaran yang seharusnya dapat dipetik dari peristiwa pandemi. Pandemi setidaknya telah memberi gambaran tentang kemungkinan perubahan mendasar bagi bentuk peradaban di masa mendatang.

“Salah satunya pembelajaran tentang perlakuan terhadap lingkungan hidup. Saat pandemi, tingkah laku manusia seperti di rem dan hasilnya di kota-kota besar banyak burung yang sebelumnya tidak pernah terlihat, kembali yang muncul. Alam seperti mekar kembali dengan segar. Tapi saat aktivitas manusia mulai bergeliat, alam kembali terpinggirkan,” ujarnya.

Budayawan yang juga penggagas Suluk Maleman juga mengingatkan akan adanya perubahan peradaban pasca pandemi. Diantara yang terlihat yakni perkembangan dunia digital yang begitu pesat. Sehingga penting untuk mengetahui tantangan yang akan dihadapi untuk mempersiapkan kuda-kuda yang kuat dalam memasukinya.

“Karena bagaimanapun, masa depan arahnya lebih mengandalkan dunia digital. Bukan tidak mungkin pembelajaran maupun pekerjaan yang bisa dilakukan secara virtual akan menjadi pola yang digunakan di masa depan. Apalagi akan jauh mengurangi biaya dan tenaga,” tambahnya.

Dengan perkembangan dunia digital tersebut, Anis mengingatkan pentingnya meneguhkan kembali fundamen akhlak dan adab masing-masing anggota masyarakat. Karena dengan kecepatan perkembangan dunia digital, peraturan dan hukum untuk mengaturnya akan selalu jauh tertinggal di belakang dibanding kepesatan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Dengan mengutip sebuah hadits, Anis menegaskan bahwa tujuan penting agama adalah adalah untuk mengutamakan kemuliaan akhlak manusia. Akhlak sendiri adalah kepribadian yang salah satu unsur terpentingnya terbentuk karena kebiasaan sehingga harus dilatih dengan benar.

Akhlak terbukti  penting untuk menjaga perkembangan sains dan teknologi yang begitu pesat. Tanpa dilandasi akhlak yang baik maka sains dan teknologi  rentan membawa kerusakan. Hal itupun seperti sudah terlihat dari dampak kerusakan sosial dan lingkungan yang terjadi pasca revolusi industri.

“Tanpa akhlak, kepesatan perkembangan sains dan teknologi akan seperti menyerahkan senjata super canggih ke tangan kanak-kanak,”tambahnya.

“Salah satu contoh kecil misalnya; saat ini kepesatan perkembangan media sosial tidak dibarengi menguatnya etika saat menggunakannya. Padahal seharusnya medsos menjadi wujud ekspansi pergaulan riil yang ada. Kalau interaksi sosial riil  membutuhkan adanya tenggang rasa, sopan santun dan seterusnya; tapi itu semua justru menguap dan tak terlalu terlihat di medsos,” demiukian tambahnya.

Anis mencontohkan, kalau dalam interaksi riil orang tidak bisa sembarangan masuk ke rumah orang lain apalagi langsung ikut nimbrung dalam percakapan; tidak demikian yang terjadi di medsos. Semua orang bisa melakukan itu; dan seringkali bisa berkomentar semaunya dengan tanpa pertimbangan etika. Kebanyakan bahkan  sudah berkomentar terlebih dahulu tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Maka yang kemudian terjadi adalah pola berpikir bahwa suara mayoritaslah yang menjadi kebenaran. Parameter kebenaran bergeser menjadi sekadar banyak sedikitnya jumlah orang yang menyuarakannya,” satirenya.

Ilyas Arifin M.Ag, akademisi Unnes yang menjadi salah satu narasumber malam itu mengatakan, salah satu upaya mengerem tingkah laku adalah dengan mengingat jika manusia hidup seperti menanam. Segala yang ditanam itu sendiri nantinya akan diunduh.

“Wong urip ngundoh wohing pakarti. Orang hidup itu akan memetik buah lakunya sendiri. Kita tidak tahu kapan akan mengunduhnya, jika tidak di dunia tentu diakhirat. Itu yang harus diingat,” tambahnya.

Dengan konsep itu, maka seseorang akan lebih berhati-hati dalam setiap perilakunya, sekaligus  bisa lebih ikhlas dalam melakukannya.

“Kita tidak lagi mengharapkan balasan baik dari sesama manusia. Karena yakin nantinya akan ada buah yang kita ambil meski saat di akhirat,” tambahnya.

Sementara M. Khoiruddin, penggiat pertanian dari Blora yang malam itu juga hadir sebagai narasumber, menyebut bahwa konsep menanam juga bisa dipelajari ke dalam bentuk bersosial. Dikatakannya, saat menanam seharusnya bisa memahami jenis tanaman sehingga bisa mengetahui media tanam maupun bentuk perawatan yang tepat. Hal itu juga bisa dilakukan untuk melihat karakter dan individu yang berbeda tiap orangnya.

“Jangan sampai menanam anggrek dengan media tanam padi begitu pula sebaliknya. Dalam dunia pendidikan sebaiknya juga seperti itu. Kurikulum harus disesuaikan dengan peserta didiknya jangan disamakan. Apalagi masyarakat Indonesia begitu beragam,” ujarnya sosok yang biasa dipanggil Cak Rudd tersebut.

