Breaking News
light_mode

Madrasah di Pati Tolak Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan: Jaga Ibadah Santri dari ‘Mokel’

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
  • visibility 2.505

PATI – Sejumlah madrasah terkemuka di Kabupaten Pati secara resmi mengumumkan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus selama bulan suci Ramadan. Keputusan ini, yang diambil oleh beberapa lembaga pendidikan agama di bawah naungan yayasan besar seperti Salafiyah Kajen dan Al Ma’ruf Hadiwijaya/PGIP Kajen, bukanlah penentangan terhadap program pemerintah secara umum, melainkan sebuah sikap proaktif untuk menjaga kualitas ibadah puasa para santri dan siswa.

Program MBG, yang biasanya menyediakan makanan basah siap santap, selama Ramadan diubah menjadi paket makanan kering yang lebih tahan lama, dengan jadwal pembagian tetap di pagi hingga menjelang Zuhur. Ini dimaksudkan agar makanan dapat dinikmati saat berbuka puasa.

Tomy Roisun Nasih, Ketua Yayasan Al Ma’ruf Hadiwijaya Kajen, menjelaskan latar belakang keputusan ini. Berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun sebagai pendidik, godaan untuk membatalkan puasa (mokel) seringkali muncul dari keisengan atau kesempatan, bukan karena kebutuhan mendesak.

“Sebagai guru yang dekat dengan murid, saya sering mengecek satu per satu saat Ramadan. Banyak anak yang jujur bercerita bahwa mereka terkadang tergoda ‘mokel’ saat pulang sekolah. Bayangan kami, jika anak-anak pulang sambil menenteng paket makanan (MBG), ini bisa menjadi pemicu mereka untuk tidak menyempurnakan puasanya di jalan,” ujar Gus Tomy, saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).

Langkah PGIP Hadiwijaya ini, lanjut Gus Tomy, berlandaskan kaidah fikih yang kuat, yaitu:

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَالِحِ

(Menolak kerusakan/kemafsadatan harus lebih diutamakan daripada mengambil kemaslahatan).

Gus Tomy menekankan bahwa meskipun tujuan MBG sangat baik untuk gizi anak (maslahah), namun risiko terjadinya pelanggaran syariat, yakni pembatalan puasa tanpa udzur, dianggap sebagai kemafsadatan yang lebih besar.

“Kekhilafan atau kemaksiatan terkadang timbul karena adanya kesempatan. Kami tidak ingin anak-anak terjebak pada hal sepele yang justru merusak pahala ibadah mereka. Menjaga amanah orang tua untuk mendidik karakter dan spiritualitas anak adalah prioritas kami selama bulan suci ini,” imbuh Ketua MWCNU Margoyoso ini.

Yayasan menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara, hanya berlaku selama Ramadan, dan PGIP Hadiwijaya tetap berkomitmen mendukung program pemerintah lainnya.

“Setelah Ramadan usai, kami akan tetap menerima dan menjalankan program Makan Bergizi Gratis seperti biasa tanpa ada masalah. Ini murni soal momentum penjagaan ibadah di bulan puasa,” tegas Gus Tomy.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Yayasan Salafiyah Kajen Pati, KH Ubaidillah Wahab, mengonfirmasi keputusan serupa demi menjaga kekhusyukan ibadah siswa dan mencegah praktik “mokel” di lingkungan sekolah.

“Iya (tidak menerima selama Ramadan) untuk menjaga supaya ibadah Ramadan-nya tidak terganggu dengan MBG. Agar tak membatalkan puasa,” ujarnya.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh tingkatan sekolah di bawah naungannya, dari RA hingga MA/SMK.

“Kalau ada yang mblelo ya itu urusannya sendiri. Karena kami tak bekerja sama dengan SPPG mana pun (selama Ramadan),” tutur KH Ubaidillah.

Ia juga menjelaskan kendala jika pembagian MBG dilakukan sore hari menjelang berbuka puasa, mengingat jam operasional madrasah yang hanya sampai siang.

“Kalau sore siapa nanti karena madrasah itu pulangnya tidak sampai sore. Tidak ada saran saya. Yang penting di yayasan kami terjaga baik ibadah puasanya. Namanya madrasah basic-nya Ponpes,” tutur dia.

Dengan demikian, sekitar 3.000 siswa di bawah naungan Yayasan Salafiyah Kajen tidak akan menerima paket MBG selama Ramadan.

