Kenalkan Literasi Sejak Dini, Anak-anak di Kudus Diajak Jelajahi Perpustakaan Umum yang Ramah Anak
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 2.057

Kunjungan anak-anak penuh semangat menginjakkan kaki di gedung baru Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus
KUDUS — Ribuan mata anak-anak penuh semangat menginjakkan kaki di gedung baru Perpustakaan Umum Kabupaten Kudus yang terletak di komplek Balai Jagong.
Ribuan anak dari berbagai jenjang pendidikan mulai taman kanak-kanak hingga sekolah dasar mengikuti kunjungan yang bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya literasi sejak usia dini sekaligus memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang kini menghadirkan suasana lebih modern dan ramah bagi pengunjung muda.
Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan di perpustakaan. Selain menikmati ruang baca yang bersih, nyaman, dan memiliki desain yang menarik, mereka juga diajak menjelajahi berbagai fasilitas unggulan seperti mini theater, area bermain yang luas, serta koleksi buku anak yang beragam dan menarik perhatian.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kunjungan tersebut diikuti oleh peserta dari KB & TPA An-Nabil, PAUD IT Utsman Bin Affan, dan SD 1 Jati Wetan yang bersama-sama meriahkan rangkaian kegiatan edukasi pada hari Kamis (12/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan pendampingan dari anggota Komunitas Read Aloud Kudus. Eka Fitriyana Sari, salah satu penggerak komunitas, menjelaskan bahwa komunitas mereka berfokus pada upaya meningkatkan minat literasi pada anak usia dini, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga kelas awal sekolah dasar.
“Kami dari Komunitas Read Aloud Kudus yang bergerak di bidang literasi, khususnya pembaca nyaring untuk anak usia dini, mulai TK sampai SD kelas 1 sampai 3,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kecintaan akan membaca pada anak sejak dini. Melalui metode membaca nyaring yang disajikan dengan intonasi yang hidup, ekspresi yang menarik, serta pendekatan interaktif, anak-anak diajak untuk menikmati setiap cerita dari buku yang dibacakan.
“Tujuan kami membantu anak-anak supaya lebih gemar membaca, meningkatkan kemampuan belajar, serta mendukung prestasi mereka di sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SD 1 Jati Wetan, Siti Mufi Atun, menyampaikan bahwa kunjungan kali ini bukanlah kegiatan biasa, melainkan bagian dari rangkaian edukasi literasi sekaligus pembinaan karakter bagi siswa menjelang kedatangan bulan suci Ramadan.
“Di sini kami keluarga besar SD 1 Jati Wetan melaksanakan kegiatan dengan tujuan menyambut Ramadan sekaligus keliling Desa Jati Wetan, dan juga kegiatan kokurikuler dengan mengunjungi perpustakaan daerah,” ujarnya.
Selama berada di perpustakaan, siswa mengikuti berbagai aktivitas yang telah disiapkan, mulai dari membaca buku pilihan mereka hingga menonton film edukasi yang mengangkat tema awal puasa Ramadan.
“Selain membaca di perpustakaan, anak-anak juga menonton film tentang awal puasa Ramadan,” jelasnya.
Tak hanya itu, para siswa juga didorong untuk aktif berbagi cerita serta melakukan diskusi mengenai isi bacaan yang mereka pilih sendiri. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 SD 1 Jati Wetan.
“Anak-anak aktif membaca dan bercerita. Kegiatan ini diikuti mulai kelas 1 sampai kelas 6,” katanya.
Menurutnya, antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa sangatlah tinggi, terutama karena sebagian besar di antaranya baru pertama kali memiliki kesempatan untuk mengunjungi perpustakaan daerah yang baru direnovasi.
“Anak-anak sangat bahagia sekali, puas, karena memang dari dulu belum pernah ke sini. Alhamdulillah mereka merasa antusias, bangga, bahagia, dan senang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap minat baca pada siswa dapat terus meningkat, sekaligus menanamkan semangat belajar serta nilai-nilai positif yang sesuai dengan semangat bulan suci Ramadan.
Sebagai informasi tambahan, perpustakaan menyediakan berbagai paket wisata edukasi yang dapat diakses oleh masyarakat, seperti kegiatan mendongeng, pembacaan buku bersama, hingga aktivitas bermain yang mengandung nilai edukatif.
Penataan ruang dirancang secara menarik dan modern, khususnya ruang baca anak yang menggunakan warna-warna cerah dan dilengkapi fasilitas yang mendukung kenyamanan saat membaca.
Selain ruang baca khusus untuk anak-anak, perpustakaan juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas lainnya, antara lain ruang baca dewasa, ruang pertemuan, ruang pelatihan komputer, fasilitas multimedia, hingga mini theater. Semua fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya apapun.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