Disamping itu, sebegai penggiat pertanian, Cak Rudd mengurai banyak petunjuk dan arahan Al Qur’an, bahkan seringkali bersifat teknis, yang selama ini tidak sungguh-sungguh ditadaburi oleh kaum muslimin sendiri.

Pada akhirnya Budi Maryono, budayawan dari Semarang yang malam itu juga hadir, mengingatkan bahwa apa pun yang kita pelajari dan kita ketahui, jangan sampai membuat kita tidak syukur, apalagi tidak ridha terhadap kenyataan yang ada. Kita mempelajari kenyataan bukan untuk hanya sebagai pengetahuan agar tak salah melangkah. Itu saja.

“Selebihnya hanyalah soal menumbuhkan sikap ikhlas dan ridho dalam menjalani hidup, sehingga tak terbebani dengan beban yang tak perlu.

Ngaji NgAllah Suluk Maleman yang pertama kali kembali digelar secara tatap muka, tampaknya sangat menarik antusias masyarakat. Ratusan orang yang hadir secara langsung tampak suntuk mengikutinya sampai akhir. Dialog yang berlangsung di puncak acara, membuat suasana semakin meriah karena adanya plesetan-plesetan humor, baik dari narassumber mau pun jama’ah; apalagi sejak awal Sampak GusUran menemani dengan musik dan lagu koleksi mereka. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Gelar Muskercab I dan Lantik 444 Pengurus Baru

    PCNU Pati Gelar Muskercab I dan Lantik 444 Pengurus Baru

    • calendar_month Rab, 25 Des 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 349
    • 0Komentar

      PATI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati mengadakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I di Aula IPMAFA Pati pada Rabu (25/12/2024). Dalam acara tersebut, sebanyak 444 pengurus dari 17 lembaga resmi dilantik. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan PCNU Nomor 64/PC/A.II/H-06/XII/2024. Adapun lembaga-lembaga yang dilantik meliputi LDNU, LP Ma’arif NU, Lakpesdam NU, RMI […]

  • Perisai Demokrasi Bangsa Hadir untuk Pantau Pemilu 2024

    Perisai Demokrasi Bangsa Hadir untuk Pantau Pemilu 2024

    • calendar_month Ming, 30 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Launching lembaga pemantau pemilu 2024 Para kader muda bangsa membentuk Perisai Demokrasi Bangsa. Ini adalah lembaga pemantau pemilu, yang siap menjaga demokrasi sekaligus memastikan Pemilu 2024 berlangsung jujur dan adil. SEMARANG – Perisai Demokrasi Bangsa didirkan para kader muda jebolan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dan Pendidikan Pemantau Partisipatif  (P2P) Bawaslu Jawa Tengah dengan peserta […]

  • Dinas Arpus Pati Sukses Gelar Pemilihan Duta Literasi 2025, Tingkatkan Minat Baca Pelajar

    Dinas Arpus Pati Sukses Gelar Pemilihan Duta Literasi 2025, Tingkatkan Minat Baca Pelajar

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 639
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pati sukses menggelar Pemilihan Duta Literasi Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2025 di halaman kantor Dinas Arpus, Rabu (29/10/2025). Ajang ini menampilkan 10 finalis dari jenjang SMP sederajat, di mana dewan juri menetapkan tiga juara utama dan tiga juara harapan. Ketua Tim Layanan dan Deposit Perpustakaan Dinas Arpus […]

  • PWI Pati Gelar Motion Infographic Contest Berhadiah Jutaan Rupiah

    PWI Pati Gelar Motion Infographic Contest Berhadiah Jutaan Rupiah

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 353
    • 0Komentar

      PATI – Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional tahun 2021, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati menggelar sejumlah agenda. Diantaranya Motion Infographic Contest (MIC) untuk umum, orientasi kewartawan, serta virtual expo. Khusus untuk lomba Motion Infographic Contest,  panitia menyediakan hadiah jutaan rupiah. “Periode lombanya mulai hari ini, 10 Maret -23 maret 2021. Objeknya bisa berupa […]

  • Ketua Sementara DPRD Pati Tekankan Pentingnya Transparansi Pengelolaan Dana Desa

    Ketua Sementara DPRD Pati Tekankan Pentingnya Transparansi Pengelolaan Dana Desa

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 326
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa. Menurutnya, transparansi merupakan pilar utama dalam membangun tata kelola keuangan desa yang baik. “Transparansi bukan hanya soal keterbukaan informasi, tapi juga tentang membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa,” ujarnya. Ia juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan […]

  • Hampir Masuk Musim Penghujan, DPRD Pati Minta Pemkab Beri Perhatian ke Sektor Pertanian

    Hampir Masuk Musim Penghujan, DPRD Pati Minta Pemkab Beri Perhatian ke Sektor Pertanian

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 877
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang datangnya musim penghujan, anggota DPRD Pati, Warsiti, mendesak Pemerintah Kabupaten Pati untuk meningkatkan perhatian terhadap sektor pertanian. Hal ini disampaikan Warsiti mengingat pentingnya peran sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Pati. “Biasanya, saat musim penghujan tiba, para petani akan memulai penanaman di lahan pertanian,” ujar dia. “Pemerintah harus siap […]

expand_less