“Totalnya ada kurang lebih hampir 3.000 siswa,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Korwil MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar, menyatakan bahwa penolakan ini merupakan hak pihak sekolah.

”Itu kan kebijakan sekolah, karena libur. Boleh saja bila ada penolakan selama Ramadan khawatir batalnya anak-anak itu diperbolehkan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan bahwa hingga kini, pihaknya baru menerima laporan penolakan dari dua yayasan tersebut di wilayah Margoyoso.

”Dari pihak sekolahan membuat surat tak menerima MBG selama Ramadan aja. Di Margoyoso saja,” katanya.

Meskipun demikian, ia memastikan operasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan untuk sekolah-sekolah yang masih menerima program tersebut.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDB Gelar Silaturahmi Nasional, Siap Awasi Pilkada Serentak 2024

    PDB Gelar Silaturahmi Nasional, Siap Awasi Pilkada Serentak 2024

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 184
    • 0Komentar

    SEMARANG – Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) menggelar Silaturahmi Nasional secara virtual pada Jumat, 11 Oktober 2024, sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan diri mengawal Pilkada Serentak 2024, pada Jumat (11/10/2024). Acara ini dihadiri oleh pengurus dan anggota PDB dari seluruh Indonesia, yang mewakili masing-masing provinsi dan kabupaten/kota. Silaturahmi Nasional ini menjadi momen penting bagi PDB untuk […]

  • INSTAGRAM Gali Freitas 

    Inilah Paulo Gali Freitas Idola Baru PSIS

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

      INSTAGRAM Gali Freitas SEMARANG – Pemain asing PSIS Semarang bernama lengkap Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas menjadi rekrutan pemain asing yang moncer di Liga 1 musim 2023/2024. Hingga pekan ke-9 Liga 1 pemain asal Timor Leste itu tampil memukau.   Gali Freitas menjadi pilar penting skuad Mahesa Jenar. Beroperasi di sayap kiri, dia selalu […]

  • Tindakan Tegas Polsek Mayong Jepara Amankan Bahan Petasan

    Tindakan Tegas Polsek Mayong Jepara Amankan Bahan Petasan

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Polsek Mayong menyita bahan petasan Sebagai upaya menjaga ketenganan di bulan puasa ini, Polsek Mayong Jepara selalu sigap dalam menciptakan situasi kamtibmas. Salah satunya adalah memberikan tindakan tegas melalui razia petasan. JEPARA – Polsek Mayong Polres Jepara terus berupaya dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadhan. Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam upaya cipta kondisi dengan […]

  • Warga Desa Watuaji Antusias Meriahkan Peluncuran Embung Pule Krentel

    Warga Desa Watuaji Antusias Meriahkan Peluncuran Embung Pule Krentel

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 217
    • 0Komentar

    JEPARA – Suasana meriah menyelimuti Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Jepara dengan diadakannya acara peluncuran Embung Pule Krentel, yang dihadiri oleh sekitar 200 warga desa, perangkat desa, Karang Taruna, Banom NU, mahasiswa KKN IPMAFA, TIM Outbound Watuaji, dan Camat Keling, pada Minggu (18/08/2024). Sebelum acara peluncuran resmi, warga diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan menarik. Jalan […]

  • Bikin Bangga, Bocah Jepara Sabet Peringkat Lima Besar MTQ Internasional di Qatar

    Bikin Bangga, Bocah Jepara Sabet Peringkat Lima Besar MTQ Internasional di Qatar

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Muhammad Zainuddin Akhyar membuat bangga warga Jepara. Siswa kelas VI SD Bandungrejo Kalinyamatan ini berhasil meraih peringkat lima besar atau juara kelima di ajang Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Internasional di Qatar baru – baru ini. Hasil itu diraih setelah Zainuddin Akhyar bersaing dengan anak-anak sebayanya dari 15 negara yang berpartisipasi. Kontingen Indonesia sendiri mengirimkan dua […]

  • Kolaborasi Atasi Krisis Perumahan di Jawa Tengah: 17.000 Rumah Layak Huni Ditargetkan

    Kolaborasi Atasi Krisis Perumahan di Jawa Tengah: 17.000 Rumah Layak Huni Ditargetkan

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 168
    • 0Komentar

    SEMARANG – Upaya mengatasi krisis perumahan di Jawa Tengah memasuki babak baru dengan penandatanganan Nota Kesepakatan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (20/6). Kerja sama antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BPS, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, BP Tapera, dan Bank Jateng ini bertujuan untuk mempercepat penyediaan data perumahan yang akurat […]

expand_less